sepotong episode di pinggir stasiun

bismillah….

hari ini ada yang aneh dengan tubuhku,
dimulai dengan sulit untuk duduk ketika bangun tidur,,, sulit pula untuk duduk tasyahud akhir ketika sholat, ditambah dengan mood yang tiba2 hilang entah kemana,,,
jadilah aku cuma duduk autis di mejaku dan meja orang, serta sesekali menjawab ketika ada yang bertanya.
ketika sore menjelang, badanku sudah mau berontak, inginku segera pulang ke kosan.
duduk di kasur… ya, atau mungkin tiduran saja sampai besok pagi lagi.
tapi,, seperti biasa, aku belum bisa pulang kalau belum pukul setengah 6 atau menjelang maghrib -__-“.
ku putuskan untuk pulang saja jam setengah 6.
aku seperti melayang ketika menyeberang jalan raya yang padat akan sepeda motor, angkot, metromini, mobil pribadi, bahkan gerobak tukang sayur. alhamdulillah aku selamat sampai gang…

ketika sampai di depan kosan, aku perhatikan ada banyak orang di rumah di bawah kosanku (kosanku di lantai 2),
“ada apa ya?” tanyaku dalam hati
tapi saat itu aku sangat lapar dan sudah saatnya untuk berbuka puasa ditambah tubuh yang sudah berteriak ingin diguyur air (maksud mandi).

seusai sholat maghrib, setelah melahap setangkup roti dioles mentega dan diguyur susu cokelat.
aku mendapatkan sms bahwa bapak yang tinggal di bawah kosanku meninggal dunia tadi siang.
ealah…
aku teringat kembali dengan pemandangan tak biasa di rumah itu.
aku cepat2 memakai pakaian dan kerudung yang pantas.
setelah mengumpulkan sedikit uang dengan teman sekosan, aku dan mbak kosan ke bawah, mengucapkan belasungkawa dan sedikit (banget) bantuan.

ketika bertemu dengan istri almarhum dan mengucapkan maaf baru bisa datang, beliau (ku taksir usianya sudah mencapai lebih dari 60 tahun) dengan gamblangnya mengatakan kronologis meninggalnya almarhum
“bapak udah ga ada siang tadi. awalnya jatoh dari kamar mandi” katanya sembari melihat ke lokasi kamar mandi.
“dia nyungsep di sana” katanya lagi dengan menunjuk posisi di dekat pintu kamar.
nyungsep?
“trus nggak gerak2 gitu. cuman ada suara kayak orang ngorok”
“sekita jam 1 an udah nggak ada” sambungnya lagi.
aku memberanikan diri bertanya “dimakaminnya kapan bu?”
nenek (yang ku panggil ibu) itu berkata lugas “jam 4 an, abis ashar. tadi juga dimandiinnya di situ” telunjuknya terarah pada jalan kecil yang hanya bisa dilalui satu motor di depan rumahnya (yang otomatis di depan kosanku).
percakapan kami berlanjut hanya sebentar, karena ada tamu lain yang hendak berkunjung.
setelah memberikan amplop berisi bantuan, kami pamit pulang (ke lantai dua).

tak lama setelah aku masuk kamar kembali, ada ketukan di pintu kosan.
temanku yg lain sudah buru2 membuka pintu, tebak siapa?
beliau adalah ibu tadi…
hanya satu menit (bahkan mungkin kurang). beliau pamit kembali ke rumahnya.
aku hanya terbengong ketika melihat apa yang ibu itu lakukan.
beliau memberikan 3 kotak makanan kepada kami,penghuni kosan yang memang hanya ada tiga orang ini.
masya Allah…
aku speechless…
teringat pada sebuah tausiyah bahwa seharusnya kitalah, para tetangga yang memberikan makanan kepada keluarga yang ditimpa musibah. tapi baru saja tadi terjadi, aku (kami)lah yang menerima makanan dari mereka. T.T
ini pun terjadi di desaku, di desa yang pernah ku singgahi, dan mungkin juga terjadi di desamu.
atau… malah memang terjadi di seluruh nusantara?

Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بِنْ جَعْفَرَ قَالَ : لَمَّا جَاءَ نَعْيُ جَعْفَرَ حِيْنَ قُتِلَ قَالَ النَّبِيُّ ”
: اصْنَعُوْا لآلِ جَعْفَرَ طَعَامًا فَقَدْ أَتَاهُمْ مَا يُشْغِلُهُمْ (رواه الشافعي وأحمد).


“Abdullah bin Ja’far berkata: “Tatkala datang berita bahwa Ja’far telah terbunuh, Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam bersabda: “Buatkanlah makanan untuk keluarga Ja’far! Karena telah datang kepada mereka hal yang menyibukkan mereka.” (HR. Asy-Syafi’i dan Ahmad).

NB:
kenapa judulnya di pinggir stasiun?
karena kosanku deket banget ama stasiun kereta

14 thoughts on “sepotong episode di pinggir stasiun

  1. amatullahnella said: gak nyambung banget antara judul ma isi…

    hahahahaha…aku juga tau kok nel :))) =)) :pada usul judul?umm… tragedi lantai 1?atau… autisme membawa bencana?*lebay banget deh kayaknya :D

  2. cinderellazty said: ih gambarx lucu looh..Iya sih udah budaya tuh,harusny qt yg bantu meringankan,eh stauku ad hadits yg mharamkan makan makanan dr keluarga yg dtinggal,gt bkn c? Cmiiw

    iya, lucu… makasih ya :peh, aku malah baru denger ty…yakin? huwaa… aku tadi malem makan nasinya…dagingnya sih belum ku makan. ku angetin. :))gugling dulu ah buat mastiin… :3

Ciyee yang maunya jadi silent readers, tinggalin komen dong ah...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s