Cerita Dari Merapi

Hari Sabtu lalu saya menyambangi Merapi.
saya sebenarnya tak punya kenangan khusus tentang ini, tapi dulu si kakak, sebelum terjebak dalam kehidupan pernikahan bersama saya, pernah ke Merapi ketika Bencana Erupsi melanda tahun 2010an. Dia dan teman2nya pergi ke sana utk liputan dan ikut membantu trauma healing kepada anak2 melalui fotografi. momen inilah yang menjadi salah satu latar belakang munculnya komunitas tOekangpoto.

oya, saya tiba2 nyasar di jogja karena ada pelatihan social mapping sama Bapak Bagus Aryo di daerah Kaliurang Selatan. 2 hari pelatihan syalalala, akhirnya sabtu pagi ba’da sholat subuh saya dan beberapa kawan dari kantor yg ikut pelatihan ikut touring naik jeep ke Merapi utk liat sunrise. perjalanan ke Merapi pagi buta itu melewati jalur truk yang setiap waktu melintasi jalan untuk mengangkut pasir bekas erupsi merapi. kata sopirnya, pasir2 itu memang harus diangkut dan siapa saja boleh ngangkut yang penting ngurus perijinan dulu. pasir erupsi ini katanya kualitasnya lebih bagus dari pasir2 biasa karena masih basah (atau apaa gitu ya? haha). intinya mah bagus aja kualitasnya, dan perputaran uangnya mencapai 1 Trilyun dalam 1 tahun. We O We. karena itulah jalanan yang kami lewati penuh debuu… jangan lupa pasang masker.

kami di atas mobil kami

kami di atas mobil kami

salah satu moil jeep

salah satu mobil jeep

ternyata ga hanya jeep kami yang touring, pagi itu ada serombongan orang dari Perusahaan Entah Apa Saya Lupa juga sedang ikut Lava Tour. ibu2 sama bapak2 yang logatnya jawa medok ribut sana sini buat foto di lokasi melihat sunrise. waktu itu kami kira sunrisenya udah kelewat karena udah lumayan terang, tapi ternyata sekitar pukul 5.37 WIB (saya bisa tau persis karena ngeliat history foto hasil jepretan henpon =P) bola matahari baru muncul. saya langsung ngacir ke tempat yang lebih tinggi utk memotret. ah, saya rindu Nikey waktu itu… =..=

shyfa

shyfa

shyfa-pak faizs-erip-agus

shyfa-pak faizs-erip-agus

siluet kami

siluet kami

siluet

siluet

setelah sunrise, kami meluncur menuju lokasi Bungker, saksi bisu erupsi Merapi 3 tahun silam. diceritakan bahwa di dalam bungker itu 2 orang relawan ditemukan tewas.
ceritanya begini:
ketika ada lahar meleleh (??) dari puncak gunung, para relawan yg sedang mengevakuasi langsung lari ke bawah. namun 2 relawan tidak mau turun, mereka malah masuk ke bunker. katanya “mau nyobain bunkernya: kuat atau nggak”. Allohu, ternyata itu adalah jalan dimana Malaikat Maut mencerabut nyawa mereka. di dalam bunker mereka terpanggang hidup2. salah 1 relawan ditemukan di dalam bak air, dan tentu… seperti direbus hidup2.
saya benar2 jeri saat membayangkan sakaratul maut mereka, merasakan dari hangatΒ  lalu panas lalu terbakar. semoga nyawa mereka sudah dicabut terlebih dahulu oleh Izrail sebelum panas itu datang membakar. aamiin.

bunker

bunker

DSC_1196

DSC_1199
lanjut tentang Merapi, di touring itu juga kami diantarkan ke “museum erupsi” milik penduduk setempat. yaitu sebuah rumah dipenuhi “artefak dan fosil” pasca erupsi. di samping rumah ada beberapa warung yg menjual oleh2 khas merapi: jahe instan, kopi jahe instan merapi, dan banyak souvenir lain. touring berakhir sekitar pukul 7.30 pagi.

jam bukti erupsi

jam bukti erupsi

kacamata dan benda2 lain

kacamata dan benda2 lain

foto2 before-after erupsi

foto2 before-after erupsi

setelah itu, saya beres2 di penginepan dan menunggu kawan2 tOekangpoto Jogja yang akan menjemput saya ke petualangan Merapi selanjutnya. sejujurnya saya ga kenal dekat secara personal dengan mereka. saya hanya pernah ketemu sekali sama mbak tin (waktu tragedi siung) dan dua kali sama mas wahyudi (waktu tragedi siung dan mubes TP), dan ada desi yg menyertai mereka.

saya dijemput sekitar jam 11 dan sampai di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi sekitar jam 12 kurang. lalu setelah diskusi sebentar, kami naik ke bukit purnorogo (klo ga salah inget) sekitar 40 menit (banyak sesi berenti dan ngobrol2nya). di atas bukit, saya bisa melihat kawasan gunung Merapi yang saya sambangi tadi pagi. traktor2nya juga keliatan =). sekitar jam setengah 2, kami sudah sampai di bawah dan memperhatikan sekitar 30 ekor monyet yang sedang bercengkerama.DSC_1237 DSC_1247

DSC_1242

DSC_1245

lalu kami makan siang di Sop Pak Min (gatau juga dimana letaknya karena saya tidur di jalan haha) dan melanjutkan perjalanan ke Huntap (Hunian Tetap) yang menjadi perumahan bagi para pengungsi merapi. tata letaknya mirip2 dengan perumahan di kota, ada blok2nya dan ada denah lokasi di rumah kadusnya. di pengungsian itu kami bertemu dengan Sufi si bocah erupsi. bocah ini baru berusia 1 bulan waktu dibungkus selimut oleh simboknya (simbok: nenek) dan dibawa lari utk mengungsi saat erupsi. sufi ini hidup di pengungsian yang satu ke pengungsian yg lain sebelum Huntap selesai dibangun. tapi kalau melihat kondisi si sufi, ga bakal keliatan klo dia mengalami “trauma” seperti itu karena sangat lincah berlarian dan badannya gempal dan putih. hehe =D

sufi dan mas wahyudi

sufi dan mas wahyudi

mbak tin bersama sufi dan simbok

mbak tin bersama sufi dan simbok

kami lalu pulang, mandi syalala, trus nonton Drama Musikal yang dimainkan oleh anak2 Merapi yg sudah cukup besar usianya di Taman Budaya Jogja.

DSC_1272

DSC_1280

DSC_1281
saya sangat terinspirasi dengan anak2 Merapi, yang tak pernah membiarkan trauma masa lalu memberangus keceriaan mereka. bahkan mereka bisa berkarya dengan bakat dan kemampuan masing2.
yuk ah, jangan kalah sama mereka =D

btw, semua poto di atas diambil dengan sony xperia J oleh saya sendiri, kecuali yang ada foto saya-nya =D

salam potret selalu.. ^___^

24 thoughts on “Cerita Dari Merapi

Ciyee yang maunya jadi silent readers, tinggalin komen dong ah...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s