menanti malam

kembali menanti di sini hingga senja berselimut kelam
menanti pekat melahap semua hingar bingar yang merajai terang
hingga aku menemuimu..
untuk kembali menjadi piringan hitam yang nyanyikan keluh dan mengurai tangis
kemudian menukarnya dengan senyum
dan rindu yang semakin menggebu,
untukmu…

*ngantuk ya Alloh -_-“*

4 thoughts on “menanti malam

Ciyee yang maunya jadi silent readers, tinggalin komen dong ah...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s