kedekatan yang membutakan

bismillah…

terinspirasi dari ingatan sekejap di perjalanan bogor-bekasi. menuju walimatul ursy kiki-adhil.
di pagi yang cerah, ketika matahari masih malu2 menampakkan cahayanya, segerombolan orang tampak berkumpul di sekitar ATM centre samping gedung biru GWW [graha widya wisuda] yaitu tempat dimana mahasiswa pertama dan “terakhir” kali menginjakkan kaki di IPB .
mereka berpenampilan rapi, meski beberapa ada yang masih bermuka bantal. dan tampak beberapa orang membawa bungkusan besar berbungkus kertas nan indah. *halah, alay
sejenak kemudian mereka berduyun2 masuk ke dalam bis besar dan menempatkan diri masing2 ke tempat yang PeWe.
dan aku?
teronggok di pojok kanan belakang bis.
mengerjap2 pengen tidur lagi, tapi tergoda dengan pemandangan jalanan yang masih lengang.
*ini lama amat yak intronya *

tiba2, teman perjalanan [TP] yang duduk di samping kiri, yang sam2 berjuang bersama di al hurriyyah [terlopeh] menyeletuk dengan ringannya:
TP : “eh, aku baru sadar kalo kiki itu cakep setelah dapet adhil”
aku : hah? [reaksi standar ala gue kalo kaget dengan pernyataan atau pertanyaan orang]
dan pernyataan itu membuat[pikiran]ku melayang di 4 tahun lebih yang lalu
ketika bersama2 di kampus.
banyak lingkaran yang aku masuki, namun tentu ada yang spesifik dan membuatku bertahan 4 tahun lebih bertengger di sana.
dan tentu, ada bnyak manusia yang berinteraksi denganku: ikhwan-akhwat.
“terlalu banyak” berinteraksi membuatku mengenal mereka : sisi baik-buruk-aneh-geje.
entah itu yang suka telat, makannya banyak tapi gatau malu, suka molor, suka nyeletuk sedalam palung. dan semuanya terangkai indah dalam kereta kenangan bernama cinta. *maksa amat namanya *
dan sering banget karena terlalu “dekat”, kita tak bisa melihat apa yang dilihat “orang lain”.
entah itu fisik[termasuk tampang dan lain2], karakter yang menonjol atau hal lainlah,. hehe
jadi, sering banget ketika ada yang tiba2 ngomong
“si anu cakep yak”
aku cuman “hah? iya tah?sebelah mananya?”
atau salah seorang sahabat yang dinobatkan sebagai “calon suami idaman” di kalangan teman2nya. aku langsung keselek dan ngakak abis2an.
huwwoooo… keren amat tu bocah dinobatkan seperti itu.
tapi memang ya.. aku jadi mikir kalo sahabatku itu pantas menyandang gelar seperti itu krn dia ntuh baeknya minta ampyun, dan siap siaga ketika diminta pertolongan ditambah dengan tampang [hadeuuh.. kenapa harus ada penilaian dlm hal fisik sih??] yang mayan.
*aku kurang bisa menilai soal tampang, karena menurutku semuanya biasa aja wakwakwakwak.*

yah, begitulah…
gajah di pelupuk mata memang kagak bisa diliat.
tapi terkadang itu bisa membantu untuk menjaga hati [terutama aku] krn yang “dekat2” malah biasa wae sampe sekarang.
we’re more than just friends we’re brothers [and sisters].
*inggris ngasal*

salam jum’atul mubarok.

Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah saw dari Rasulullah saw, beliau bersabda: Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri. (Riwayat Bukhori dan Muslim)

3 thoughts on “kedekatan yang membutakan

Ciyee yang maunya jadi silent readers, tinggalin komen dong ah...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s