backpacker-an dulu

backpacker-an dulu

Saya setuju pake empat jempol di seluruh anggota badan saya. tapi lagi2 ini murni pendapat saya, bukan pandangan ilmiah, dan tidak bisa jadi referensi tugas akhir mahasiswa manapun di Indonesia.

contoh kasus yang akan saya angkat adalah acara National Leaders Conference yang diselenggarakan di Puncak Cipanas selama 4 hari 3 malam awal bulan Desember lalu. Memang tidak semua orang tahu tentang acara ini karena agenda ini khusus untuk karyawan di tempat saya bekerja dan holding company di sekitarnya.

Dalam acara ini, sudah ditentukan dresscode tiap sesi acara, dari blazer resmi sampai baju kasual. setelah menelaah rundown dan aturan dresscodenya, saya segera merancang kombinasi baju dan kerudung sesimpel mungkin dan yang paling efisien. saya sempat bikin rancangannya di secuil kertas dan memastikan agar kombinasi pakaian itu tidak terlalu mencolok. ya biar ga keliatan banget lah klo kerudung yang hari ini dipake, langsung dipake lagi besok pagi. elegan dikit gitu lho.. haha

tapi catatan itu kemudian saya rombak habis2an di pagi hari karena saya mendelete gaun yang memiliki volume besar dan menggantinya dengan yang bisa dilipat lebih ramping. hal itu tentu saja memiliki efek domino pada kombinasi kerudung yg saya bawa. hadeuh, rempong emang jadi cewek. =))

Alhamdulillah, di H-2jam barang bawaan saya utk 4 hari 3 malam sudah tersusun rapi di ransel Deuter 28L, dan masih bersisa ruang untuk menyimpan kaos yang dibagikan di acara itu. oya, tentu saja di ransel itu sudah termasuk peralatan mandi (yg ternyata ga perlu dibawa krn udh lengkap di hotelnyaaa..!!), sepatu pantopel, 6 komik kindaichi dan 1 novel From Beirut To Jerussalem. haha

setelah siap semuanya, saya diantar oleh hero saya aka si kakak yang katanya ba’da nganterin saya langsung siap2 ke Jakarta. okey, inilah jalan hidup kami, yang satu kemana.. yg satu kemana… =)).

sampai di meeting point sekitar jam setengah 10 pagi, sebagian besar peserta sudah masuk ke dalam bis. ternyata saya salah info ttg jam berangkat. saya kira kumpulnya jam 10, sapa suruh ga ngasih tau ke kitaa… -__-“

setelah berdoa bareng, bis bergerak menuju puncak lewat cipatat, ga pake hurup “n”. skip the journey karena hanya saya isi dg menyelesaikan tilawah, baca komik, dan tidur. :P

sesampainya di hotel Yasmin, kita langsung ngambil barang2 di bagasi. dan malangnya saya, lutut kepentok pintu bis dengan kekuatan maksimal. emang guenya sih yang dodol saat itu. lutut aye langsung membiru-ungu-lalu jadi merah di hari terakhir. hehehehe -___-

ketika saya mau ngambil ransel deuter yang sebenernya punya si kakak saya, saya melihat di bagasi bus berjejeran koper beraneka ragam ukuran dan warna. ransel yang keluar dari dalam bagasi bisa dihitung dengan jari2 di satu tangan saja. luaaarr biasaaa para peserta inihh… =))

ketika saya dengan entengnya nggendong ransel ke tempat registrasi, saya disuguhi pemandangan yang sama: sebagian besar orang, 85-90% membawa barang2nya dalam koper. tidak terkecuali bapak2 aka laki2. jujur saya kecewaa…

padahal seharusnya, bapak2 itu kan gamau ribet yak. pengennya yang simpel2, tapi kenapa pemandangan ini mengubah semua mindset ituuhh??

Satu lagi: cowok yang bawa ransel itu lebih terlihat macho, maskulin, dan keren. kenapa sih bapak2 yang udah kerja itu gamau mbawa ransel aja? kenapaa?

dan kenapa kopernya gede2 banget ukurannya… emang mereka setiap ganti acara juga ganti baju? ga efisien amat idupnya #eh

intinya sih, buat sayah kaum adam lebih lakik klo make ransel. hhehe.

* quote by raditya dika di twitternya. :D

About these ads

About Hikari Azzahirah

My Friends call Me : Ncuss | a Woman. BLogger. Wife. Likes Photography and you! | a socio-worker | this blog is migration from susie89.multiply.com

18 responses »

  1. leniaini says:

    bahan bacaan, itu yang pertama dan utama saat packing :D

  2. titintitan says:

    misiii… numpang lewat *pertama lageee

    tapina beloman bacaa ;d

  3. JNYnita says:

    Kayannya ada yg salah kata,, jd sebagian besar bawa koper atau ransel? Hihi…
    itu msh mending ke hotel pake koper, sedangkan temenku pernah camping tp bawa koper, hahaha…

  4. titintitan says:

    nah itu bener kata mb nita;

    iki mksdnya piye; “ketika saya dengan entengnya nggendong ransel ke tempat registrasi, saya disuguhi pemandangan yang sama: sebagian besar orang, 85-90% membawa barang2nya dalam ransel. tidak terkecuali bapak2 aka laki2. jujur saya kecewaa…”

  5. dhee says:

    mungkin bapak2 itu disiapkan bajunya oleh istri2nya yang tidak tahu menyiasati barang bawaan agar muat dalam ransel..

    mungkin mereka dalam hati ngedumel tapi gak enak sama istri yang udah capek2 nyiapin..

    mungkin..
    ah, mungkin saja, bukan, saudariku?

    *jadi pengen beli ransel lagi*

  6. dan kita jadi the coment lihat pemandangan itu =))

Hello Readers... leave your message(s) here to me ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s