Wisata dan Nyicip Kuliner di Tanah Daeng

masih tentang tanah daeng yang saya kunjungi beberapa waktu lalu.

hari pertama  di Makassar, saya nggak kemana-mana, hanya di kantor untuk coaching penanggung jawab di lapangan. tujuannya agar program yang berjalan di sana berjalan dengan lancar. cuaca di makassar juga lagi “Adem-adem”nya karena dalam satu hari hujan turun 3-4 kali =D. meskipun hujan cukup sering tapi saya tetap merasa gerah =D.

Siang hari itu saya mencicipi sup konro dan coto makassar.
sup konro sebenarnya bukan makanan asing buat saya karena udah pernah nyobain di rest area 57. saya nyicip lagi karena sup konro itu enaaakkk… hehe =P~
klo coto makassar saya nyicipnya pas makan malam, saya kira si coto ini ga jauh2 bentuk dan penampakannya kayak soto di pulau jawa dan soto2 lain yang pernah saya makan.

dan wow, emejing… saya tertipuhh… =))waktu kami pesan coto, mas2 pelayannya tanya “campur semua?”
saya berpikiran bahwa campur semua itu artinya adalah daging dan campuran semacam kecambah atau sayuran lain dicampur di satu mangkuk. jadi saya jawab dengan tampang polos “iya, campur semua aja”
Ternyata, ketika mangkuk coto sudah ada di hadapan saya, isi mangkuk kecil itu hanya kuah berwarna cokelat keruh dan berbagai macam daging dan jeroan.

sayurnya manaaaaaaaaaa?? =..=

dan saya tidak kuat menghabiskan satu mangkuk kecil coto itu. saya hanya memakan daging dan dibantu oleh jus terong belanda yang memberikan kesegaran di tengah2 ke-eneg-an perut saya. haha

esoknya, hari Sabtu yang sekaligus hari terakhir saya di sana, saya menyempatkan diri untuk mengunjungi Pantai Losari. tadinya saya kira saya cuma bisa mengunjungi satu tempat saja karena buta peta makassar. dan waktu saya liat di gugel map, meskipun pantai losari dan fort rotterdam itu satu jalur tapi kayaknya jauh  dari titik awal perjalanan kami. apalagi saya gatau Makassar itu macetnya di titik mana aja. tapi ternyata… kantor saya itu dekat dengan lokasi wisata. hanya kira2 15 menit naik motor, saya bisa sampai di sana. jeprat-jepret jeprat jepret.

Di Pantai losari saat pagi hari itu ternyata bukan ide brilian. karena matahari Makassar menyengat seluruh tubuh kami. mata silau terkena siraman cahaya dan LCD kamera tidak bisa dilihat dengan jelas untuk melihat preview hasil jepretan.

DSC_6574 DSC_6568 DSC_6565

entah karena apa, saya tiba2 ngerasa ga gitu napsu motret2 di sana. mungkin karena saya “sendirian” #eaaa *jedokin kepala ke tembok*

ah ternyata pantai losari itu “gitu doang”. kecewa gue =)). kalau saya bilang mah, pantai yang ga punya pantai. hanya karena spot ini memiliki banyak icon kota makassar. seperti perempatan dago bandung yang ada tulisan D-A-G-O nya. dan pantai ini memiliki banyak titik kuliner di sore hari. bahkan jalanan di depan pantai ditutup agar para pengunjung lebih leluasa untuk mengeksplor “pantai”. mungkin kesan saya yang biasa2 aja terhadap pantai ini bisa berubah jika saya ke sana ketika sore hari saat moment sunset dapat dinikmati dengan leluasa tepat di lokasi ini. ah, sudahlah… tahun ini saya ke sana lagi kok #eaaa *pede =P

DSC_6523 DSC_6540 DSC_6554

trus apa lagi ya? oya, di sana ada masjid terapung. katanya ustadz anis matta sholat ashar di sana waktu lagi berkunjung ke makassar beberapa waktu lalu.DSC_6508

usai dari sana, saya bersama teman asli Makassar saya melanjutkan perjalanan ke fort rotterdam. jarak antara Pantai Losari dengan Fort Rotterdam ternyata cukup dekat. kira2 5 menit naik motor. dan ketika saya sampai di sana, imajinasi saya dengan kata “benteng” tidak sesuai dengan kenyataan. Fort Rotterdam ini di mata saya hanya seperti bangunan biasa dengan tinggi tidak lebih dari tinggi rumah secara normal. kata teman saya, sebenarnya dulu tepat di depan rotterdam ini masih berupa pantai lalu terus menuju lautan. namun seiring dengan berkembangnya perekonomian di Makassar, pantai itu berubah fungsi menjadi jalan dan akhirnya menjadi jalan raya seperti sekarang. hal itu menyebabkan benteng yang tadinya berdiri gagah menjadi “memendek” dan kurang  menarik lagi. ah, mungkin ini karena saya sudah terlanjur mengeksplor Benteng Van der Wijck yang mewujudkan semua imaji saya dari sebuah benteng. mohon maaf.

DSC_6589 DSC_6591

kanal air nan bersih

kanal air nan bersih

birunya langit makassar

birunya langit makassar

setelah saya selesai berkeliling benteng dan membeli beberapa souvenir, saya dan teman saya mencicipi es kelapa di pinggir pantai losari. saya kira es kelapanya itu ya es kelapa seperti yang saya temui di bogor, bandung, jakarta: buah dikerok dan disimpan di gelas kaca warna putih berukuran besar trus dikasih gula sedikit dan dikasih es. eh, gataunya. es kelapa yang dimaksud adalah buah kelapa yang dibolongi trus dikasih sedotan. walah, terus terang itu pertama kalinya saya minum air kelapa dari buahnya langsung. tapi saya dan teman saya akhirnya minta kelapanya dibelah agar bisa makan buahnya. sendok yg buat ngerok buahnya itu dari kulit kelapanya. klo ini mah udah sering saya lakuin waktu di kampung dulu.

siangnya saya dan teman2 menikmati kuliner Pallubasa.
kalau kata saya sih itu sebenernya nama lain dari gulai daging. :))
klo yang ini mah, saya habiskan dengan begitu membabi (tidak) buta karena saya sangat lapar siang itu… =))

sore2 menjelang kepulangan kami ke bandung via bandara Sultan Hasanuddin, kami mencicipi pisang epe. ah, enak banget itu pisang… full of lemaks #nyam. jangan salah ya, itu pisang epe meskipun cuman sepiring kecil dan isinya cuman 3 biji, ngabisinnya penuh perjuangan. kita yang dari bandung lirik-lirikan penuh arti karena hampir kehabisan napas buat khatamin menu sore itu. :))

sunset yang berselimut mendung

sunset yang berselimut mendung

sekian reportase yang telat ini.

semoga ketemu lagi dengan Makassar. ^____^

NB: foto di atas asli tanpa editing. cuman resize aja biar ga makan kuota blog. dan saya memang ga bisa ngedit sih, hahaha :p

4 thoughts on “Wisata dan Nyicip Kuliner di Tanah Daeng

    • huwaaa…. maap bikin mupeng… :D

      aku belum nyobain pisjo di sana, nanti kalau ke sana lagi aku harus cobaa.. dan juga harus menikmati sunset di Losari!

      searching tiket murah aja neng… n cari kenalan biar bisa numpang tidur *ngirit :D*

Ciyee yang maunya jadi silent readers, tinggalin komen dong ah...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s