Kalau aku mati, kakak mau nikah lagi?

kita

kita

“kak, kalau nanti aku meninggal duluan. kakak mau nikah lagi ga?”

saya tidak tahu mengapa saya bertanya tentang itu malam tadi. Mungkin karena saya lebih banyak berfikir tentang kematian akhir-akhir ini. saya tau kebersamaan di dunia tidak akan lama. salah satu dari kami pasti akan pergi terlebih dahulu, atau jika beruntung maka kami akan pergi bersama-sama. lalu kembali dipertemukan di surga, jika Allah meridhoi (aamiin ya Alloh).

saya juga berfikir tentang keberlangsungan generasi.
bagi kebanyakan orang yang membaca ini, mungkin mengira saya berfikir terlalu jauh dan mengingat kami baru bersama 23 bulan terakhir. but, who knows jika umur saya tidak akan lama di dunia? hanya Dia yang tau kan? :D

“mm… gatau..”

saya diam mendengarkan sunyi yang kembali mendominasi.

“emang boleh..?” tanyanya kemudian
saya terhenyak sejenak. tak menyangka jika pertanyaan itu agak menusuk hati.

“hmm.. ya boleh aja” kataku setelah berfikir kembali. “yang penting dia harus lebih baik dari aku. agar kakak lebih bahagia”

dia juga harus lebih sabar dari saya, tidak cengeng, dan tentu saja lebih sholihah dibanding saya.

“jangan mikirin itu, adek udah lebih baik kok…”

saya terdiam lagi

“dan aku sudah bahagia bersamamu..” katanya kemudian.

krik.

“buwahahahaha..” sumpah, saya ga tahan buat ketawa mendengar tata bahasanya si kakak yang cukup terasa aneh di telinga.
buyar sudah kesyahduan yang terbangun selama 10 menit terakhir. cus..cus.. plis deh.. -____-”

“ketawa lu..” dan saya ditoyor “ape lu? ketawa sono…”
dan kami tertawa bersama-sama kembali.

malam yang aneh. -__-“

About these ads

41 thoughts on “Kalau aku mati, kakak mau nikah lagi?

  1. Hihi… so sweet~ :D
    Tp wajar, kok. Mikirin tentang kematian trus bertanya apakah pasangan akan menikah lg kelak kalau kita diambil duluan. Soale kan, mahfum kalo perempuan yg ditinggal duluan, kita betah sendirian sampai kita diambil jg. Tp berbeda dgn para lelaki.
    Saya pernah nanya ini jg…ke ibu saya (eh, kok malah nanya ke ibu? iya dong, soale saya kan belum merit. hehe) Kata ibu, itu wajar, krn lelaki punya kebutuhan. Gitu sih jawaban beliau.
    Tapi apapun itu, nikmati aja kebersamaan saat ini. Perbanyak saling memberi kebaikan satu sama lain. Urusan nanti, itu mah masih misteri Ilahi. :)

Hello Readers... leave your message(s) here to me ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s