wisuda: prosesi atau fashion show?

bismillah
alhamdulillah saya akan diwisuda esok hari.
dan saya ucapkan selamat bagi teman2 saya yang berjumlah lebih dari 500 orang yang akan diwisuda bareng saya, juga kakak-kakak s2 dan s3 yang akan diwisuda pula.
kalian harus berbahagia lho karena berkesempatan wisuda bareng saya. hahaha

nah, ada lagi sebuah fenomena yang terjadi rutin setiap tahun dalam upacara wisuda [eh, tapi kata pak rektor mah namanya sidang terbuka ]. kalau di IPB bisa 7-8 kali setaun.
di acara ini, saya perhatikan bahwa para wisudawan dan [terutama] wisudawati sibuk sesibuk2nya mempersiapkan semua hal yang berkaitan dengan upacara ini.
kita ingat-ingat aja dengan beberapa pertanyaan yang sering kali terlontar oleh teman2 di sekeliling kita:
1. “pake kebaya warna apa?” [tanya temenku di sebuah kosan di daerah balio]
aku sekenanya jawab : “warna tanah”
yang langsung dijawab dengan tawa ngakak dari dua orang temanku. “gokil amat lu, cus?”
aku cuman nyengir n pamit dari kosan itu.
aku tadinya berminat mau pake kebaya2an, tapi setelah dipikir2 dan juga beberapa kondisi dan juga yang pertama adalah soal KENYAMANANku sendiri. aku memutuskan untuk tidak memakai “benda” itu.
2. “mau dandan di salon mana?” [aku lupa dimana lokasi pertanyaan ini dilontarkan]
aku cuman bengong dan seketika ngakak dan ketawa guling2 [dalam hati]. emangnya aku mau nikahan? ngapain rempong2 ke salon? akuudah kebayang dengan kerempongan mbak2 angkatan 2004 yang ke salon n udah antri dari ba’da subuh.
diiihh…. ogaaahhhh…
n aku juga ga suka dipoles2. mukaku jadi gatel kalo digitu2in. hehehehe
3. “gimana persiapan buat wisuda? udah oke?” [aku juga lupa dimana]
hmmm aku cuman bilang “okelah…” dan menyambung dalam hati : emangnya aku mau nyiapin apaan coba?
baju tinggal pake, sepatu juga dari jaman jebot udah ada di depan kosan [standby everyday]. so, everything is oke. hehehe
4. “mau pake sendal apa?”
pengennya bilang “sendal jepit..” tapi aku cuman mesem n jawab “Sepatu. biasa aja kok”

n tadi, kan ada acara gladibersih buat sidang terbuka besok.
beberapa teman tampil dengan luar biasa. ada yang menurutku malah “kurang bagus” bajunya buat acara resmi kayak tadi. memang tertutup, tapi ketatnyaaa… -_______-“
dan beberapa juga kayak mau kondangan.
n seperti biasa, yang cewek mah pake sepatu[atau sendal] high heel. ada tuh yang 10 senti.
aku mah ngeri bo ngeliatnya. gimana kalo tiba2 jatoh trus keseleo?

menurutku, wisuda itu sebenernya ga terlalu penting [kata pak rektor juga gitu lho… hehehe]. apalagi kalo prosesinya tidak khitmad n malah jadi arena peragaan busana dan kontes kecantikan. memoles diri agar tidak terlihat kucel adalah suatu kewajiban [menurut saya] tapi kalo jadi berle [berlebihan, maksudku] malah jadi ga bagus [ini juga masih menurutku]. tampil “cantik” bisa diwujudkan dengan banyak cara kok, tidak harus dengan dandanan yang mencolok atau busana yang wah atau dengan aksesoris berlebihan.
malah ya,,, aku suka kagum dengan kakak2 kelas saya yang tampil kalem dan “biasa saja” dpada acara itu. di mataku, mereka lebih bersinar. cantik dengan aura yang mereka miliki.
karena pakaian dan penampilan yang sesuai dengan syariat tidak akan pernah bisa menutupi kecantikan seseorang.

8 thoughts on “wisuda: prosesi atau fashion show?

Ciyee yang maunya jadi silent readers, tinggalin komen dong ah...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s