Pengalaman Sendiri Di Kuala Namu

terbang

terbang

sebelum Ramadhan, saya terbang ke Medan. Dan ini adalah kali pertama saya pergi ke sebrang pulau sendirian pake pesawat. biasanya paling sedikit saya bertiga dan saya sendirian yang perempuan, yg lainnya jadi bodyguard.

ada kejadian yang bikin saya deg2an sampe sakit n pengen nangis di Bandara. jadi pagi2 waktu saya ke bandara Husein Sastranegara, saya ga bawa tiket print out, cuman bawa email tiket dari agen. saya udah buka email tiket itu dari sebelum masuk bandara. jadi biar ga grusa-grusu di depan petugasnya dan keliatan elegan gitu :v. waktu saya masuk dan lolos pemeriksaan petugas di pintu masuk bandara, saya cek emailnya masih ada. aman. saya langsung ambil antrian di Citylink di belakang 2 orang laki-laki. trus saya cek lagi email saya di henpon, dan WHAT? itu emailnya ilang dong bookk…. astaghfirullahal ‘adziim. saya cek di folder “trash”, dan ADA! saya mau klik n move ke folder inbox, eh.. sebelum jempol sempet ngeklik, email itu di-remove dong sama si yahoomail. -___-”

saya langsung diterpa kepanikan luar biasa yg ditandai dengan gemetar hebat dan jantung olahraga sprint. haha. beneran ya, itu saya  bener2 nge-blank mau kayak gimana. saya cuman bisa bilang istighfar dalam hati. abis itu nyoba nelpon agen tiket bwt ngirim email tiketnya yg kemungkinan diresponnya kecil karena belum jam 8 pagi. saya bolak-balik ngecek inbox email, dan masih ga ada aja itu email (ya kali mata saya kesliwer atau gimana). haaa… setress si gue waktu itu. saya sempet nelpon si kakak juga. tapi ga diangkat (yaiyalah… dia lagi di motor) dan saya hampir nangis. ini gimana ceritanya gue ke Medaannn……. =_=lalu saya mencoba tenang, inhale-exhale berkali2 dan istighfar lagi. kemudian saya ngeklik aplikasi yahoomail, dan dengan gemetar ngeklik INBOX. voilaa.. itu email tiket UDAH BALIK LAGI di habitatnya. alhamdulillah… T_T. ini keknya adalah sebuah sentilan dari Allah. heuheu

bandara dari balik kaca

bandara dari balik kaca

Di postingan ini saya akan membahas bandara barunya medan yaitu kuala namu. alhamdulillah saya 2x ke medan, dan ngerasain 2 bandara yg berbeda. saya lihat bandara ini keren banget. keknya gedenya sama kayak CGK tapi panasnya beda belasan derajat celcius. waktu mendarat, pesawatnya harus jalan dulu sekitar 10 menit menuju bangunan bandaranya. waktu yg lumayan lama mengingat Pesawat kan badannya gede. Sesampai di bandara seinget saya dulu waktu di Polonia saya cuma sebentar jalannya menuju klaim bagasi dan pintu keluar, klo sekarang lumayan lama. mungkin sekitar 10 menit: jalan di lorong bandara, turun ke bawah pake eskalator. dari eskalator, klo mau ke luar, belok ke kanan. pintu keluar itu langsung berhadapan dengan pintu masuk stasiun kereta yg katanya keren itu. kalau ke arah kiri dari eskalator itu: ke toilet. :D

lorong bandara

lorong bandara

petunjuk arah

petunjuk arah right after keluar dari bandara

stasiun

setelah bener2 keluar, kita akan langsung liat petunjuk ke stasiun segede gambreng :D

catatan penting: saya perhatikan di bandara ini, toilet dan musholla-nya itu bertebaran dimana-mana. jadi ga perlu bingung, dan… akhwat friendly karena musholla laki2 dan perempuannya dipisah. yey…

counter

counter pembelian tiket kereta

sampai di stasiun, ada counter buat beli tiket. bentuk mejanya memutar gitu, ada beberapa “counter” (saya ga ngerti istilahnya apa :p). harga tiket ke medan Rp 60.000 dengan lama perjalanan sekitar 1,5 jam. ruang tunggu penumpang tepat di belakang counter jual beli tiket itu dan kondisi ruangannya sangat nyaman: luas, bersih, dan ber-ac. inget lho ya ini Medan yang panasnya luar biasa jadi keberadaan AC itu seperti oase di padang pasir.

ruang tunggu penumpang kereta

ruang tunggu penumpang kereta

kereta datang telat 5 menit yang well, buat saya, itu bukan terlambat jika dibandingkan dengan budaya moda transportasi indonesia XD. masuk ke peron keretanya kita nempelin kartu yang dikasih sama mbak2 penjual tiket. nanti perintangnya itu kebuka otomatis.

penampakan tiket

penampakan tiket

bapak2 ini menuju peron

bapak2 ini menuju peron

peron kereta

peron kereta

waktu di kereta… wow.. ini keretanya keren banget. saya ga nyangka ini buatan indonesia. ih, coba klo KRL diganti sama inihh… pasti jutaan warga jabodetabek ga akan sengsara pulang pergi ke tempat kerja. ga ada tuh cerita ibu hamil yang kram kakinya, atau ada orang yang update status mencela keberadaan ibu hamil atau aksi penjajahan kursi oleh sekelompok geng penumpang.

kereta

daleman kereta. bagasinya itu ada di ujung sana. ada juga di ujung sebelah sinih.

dan, keretanya juga muluusss jalannya. di setiap gerbong kereta ada dua bagian yang khusus dibuat jadi bagasi utk para penumpangnya. berbagai macam koper dan tas berukuran jumbo berjubelan dengan cukup rapi di “rak” besi itu. rapi atau tidaknya itu tergantung si penumpangnya waktu nyimpen tas2 mereka.

hmm.. satu lagi, mas-mbak yang suka ngelayanin di gerbong2 itu disebut pramugara-pramugari. saya gatau di kereta lain itu sama atau nggak. istilah itu saya dapatkan dari akun instagramnya staf pramugara kualanamu. haha.
kenapa coba saya bisa nyasar ke akun mas2 pramugara itu?
jadi waktu saya posting foto tiket kereta kuala namu di instagram, ada salah satu akun yg nge-like foto saya. nah, saya kan agak2 heran ngeliat tiba2 ada yg ngelike dengan foto profil yg tergolong alay. jadi saya langsung ngeklik akunnya dan kepo-in semua aktivitas dia yang diposting di instagram. dan terkuaklah rahasia bahwa menjadi pramugara kereta api itu ternyata cukup bergengsi di sana. hehe

penampakan kereta

penampakan kereta

sesampai di stasiun kota medan, saya langsung disambut dengan udara panas khas kota ini. klo misalnya kamu dijemput sama temen waktu di stasiun, pastikan dia jemputnya di jalan apa, karena jalan keluar dari stasiun ini ada 2 yaitu di Jalan Jawa dan Jalan Stasiun kereta api.

di sini, saya berkeliling di Kota yang sangat panas selama 2 hari full. Saya ga punya sunblock, jadi polos aja 2*8 jam panas2an. akibatnya… saya jadi menghitam, dekil, dan memprihatinkan. ah, sudahlah… :P

One thought on “Pengalaman Sendiri Di Kuala Namu

Ciyee yang maunya jadi silent readers, tinggalin komen dong ah...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s