[FF] sebaiknya dia tidak ada

Aku tidak mengenalnya. Siapa dia? Katanya tulang punggung keluarga, tapi hanya jadi parasit di rumah. Ya, aku tahu jika tanpanya aku tidak akan pernah tercipta di dunia sebagai aku yang sekarang. Tapi rasa terima kasihku itu tidak mampu membuatku bertahan dengan segala tirani yang ia ciptakan di rumah ini. Bagaimana mungkin aku bisa menghormatinya jika perilakunya seperti itu? Tidur lebih dari 10 jam sehari, marah-marah ketika kemauannya tidak dituruti, malas bekerja, dan seringkali menghukum anak-anaknya secara fisik dan verbal.

Aku masih ingat bagaimana tangan dan kakiku diikat di kamar hanya karena aku bermain di sungai yang dangkal, padahal aku masih berumur 10 tahun kala itu. Atau ketika adikku Alissa dimaki-maki dan diludahi ketika tidak sengaja mengatakan ketidaksukaannya terhadap kebiasaan orang itu merokok. Dan Ibu? Dia adalah wanita tersabar yang pernah kutemui, menghadapi manusia yang setiap hari ku panggil Bapak dengan sedikit keluhan. ya, meskipun Ibu harus bekerja setiap hari sebagai buruh cuci di rumah tetangga, Ibu tidak pernah terlihat mengeluh atau meminta cerai.

“Biaaaannn….. mana rokok Bapak???”

Huuuhh… baru saja digosipin. Aku menggerutu sepanjang mencari bungkusan rokok di lemari usang di ruang tengah.

“Iyyyaaaa…. sebentar” seruku dengan nada agak kesal sambil berlarian ke ruang depan. Aku malas mendengar teriakan-teriakannya lagi.

Aku sering kali berfikir, kalaupun dia tak ada keluarga ini tetap akan baik-baik saja. Atau memang sebaiknya dia tidak ada saja?

satu tulisan lagi buat ngeramein lomba FFnya mbak intan.
tema: anak dan ayah
lombanya disini.

30 thoughts on “[FF] sebaiknya dia tidak ada

  1. niniswa said: kayaknya. Yowes sana ijin aja ama dia. Lain kali jangan pake nama temenmu ya,nak? Jiahaha. Terus juga jangan pakai nama ninis, nieswa, atau nafi..khawatir fans-ku nambah. *pede gila*. :D

    bukan ah, mbakk…..keknya bukan bian yang ku maksud deh…*mikir*ga kok… ga bakalan make itu… :p :p :phehehe

  2. kayaknya. Yowes sana ijin aja ama dia. Lain kali jangan pake nama temenmu ya,nak? Jiahaha. Terus juga jangan pakai nama ninis, nieswa, atau nafi..khawatir fans-ku nambah. *pede gila*. :D

  3. niniswa said: kasian beud dewh. Culik aja yuk Biannya.truz qta jual? *lho?? Sadis beud gw.. Lebih sadis dari bapaknya bian.haha.

    jiyyahh….sadis…nama “bian” bener2 ada lho, mbakk…tuh, anak IPB…aku lum bilang ke orangnya klo namanya ku ambil buat jadi tokoh teraniaya, hahahaha*dosa kagak ya gue?

Ciyee yang maunya jadi silent readers, tinggalin komen dong ah...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s