Touring Bandung-Pantai Ranca Buaya

saya klo lagi males ngeblog, malesnya ga ketulungan. pengalaman seseru apapun tidak akan bisa menggerakkan jemari saya yang bak telunjuk semua ini menari di keyboard. fufufu.. n fyi, tour ke Eropanya Pulau Jawa ini sudah saya khatamkan beberapa hari sebelum Ramadhan 1434 H. kebayang kan betapa jadulnya postingan ini.muahaha.

oya, tempat ini disebut Eropanya Pulau Jawa karena KATANYA pemandangan pantainya mirip di ERopa. saya gatau juga sih itu bener atau nggak karena saya belum pernah ke ERopa. moga2 ada yang jadi donatur buat kitah buat jalan2 ke Eropa. :V

jadi ceritanya, saya sudah merengek2 ke #uhuk suami saya alias si kakak untuk touring ke Rancabuaya atau Ujung Genteng sejak tahun lalu. dari gaya manis manja sampai barbar sembari maksa. akhirnya semua tipu daya dan jerih payah saya itu terbayar saat dia mengajak saya touring ke sana. katanya gini “just give me a little time…”
oke, saya terharu. hehe.
ya ga perlu dikasih tau lah ya klo saya langsung ngegelendot di sampingnya. hoek.

sabtu pagi tanggal 6 Juli 2013 sekitar jam 6 pagi, setelah mandi, sholat subuh dan sholat shafar kami sudah di atas motor, bersiap memulai touring ke Rancabuaya, sang Eropanya Jawa Barat. \^^/ rute yang kami (dia sih,,,hehe) adalah lewat pengalengan, situ cileunca, teruusss… ke garut via Cisewu (klo ga salah ingeettt =P).

di pagi itu, ketika saya sampai di daerah pengalengan, tangan dan kaki saya  nyaris beku karena angin dingin yg menusuk tulang belulang. kami istirahat sebentar buat sarapan: lontong kari dan beberapa gorengan Serta mencari perbekalan di minimarket terdekat. kata si kakak di sana jarang ada warung.

di atas situ cileunca

di atas situ cileunca

persiapan kedua siap!
kami kembali meluncur ke jalanan menuju Pantai. jalan berliku dan berkelok menjadi santapan utama saat touring waktu itu. jalanan yang mulus sampai rusak karena diterjang hujan dan longsor dari perbukitan membuat perjalanan ini sangat dinamis.  *ini bahasanya kayak lagi bikin artikel -__-*. saya sempat kebingungan mencari masjid utk buang air kecil karena di kawasan itu rumah penduduk relatif jarang dan ukuran masjid relatif kecil sehingga fasilitas MCKnya tidak ada.

jalanan agak rusak karena terkena longsor

jalanan agak rusak karena terkena longsor

???????????????????????????????

perbaikan jalan

pada perjalanan itu kami melalui dua objek yang cukup mencolok selain sungai dan lembah2 nan hijau, yaitu

  • jembatan yang sudah sangat mulus dan lebaarrr… kalau kata kakak, dulu jembatan penghubung daratan yang dipisahkan oleh sungai besar sangat minim fasilitasnya, sehingga mobil, motor atau bus harus bergantian memakainya. tapi sekarang sudah sangat baguusss. makasih banget buat Kang Aher Sang Gubernur Jabar.
  • Air Terjun mini di pinggir jalan.
jembatan lama yg sudah tidak dipakai

jembatan lama yg sudah tidak dipakai

jembatan baru

jembatan baru yg dibangun tepat di sebelah jembatan lama

di kawasan kabupaten Garut, kami benar2 melintasi bukit, naik turun bukit yang satu ke bukit yang lain. kalau tidak salah hitung ada 12 bukit yang kami lewati sampai akhirnya kami melihat Laut di ujung horizon sana. bisa ditebak, saya teriak2 di boncengan motor: “itu.. ituh….. di sana.. baguuss…”
maksud gueh: itu laut,,,
kecerdasan verbal saya waktu itu tiba2 jadi setingkat batita.

