Penasaran itu berakhir di Setiabudhi

*komat-kamit baca bismillah dulu*

pernah merasa penasaran akan sesuatu sampai rasa2nya bisa ngeces sebaskom besar?
aku pernah.
rasa penasaran itu tidak segera ditemukan pada pemuasannya karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. kebayang ga gimana rasanya? ah, tidak terdefinisi :P
penasaran itu hanya pada suatu jenis makanan yang sering kali terlihat di komik Naruto Shipudden yaitu Rameenn….!
biarlah pembaca meneriaki “kamseupay”, ku terima dengan lapang dada dan hati tetap penuh maaf lahir batin =P

Well, daku beberapa waktu yang lalu belum boleh makan yang aneh2 sama si kakak (suami aye, red) dan MIE termasuk ke dalam kategori tersebut. so, aku harus menelan ludah ketika melewati beberapa venue berlabel “Gokana ramen dan teppan” karena belum ada restu dari sang pembawa kunci surga.
dan tanggal 28 agustus 2012 menjadi angka bersejarah di tahun ini karena si kakak mengangguk ketika aku mengatakan “gokana..” sebagai jawaban dari pertanyaan “mau makan di rumah atau di luar?”. Girang banget boo.. waktu itu. hehe. setelah sholat di masjid perumahan mega asri, depan graha univ. pasim, motor 135 cc itu melaju ke jalan setiabudhi. ga perlu ku detilin ya gimana rutenya karena aku juga ga ngerti, maklum… saya golongan darah B dan buta arah. *bangga*
masuklah kami ke no smoking area.
kakak pesen yang hot level 3, dan aku cukup berpuas diri dengan mie ramen asin dengan sesuatu digoreng di nampan terpisah (sorry, lupa judul makanannya).
kurang lebih 15 menit kemudian mas-mas pelayannya nganterin nampan ke meja kami. mangkoknya gede, tapi isinya ga banyak2 amat =D. *iya, kadang gue bisa jadi maruk*

waktu dirasain,
mak sluurrpp…..
enak’e… dan suegeerrr…
seriusan, enak.
entah karena emang ramennya yang enak atau karena aku yang udah lama ga makan sesuatu bernama mie, ditambah lagi mienya banyak. *waktu aku nulis ini, tanpa bisa dikontrol air liurku keluar.hehe =p~
dan makanan ludes disusul dengan sinyal kenyang yang sampai ke otak. alhamdulillah.

penasaran yang sudah datang berbulan-bulan yang lalu akhirnya terpuaskan dalam waktu yang tepat : lapar dan sehat (insyaAllah) sehingga menemukan titik kepuasaan senilai 10 !

happy ied, happy eating, happy healthy.

4 thoughts on “Penasaran itu berakhir di Setiabudhi

Ciyee yang maunya jadi silent readers, tinggalin komen dong ah...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s