skenarioku yang berpilin dengan skenario Alloh: *mengagumkan

28 september kemaren adalah hari bersejarah bagiku.
satu langkah ke depan menuju S.Gz [sarjana gizi].

seminar kemaren tuh sebenernya berubah2 jadwalnya.
pertama kali aku daftar, buat tanggal 28 jam 9 pagi, atas persetujuan si bapak PS [pembimbing skripsi].
kemudian, hari jum’at aku menemui bapak yang ngurusin komdik [komisi pendidikan] dan otomatis yang ngurusin jadwal seminar dan sidang mahasiswa.
aku terkaget2 karena ternyata dosen pemandu seminar adalah ibu yang itu. dosen yang terkenal pencecar dan beberapa hal lain yang bikin grogi orang sebelum ketemu dosen itu. aku cuma bisa nyengir dan istighfar dalam hati [lho?].
ya gatau juga sih kenapa lafadz istighfar yang keluar ketika aku mendegar nama dosen tersebut. hehehehe.
dan beberapa menit kemudian bapak komdik berkata dengan ritme cepat dan aku ga terlalu ngerti apa maksudnya. aku cuma memperhatikan bapaknya memegang gagang telpon trus nelpon dosen pemandu dan bapak dosen PS.
“…..jam 1 bisa ya pak?….. iya… iya… bisa ya pak? ….”
aku cuma bisa denger jam 1.
kemudian bapaknya ngomong sambil membuka2 berkas seminarku
“seminarnya diundur jadi jam 1 siang ya. dosen ada kerja bakti dulu pagi2nya”
dalam pikiranku:
kerja bakti = cangkul+sabit+sapu lidi+sekop sampah+bakar sampah
apakah yang dimaksud bapak ini para dosen yang sangat sibuk itu membersihkan lingkungan ipb dengan tangan mereka?
tapi sepertinya tidak mungkin. *aku ga kebayang soalnya. hehehe

dan responku cuma “iya, pak. bapak dan ibu bisa, pak?”
bapak komdik berkata “iya, bisa”
aku melangkah keluar dari ruang TU itu dan duduk termenung di bangku orenz. meratapi nasib [halahh… lebay..]

dan beberapa hari kemudian, ketika hidungku berubah jadi kanal tempat keluarnya ingus dan tenggorokanku berubah jadi mesin yang udah tua: batuk2 ga jelas…
hari senin aku mo berangkat ngajar seperti biasa dan ketika aku di angkot henponku bergetar dan meneriakkan ayat kursy [hehe]
nomer tak dikenal.
aku: “aslm..”nomor tak dikenal: “halo, ini pak U*** GM, seminar hari besok jam 1 siang kan? jadwalnya diubah jadi jam 8 ya?”
aku : [mencerna kalimat] oo…iy..iya..pak… bapak dan ibu bisa, pak?
pak U*** : “iya bisa”
aku: “terima kasih, pak”
tut tut tut… [percakapan selesai]

dan semua itu membuatku nyengir lagi.jam 8 ya? baiklah…
padahal selama dua hari aku hanya tidur dan tidur. berharap dengan tidur tadi bisa memperbaiki kondisi tubuh. tapi hari selasa aku harus berjuang lagi.
yasudahlah… ikuti saja…
dan aku sibuk menjarkom beberapa orang agar kuota peserta seminar mencukupi.
setidaknya 10 orang yang kubutuhkan agar seminar itu terlaksana.

28 september
jam 7 aku udah bertengger di depan ruang seminar. tapi ruangannya belum dibuka. artinya harus nyari bapak juru kunci.setelah muter2 sampe keringetan, bapaknya ketemu juga.
setelah leptop selesai disambungkan dengna LCD. aku duduk di depan ruang seminar nungguin orang2.
dua orang udah dateng [ 1 orang yang leptopnya ku pinjem, 1 orang temen liqo. hahaha].
kemudian beberapa orang datang pada pukul 7.50.
10 orang udah ada. lebih malah. alhamdulillah.
dan tiba2 ada sosok yang ku kenal datang dari sisi tangga yang lain. [mantan] mas’ul ternyata. ku kira dia cuma becandaan waktu sms bakal dateng. tapi ternyata dia dateng juga.
hiks..terharu gue…ga nyangka dia bakalan dateng [lebay lu ah…]
tapi aku kemudian melirik ke ruang seminar yang 100% adalah perempuan. dan dia, sang mas’ul, laki2.masa’ dia mau nekad masuk? trus aku bilang
“eh,ian.. [namanya ian],, yang dateng cewek semua. kamu doang yang cowok.”

ian : “heh? serius?”
aku : [ketawa] seriusan gue
ian : “yah, ga jadi. pulang deh gue…”
aku : [masih ketawa] emang kamu ga jadi janjian ama ipung?ian : ga ada… [aku ga ngerti maksudnya apa dengan “ga ada”]

jam 8 lewat. seminar belum mulai. dan aku kembali ngecek keberadaan si mas’ul. dia ternyata masih duduk di bangku belakang ruang seminar. trus ku jelasin beberapa hal, aku masuk lagi. dosen dateng. seminar mulai.
[aku sangat berterima kasih atas kedatangan mas’ul itu yang ternyata baek hati. hahaha *kalo ian baca blog ini kayaknya dia bisa muntah darah :))*. oleh karena itu, aku akan datang ke seminarnya hari selasa minggu depan.]
1 jam kemudian.
setelah aku selesai menutup mulut menjawab pertanyaan2.
bapak dosen PS berkata
“ya.. kebijakan departemen yang baru adalah dosen pemandu akan menjadi dosen penguji saat sidang. dan saya sudah berdiskusi dengan ibu kalau sidangnya hari rabu depan. iya kan ibu? [ibunya ngangguk sambil senyum] jam 8”

aku hanya bisa tersenyum dan mengangguk, meskipun waktu itu aku sangat ingin nyari cotton bud untuk membersihkan telingaku. mungkin aku salah dengar?tapi ternyata tidak, kawan…
perjalanan hidupku sudah ditetapkan, aku sidang hari rabu jam8.
kkkkyyyyyyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa………………..!!!
*teriakan yang terlambat*

dan aku tersadarkan bahwa “aku sendirilah” yang telah menentukan takdir itu karena aku yang telah menuliskan jadwal seminar dan sidang di tembok kamarku sebelum semua ini terjadi.

Dan here I am. Sudah lulus sidang, tapi asli..males ngerjain revisi. Masih keingetan ama wajah dosen yang ada di ruangan ujian. Tapi demi wisuda Desember, aku harus menelan keengganan itu.

14 thoughts on “skenarioku yang berpilin dengan skenario Alloh: *mengagumkan

Ciyee yang maunya jadi silent readers, tinggalin komen dong ah...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s