the sea over there

the sea over there

kami lalu berfoto2 ria.
maksud berfoto ini adalah saya memotret dia lalu dia memotret saya.
maklum lah mbak mas, bawa tripod adalah kerepotan nomer 70 yang akan kami bawa ke touring singkat waktu itu. dan pose berdua adalah pose nomer 13 yang kami buat saat hanya ada kami di perjalanan. yg artinya… sangat jarang.. =P

at the top of the hill

at the top of the hill

sekitar jam 12.20 kami sampai di Pantai Rancabuaya dan saya langsung ke resepsionis salah satu hotel yang letaknya di dekat pintu gerbang. alhamdulillah, room ratenya masih bisa dijangkau dompet kami sekitar Rp 300.000,-. ruangannya sangat luas utk kami berdua dan ada ACnya. Yaiyalah, demi apa klo tiga ratus ribu ga pake AC! -__-
kamar
setelah sholat, mandi, dan beres2 semua perlengkapan touring kami, saya berkelana ke depan hotel utk memesan makanan. waktu saya ke rumah makan itu, saya diajak ke freezer yang isiny berbagai jenis ikan  yang ditangkap tadi pagi dan dapat langsung dipesan. wow… banyaakk…. saya langsung pesan cumi2 sesuai permintaan sang Raja dan masih bertanya2 bagaimana menghabiskan 1 kilo cumi2 saat berjalan pulang ke kamar penginapan. tak berapa lama cumi2 datang dan seperti yg saya duga: porsinya kebanyakan buat kami berdua! saya pikir 60 rb cumi2 dan nasi itu bisa utk makan siang 4-6 orang. karena nasi dari warung makan itu diletakkan di sebuah “sangku” berukuran sedang. cumi2 itu hanya habis sekitar 2/3nya.

sebentar kemudian kami ke lokasi lain utk melihat garis pantai selatan.
dan memang, perjalanan 6 jam itu sangat layak utk menikmati pemandangan yang menakjubkan.
and what’s the place?
it’s a secret. :P
at least until i write it down in this blog, haha.

sekitar jam 3, kami kembali ke kamar dan leyeh2 sebentar, ngecas henpon dan kamera mirrorless yang kami bawa. jam setengah 5 kami menyusuri pantai rancabuaya dengan jalan kaki dengan kamera di tangan dan tak lupa jaket utk melindungi badan saya yang nyaris underweight ini dari paparan angin laut yang luar biasa besar. kami tidak terlalu jauh menyusur pantai, biasa2 saja. kami ga sampai naik2 bukit karang yang menjulang di sebelah timur kami. jalan2, ngobrol sama anak kecil yg lagi main di pantai, dan motret sunset yang tertutup mendung.


menjelang maghrib kami balik ke penginapan setelah sebelumnya memesan makan malam di warung makan yang sama dengan menu ikan syalala (ga inget namanya apaan -_-). pemilik warung menawari saya utk memesan ikan yang beratnya 2,5 kg bersama dua orang bapak2 yang kebetulan sedang liburan di sana. ok, Deal!

ketika ikan syalala goreng itu sampai, kami lagi2 takjub karena ikan yg sudah dipotong jadi dua itu masih tetap besar ukurannya dan hanya sanggup kami habiskan separuhnya. itu pun udah sambil dicemal cemil dengan sambel kecap. lalu kami berinisiatip utk membungkus nasi dan lauk pauk yang ada bersisa utk sarapan besok pagi, lumayan kan?

ba’da subuh esok hari, saya dan kakak kembali main ke ujung timur pantai utk melihat sunrise.
kali ini make motor karena kaki udah lumayan capek. dan well, matahari kembali tak terlihat sempurna karena tertutup mendung. sejak kapan sih aye dapet sunrise sempurna pas main ke pantai? =)). semoga nanti pas saya ada kesempatan main ke bali. aamiin. =P

kami tak berlama2 di pantai karena kami harus segera pulang ke Bandung. kami rencananya mau susur pantai via pameungpeuk. oya, kami sudah mandi dan beres2 sebelum adzan subuh berkumandang karena waktu kami sangat terbatas.
Aaaakk..tidak sabar saya melanjutkan perjalanan ke sana. sekitar jam setengah 7 kami sudah melaju di jalanan.

