provokasi : mari kita menyelamatkan diri *kabur*

bismillah…

*kaburnya dipending, nulis ini dulu *

di suatu sabtu yang cerah

aku dengan semangat berangkat kerja,,,
dan terjadilah dialog singkat :
A : “ncuss rajin amat…”
C : “si ncuss kan emang paling rajin tuh..”
aku : “hehehe”
A : “ah,, si ncuss mah rajin karena ga ada yang nungguin aja di rumah. mau ngapain coba kalo sabtu gini? ya mending ke kantor, hahaha”
aku : “awas ya pak A… mentang2 aku masih single.!@#$%^&!!!”
dan dalam hati berteriak : “awas ya kalo gue udah punya suamii…!!!” *silakan ditabok rame2*


***

hari yang cerah di matraman dan sekitarnya…
dan hari yang ramai di sini.. terbukti dengan banyaknya manusia yang berlalu lalang di ruangan.
ngobrol macem2. dan… terjadilah… berbagai provokasi yang dengan “polos”nya didengarkan dengan begitu khusyuk oleh teman satu ruanganku.
aku, yang lagi ngotak-ngatik dokumen, mendengarkan sambil cengengesan *ngapain lagi sih gue kalo ga cengengesan? *

kita sebut SH untuk bapak yang sangat loyal dengan taujihnya ini, dan CW untuk bapak yang dengan begitu begitu proaktifnya, menimpali dengan semangat 2011.
SH : “kalian itu masih miskin. maka dari itu,, menikahlah.. maka kalian akan kaya”
[aku cekikikan dalam hati]
CW : “tuh.. yang masih jomblo…”
[aku bersungut2 (dalam hati juga) “dasar,,, mentang2 udah nikah…!!!”]
SH : “menikah itu adalah ibadah, ta’aruf adalah proses menuju pernikahan. saya sangat yakin bahwa ketika ada yang gagal saat ta’aruf, dan niatnya untuk Allah swt, maka ia mendapatkan pahala”
[aku :aamiin… haha (dan tak lupa cengengesan)]
SH : “saya ta’aruf 3 kali…”
CW : “saya tujuh kali”
[aku (dalam hati) : maen nyambung aja nih si bapak -__-“]
SH : “… dan saya sangat yakin ketika ada dua orang yang berta’aruf dan dua2nya meniatkannya untuk ibadah kepada Allah swt. pasti jawabannya sama.”
[aku (dalam hati) : maksudnya?]
SH : “jika ada yang mengatakan ‘iya’, pasti… yang satunya ‘iya’ juga”
[aku (dalam hati) : masa sih? hehe]
aku : “nah,, kalau memang ga jodoh, gimana tuh pak?” [yang ini aku nanya beneran]
SH : “Nah.. insyaAllah dua2nya juga mengatakan tidak. karena kan dua2nya istikharahnya kepada Allah swt. jika benar niat (dan istikharahnya) maka insyaAllah akan sama jawabannya. jika ada yang berbeda jawabannya, berarti salah satunya itu ada yang korslet. bisa jadi yang satu karena terlalu ngebet (yang ini gue ngekek), atau ada hal2 lain”
[disambung dengan cengengesanku dan aku tersepona dengan temanku yang mendengarkan dengan takzim ]
SH : ” … misalnya saya yang menolak. kemudian ditanya sama murobbi saya, kenapa menolak? saya jawab : tidak tau, tapi saya yakin saya menolak.”
[aku: gitu tah? haha]
SH : “… karena terkadang penolakan itu tidak ada alasan”
[aku : *mikir*]
dan pak SH pergi dari ruanganku meninggalkan aku, temanku, dan pak CW.
dan pak CW dengan semangatnya menceritakan pengalamannya.
aku : “iya sih… yang udah nikah.. huuu…” *manyun*
CW : “ya.. salah sendiri masih jomblo”
aku : -____-“
aku : “aku kan masih 22 taun…”
CW : “emangnya saya nikahnya umur berapa coba?”
aku : “ya gatau”
CW : “23”
aku : “yeee… dasar pak CW. aku kan 22nya juga baru berapa bulan. wek.”
CW : “saya itu ta’arufnya sejak umur 19 tahun. blaa.. bla.. bla…”

***
di suatu siang…
masih di lokasi yang sama
aku sedang belajar men-scan dokumen di mesin scan.
maklum, orang katrok, jadi belum pernah nyecan. hehe

aku : “eh,, AD, mukanya mau sekalian di-scan ga?”
AD : “ente aja tuh… ane mah udah laku. hahaha”
aku : !@#$%!!

***

itulah sekelumit cerita aneh dari kehidupanku.
semoga bisa diambil ibrohnya *emang ada? *
Yuk kabur biar ga kena “polusi” provokasi.. haha

25 thoughts on “provokasi : mari kita menyelamatkan diri *kabur*

  1. bimafallah said: loh arti kata istikharoh itu kan berarti berserah, bukan memilih, jika ditemukan pilihan maka kita beristikharoh untuk menyerahkan pada Nya, sedangkan pilihan yg kita pilih adalah pilihan kita nmun di Indonesia artinya seolah2 mnjadi pilihan Allah, sdngkan kita tidk akan pernah tahu tntng pilihan Allah adalah pilihan kita atau bukan, nmun ttp brarti atas kehendak Nya, yng ana tahu dngan istikharoh kita menyerahkan apa yg kita pilih pada Allah dan tentang hasilny pada Allah, jd bukan berarti korslet jika terdapat perbedaan antara kedua blah pihak, jika salah satu memutuskan ya dngan istikharoh sdngkan salah satuny tidak, maka yg memutuskan ya akan memahami bhwa hasil ini adalah yg terbaik untuknya dari Allah, itu sih yg ana ketahui dr kajian2 islam, tp bukan berrti pndapat bapak itu salah jug, brdasarkan pengalaman, berdasarkan prasangka bapak itu pada Nya

    ^^

  2. loh arti kata istikharoh itu kan berarti berserah, bukan memilih, jika ditemukan pilihan maka kita beristikharoh untuk menyerahkan pada Nya, sedangkan pilihan yg kita pilih adalah pilihan kita nmun di Indonesia artinya seolah2 mnjadi pilihan Allah, sdngkan kita tidk akan pernah tahu tntng pilihan Allah adalah pilihan kita atau bukan, nmun ttp brarti atas kehendak Nya, yng ana tahu dngan istikharoh kita menyerahkan apa yg kita pilih pada Allah dan tentang hasilny pada Allah, jd bukan berarti korslet jika terdapat perbedaan antara kedua blah pihak, jika salah satu memutuskan ya dngan istikharoh sdngkan salah satuny tidak, maka yg memutuskan ya akan memahami bhwa hasil ini adalah yg terbaik untuknya dari Allah, itu sih yg ana ketahui dr kajian2 islam, tp bukan berrti pndapat bapak itu salah jug, brdasarkan pengalaman, berdasarkan prasangka bapak itu pada Nya

  3. susie89 said: seru banget… mau ikutan mbak?bapaknya bisa ngasih taujih tiap hari tuh..dari sindiran, “ejekan”, sampe yang serius.hehe

    gak aah, ntar tambah pengen :p

Ciyee yang maunya jadi silent readers, tinggalin komen dong ah...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s