bukan volume, tapi value

bismillah…

akhir2 ini aku lebih suka posting blog malem2 yak.. *ga penting *abaikan

tadi aku baca-baca timelinenya ustadz Moh. Fauzil Adhim tentang komunikasi suami-isteri.
tapi tapi aku ga ngebahas soal suami-isterinya tapi tentang komunikasinya.haha
salah satu tweetnya adalah
“yang membuat kalimat kita didengar bukan volume, tetapi value (nilai).”
betul…
aku sering tidak mendengarkan orang yang berbicara di depan umum kalau menurutku info yang disampaikan itu tidak penting. *nyengir*

bedaa.. banget…
waktu hari kamis sore kemaren, ada telfon dari seorang Ibu.
suaranya kecil, ga kayak aku yang cempreng -__-“
kupingku seperti otomatis bekerja keras agar tak ada kata yang terlewat waktu beliau bicara.
seperti gabungan antara hormat, excited, dan… sesuatu yang lain. *geje*

ya, bukan volume yang membuatmu didengar, tapi value yang kau bawa dalam pembicaraanmu.
dan tentu, posisimu di hati lawan bicaramu.
hehe *apadeh

10 thoughts on “bukan volume, tapi value

Ciyee yang maunya jadi silent readers, tinggalin komen dong ah...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s