masjid di tepi laut

masjid di tepi laut

perjalanan pulang kami diwarnai dengan jalan yang rusak cukup parah.
entah karena hujan yang luar biasa dahsyat atau karena sering dilewati kendaraaan berat… atau keduanya. hingga ada adegan mendorong motor karena si pucay tidak kuat nanjak. =)).
kocak memang waktu itu, jadi pas motornya stuck karena kepentok batu yang cukup besar, saya pengen langsung turun agar motornya ga jatuh. tapi apa daya, posisi duduk saya yang kejepit di antara si kakak dan kotak ajaib di belakang, membuat saya harus berusaha keras utk melepaskan diri. alhamdulillah si motor dan pengemudinya ga jatoh berguling di jalanan menanjak nan penuh batu itu. adegannya ndorong motornya juga jadi agak2 dramatis karena disorot matahari pagi yang baru mau nongol di ujung timur sana =D

ndorong motor

ndorong motor

saat susur pantai itu, mulut saya lebih banyak diam dan mata saya tak bosan memandang di sebelah kanan jalan. it was a Wow moment banget karena garis pantai seakan tidak terputus. apalagi ditambah dengan lokus2 persawahan yang sedang dipanen oleh petani setempat. so beutifuull…. *pengen susur pantai lagiii… =..=*

lagi2 lautt

lagi2 lautt

entah sampai mana, motor tiba2 berbelok dan kami memasuki gerbang yg bertuliskan
“Selamat Datang Di Pantai Santolo Indah Kabupaten Garut”
Waaaa….. saya  benar2 senang.

lalu motor diparkir di dekat TPI (tempat pelelangan ikan) dan kami langsung cari tempat utk sarapan. kami duduk di barisan bebatuan yang memanjang ke arah laut. di samping kiri saya terlihat wisatawan sedang bermain banana boat lalu di kiri saya ada sebuah daratan lain yang dipisahkan dengan laut sejauh 10 meteran. saya kira saya sudah ada di pantai Santolo, gataunya itu baru semacam “pintu gerbang”nya dan daratan yang saya liat sangat dekat dengan hidung saya itulah yang namanya Santolo.

pembatas

pembatas

tapi begitulah takdir ya, meski sudah sangat dekat jika belum jodoh ya ga akan ketemu. meski saya sudah merengek utk main “sebentar” ke seberang, si kakak menolak karena ga akan cukup waktunya. heuheueheu. oke, kami lalu fokus utk sarapan, meski saya masih sempet ngelirik2 ngiler ke daratan sebelah. =P

santolo di sebrang sanah

santolo di sebrang sanah

lalu kami kembali beberes utk melanjutkan perjalanan ke bandung setelah membeli 2 ekor ikan yg beratnya hampir 3 kilo. perjalanan ini tidak jauh berbeda dengan saat kami berangkat yaitu perbukitan demi perbukitan dengan lembah dan jurang di pinggir2nya. di sebagian besar perjalanan itu kami jarang mendapati pemukiman penduduk, hanya ada pohon, hijau, dan udara segar. saya benar2 jatuh cinta dengan Jawa Barat.

sekitar jam 4 lewat kami sudah memasuki kawasan Bandung, tapi tetap saja kami baru sampai rumah sekitar jam 7 karena tersendat macet di rancaekek. macet yg benar2 luar binasaaa…
sampai rumah, kami langsung beres2 sholat dan istirahat.

saat saya melihat tumpukan baju kotor di keranjang sudut kamar, mereka seakan2 berkata
selamat tinggal liburan, selamat kembali ke kehidupan nyata.

semoga saya bisa touring lagi, destinasi yang saya inginkan adalah
Ujung Genteng atau Santolo (benar2 ke santolonyaaaa!!!)

aamiin

32 thoughts on “Touring Bandung-Pantai Ranca Buaya

  1. Pingback: Touring Bandung-Ujung Genteng #2 | Rest Area KM 49

  2. Pingback: The Hidden Paradise: Pantai Santolo | Rest Area KM 49

      • Dulu sempat menikmati suasana kampungnya Aa’ Gym di Geger Kalong, saat saya ada undangan presentasi di Kantor Divre Telkom (Litbang) di sana. Kesejukan alam sekitarnya ngangengin, meski belum sempat menjelajah sampai ke pelosok karena keterbatasan waktu.

        Yang jelas saya ngiri dengan daerahmu yg punya pemimpin berkualitas seperti Pak Aher, Pak Ridwan Kamil, dll.

Ciyee yang maunya jadi silent readers, tinggalin komen dong ah...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s