Belajar dari Keluarga Pak Cah

rumah pak cah. maap g bs semua tercapture krn difoto dg HP Samsung Galaxy SIII mini.  XD

rumah pak cah. maap g bs semua tercapture krn difoto dg HP Samsung Galaxy SIII mini. XD

tanggal 25-28 mei kemarin saya dan puluhan orang dari komunitas tOekangpoto menginvasi rumah Ustadz Cahyadi Takariawan atau yang lebih dikenal dengan Pak Cah. kebayang kan dengan kata “PULUHAN”? hehe

saya hanya tau Pak Cah dari buku2 yang beliau tulis dan pernah memotret beliau saat ada event Hari Ibu se-Kota Bandung, sedangkan istrinya? Ummi Ida, saya  kenal dari blognya di sini: http://ida-nurlaila.blogspot.com. Penilaian awal saya untuk sepasang ustadz dan ustadzah ini adalah pasangan yang ideal dengan semua makna yang terkandung di dalamnya. #eaaa :p

kemudian analisa saya itu diperkuat dengan pengalaman saya di rumah beliau selama kurang lebih 4 hari 3 malam. Menginap di sana adalah pengalaman yang sangat kaya. saya sangat belajar kepada Pak Cah dan ummi Ida bagaimana menghormati tamu seperti yang Rasulullah ajarkan.

subhanallah, fasilitas yang diberikan itu sangat di luar ekspektasi kami, terutama buat yang perempuan. *maap eaaa bapak2 :p* Keluarga Pak Cah memiliki sebuah “paviliun” kecil di belakang yang diperuntukkan bagi para tamu yang akan menginap. perlengkapan di dalam kamar itu bak rumah bagi keluarga kecil. kamar mandi+wastafel, kasur kingsize, AC, TV LCD, komputer, karpet nan empuk, dispenser, kulkas kecil, dan segala hal yang bisa diminum yaitu berbagai macam kopi dan teh. *terharu* Kamar itu bisa ditempati sampai 10 orang :D

paviliun tamu

paviliun tamu

Kami bisa dengan bebas mengakses kompor gas untuk membuat air panas mendidih. bahkan di hari ke-2 kompor gas di ruang penghubung antara garasi besar dan taman belakang menuju kamar tamu dipindahin sama bapak2 ke depan Garasi. begitu juga dengan persediaan gula dan teh :)). maapin kami Pak.. Bu… XD

tidak hanya itu, kami yang nyuci beberapa helai baju karena ga bawa banyak baju, dijemurin sama khadimatnya daaann… beteapa kagetnya kami karena ternyata baju yang kami kira cuma dijemurin itu sekalian disetrikain. huhu… subhanallah..

Kami juga dijamu oleh Pak Cah langsung di Sate klathak Pak Pong sampai kami benar-benar tak sanggup laaagiii… menerimaaa semuaanyaaa…. *nyanyi lagu kebangsaan di perjalanan rakornas Solo, wkwkwk.* padahal Pak Cah baru pulang dari Singapura >,<.

Pak cah cerita tentang kuliner jogja.

Pak cah cerita tentang kuliner jogja.

kedua empunya rumah juga sering nimbrung sama kita buat ngobrol2. huhu… sayangnya badan saya udah ga kuat buat ikut ngobrol bareng di Garasi. maklum, saya udah roadshow dari Solo sejak tanggal 22 malam. Tanggal 28 pagi, saya benar2 ga bisa menahan diri untuk pingsan tidur. =_=

Pak Cah dan para perusuh.  Ga Usah nyari saya di foto itu, saya lagi pingsan di kamar belakang.

Pak Cah dan para perusuh.
Ga Usah nyari saya di foto itu, saya lagi pingsan di kamar belakang.

jazakumullah Pak Cah, Ummi Ida dan keluarga. Juga buat Azka dan Revo yang selalu ceria dimanapun. ^^
Terima kasih atas ilmu yang diajarkan tanpa kata sedikitpun.
saya akan berusaha untuk membuat rumah yang homy tak hanya untuk saya dan keluarga tapi juga bagi semua yang datang.

*semangaaattt bayarrr rumaah ncuusss, hehe…*

13 thoughts on “Belajar dari Keluarga Pak Cah

  1. makasih atas liputannya. Senang bertemu dengan komunitas kereen. Semoga semua doa dan harapan mbak ncus terkabul. Mohon maaf atas kekurangan selama acara di jogja….salam hangat dari mertosanan.

  2. masyaAllah ya Pak Cah, tutur katanya lembut, akhlaknya juga.. orang dulu memang luar biasa banget.. itu di Jogja kak? seneng banget yah bisa ketemu Pak Cah yang masyaAllah banget.. *pengen*

Ciyee yang maunya jadi silent readers, tinggalin komen dong ah...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s