Touring Bandung – Pantai Sawarna (2)

akhirnya… akhirnya… aku ikutan touring (lagi). yeahh.. yeaahh…. alhamdulillah… ^__^

begini ceritanya, teman2… *gosok2 tangan sebelum nulis panjang*

tanggal 27 sore si kakak atawa suami aye bilang dengan tampang datarnya bahwa akan ke salah satu daerah di garut. howaaa… aku berteriak-teriak karena ada ajakan ke kemah juara di Ancol ecopark. pertimbanganku otomatis menjadi berat sebelah karena tawaran ke garut begitu menggiurkan *ngelap iler*. alhamdulillah aku diijin ga ikutan ke kemah juara. dan gue lupa ngasih tau ke ninun yang ternyata juga ga gitu minat ke ancol. maaaappphh… gue ga sengaja melakukan kejahatan itu :D. nah ternyato rencana ke Garut itu berubah menjadi touring ke pantai sawarna,yang awalnya aku kira masih di jawa barat, di menit2 terakhir keberangkatan. berangkatnya pun berubah, yang tadinya pagi2 jam 5 pagi jadi jam 11 malem. :O

kita skip adegan dari pagi sampai isya. sekitar jam 9an, langit bandung mendung dan rintik2 hujan menyapa atap rumah. aku udah mulai galau : jangan2 touringnya ga jadi. huhuhu padahal udah beberes dan beli tas baru *sekalian pengumuman beli tas baru :p*. tapi request gorengin telor dari si kakak memudarkan pikiran itu. apalagi sesudahnya si kakak mulai sibuk masang benda2 perlengkapan di motornya. rame deh motornya.. hehe

jam 11 aku udah di boncengan dan motor melaju menuju jalan burangrang, tempat berkumpulnya geng motor Wolf Brothers sebelum touring ke Sawarna. aku takjub, di sana udah berkumpul sekitar 8 orang yang beragam usianya. dari kakek2 hingga anak kecil berusia 6 tahun. ih wow, gue ga boleh kalah sama anak krucil macam ini bocah. setelah semuanya kumpul, kami berangkat berendengan. di jalan, beberapa motor lain datang bergabung. totalnya ada 9 motor pulsar dengan berbagai macam cc.

di musim penghujan seperti ini, hujan datang dan pergi tidak bisa diprediksi. kalau dihitung2, kami bongkar pasang jas hujan sebanyak 3 kali selama perjalanan bandung-banten. hal itu membuat aku bisa memakai jas hujan kurang dari satu menit karena berlomba dengan turunnya air dari langit. B-)

kondisi jalan yang kami lalui mulus saja kecuali di jalan cianjur-sukabumi. jalan yang dari kejauhan mulus itu ternyata menyimpan banyak jerawat berupa lubang2 yang diameternya bermacam2. untungnya dalam rombongan ini ada semacam tanda yang dipakai utk memperingatkan anggota yg lain. kalau lubang berada di sebelah kanan maka kaki kanan sang ketua rombongan akan diangkat menunjuk ke lubang, begitu juga sebaliknya. tanda itu (kaki kanan diangkat) juga dipakai utk memberi tahu motor di belakang bahwa kita akan menyalip kendaraan di depan. =)

oya, gue lupa ngasih tau kelengkapan baju yang dipakai di perjalanan malam menggunakan motor inih. pertama, aku pakai baju standar akhwat : baju+celana panjang. trus aku make jaket rajutan trus dirangkap dengan coat warna cokelat tua. kaos kaki yang kupakai ku dobel dua dan memakai sepatu plastik dengan alasan agar bisa dipakai di pantai dan cepat kering setelah kena air. tidak lupa memakai sarung tangan rajutan yang anget dan jilbab pashmina yg tebal dan panjangnya sekitar dua meter kupakai utk syal sekaligus masker yang bisa menutupi mulut hingga hidung. semuanya membuat nyaman dan hangat di perjalanan yg dingin itu. besok2 aku pengen beli pengaman lutut dan lengan ah.. biar makin safe perjalanannya. ingat, safety first utk perjalanan jauh. =)

balik lagi ke perjalanan. setelah melewati jalanan berjerawat itu. salah satu motor tiba2 mati karena tempat bensinnya bocor deras, analisa kami itu karena kejedug salah satu lobang di jalan. akhirnya kami berhenti di persimpangan dekat TKP dan para bapak membantu memperbaiki motor itu. ibu2nya? ya tidur lah… haha. lumayan 20 menitan.

bersatu memperbaiki motor =D

bersatu memperbaiki motor =D

nah kami pun lanjutkan perjalanan setelah si motor itu dapat berjalan sebagaimana layaknya sebuah motor =D. meskipun kadang2 motornya ngadat lagi di jalan. tapi kawanan itu setia menanti para anggotanya sehingga rombongan kami jarang sekali terputus iring-iringannya.Β  sekitar jam setengah 5, kami mampir ke masjid terdekat utk tunaikan sholat subuh dan beristirahat sejenak karena banyak yang ngantuk. tu kan, geng motor juga inget sholat lho… =D.

oya, di perjalanan itu aku sempet terkantuk2 di belakang si kakak. tapi si kakak selalu tau klo aku lagi ketiduran, entah gimana caranya, dan berujung pada penabokan di kaki agar aku tidak tidur. haghaghag

“kakak kok tau aku ketiduran, padahal baru 2 detik…”

“ya tau lah. kalau diem berarti lagi tidur..”

assyeem.. -___-”

dan ketahuilah, melawan ngantuk itu tidak mudah, sodara2… aku beberapa kali kena tabok di jalan. muahahaha… =p

perjalanan dilanjutkan menuju pelabuhan ratu-sukabumi. sampai di sana, sekitar pukul 7 pagi, kami galau menentukan tempat menginap dan mencari makanan pengganjal perut di pagi hari. ada usulan kami mencari penginapan di sekitar pantai pelabuhan ratu atau di sekitaran Bayah karena biaya yang cukup murah dibandingkan dengan di Sawarna. tetapi banyak yang enggan, baik disuarakan ataupun dalam diam. =D. setelah beberapa kali berhenti tanpa ada keputusan menginap dimana, minum kopi di kedai dekat pantai dan tidur2an di jalan. perjalanan menuju pantai sawana dilanjutkan kembali. dan sayah lapaarrr… =))

di sepanjang perjalanan dari pelabuhan ratu ke sawarna, pemandangan khas pantai selatan tersuguhkan dengan begitu cantik. dari pl. ratu ke sawarna kami harus melewati bukit karena sawarna ada di balik bukit yang kita lihat di pantai palabuhan ratu. keren? bangeeeettt….!! ah, pokoknya mah… mulut ternganga2 melihat keindahan bumi ciptaan Alloh 8->

salah satu sudut pantai selatan

salah satu sudut pantai selatan

sekitar jam 11, kami beristirahat kembali di bengkel utk memperbaiki motor yang sempat mati tadi dan makan siang di warung nasi di dekat bengkel. menu makannya benar2 kaya karbohidrat : nasi+mie goreng+tempet oreg+telur dadar. aku bisa menghabiskan satu piring karena kelaparaaaaaan. =))

dari situ, perjalanan tinggal sebentar lagi. dan hujan rintik2 lalu menderas di perjalanan =)). kami hanya tertawa2 sembari memakai jas hujan =D. alhamdulillah, kami sampai di desa sawarna pukul 12an. 12 jam di jalan!!!

Dan benarlah saat itu musim liburan… mobil2 berderetan di pinggir jalan utk parkir karena fasilitas parkir yg minim dan memang mobil tidak mungkin masuk ke lokasi wisata karena harus melewati jembatan gantung yg terbuat dari bambu dan kayu. begitulah kami, para boncengers harus turun agar pengemudi motor bisa lebih tenang melewati jembatan yg cukup panjang itu.

dan konyolnya aku waktu menyusuri jembatan yg rawan goyang2 itu adalah jas hujan yg kupakai kegedean di celananyaaa… *cuaca masih gerimis mengundang* padahal tangan kiri harus megangin helm dan tangan kanan pengangan tali pembatas jembatan di samping agar tidak jatuh ke sungai besar di bawah jembatan. gue harus memprioritaskan keselamatan gue dong yaa… peduli amat sama celana yg melorot. jadilah celana jas hujan yg kupakai agak melorot dan menyapu lantai jembatan. gue berasa bego bangetΒ  =)) =)) -___________-”

begitulah kisah keberangkatan hingga sampai di pantai sawarna

tanjung layar =D

tanjung layar =D

papan selancar utk para lifeguard

papan selancar utk para lifeguard dan tak lupa bibir pantai di depan warung

 

to be continued.. :D

27 thoughts on “Touring Bandung – Pantai Sawarna (2)

Ciyee yang maunya jadi silent readers, tinggalin komen dong ah...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s