Got Mad In Suroboyo Carnival

abaikan jaket saya =))

abaikan jaket saya =))

Waktu saya ke Surabaya akhir bulan lalu, 27-28 Agsts, malam2nya saya diajak main di kota. Tapi yg ngajak main juga had no idea mau kemana. Waktu searching2 di internet muncullah nama Suroboyo Carnival. Kata Mbak Lusi dan Mbak erlis yang menjadi teman saya selama di Surabaya, “Kita juga gatau gimana bentuknya.. ga pernah kesana. Haha”

Lalu setelah sholat maghrib kami motoran ke lokasi dengan dagdigdug belalang kuncup, siap2 klo misalnya tempatnya mengecewakan, hehe. Waktu kami sampai di lokasi, bianglala adalah hal yg paling mencolok, karena dia yang paling tinggi dari yg lain. Wuaaa… pingin naik ituu… maklum, dari kecil ga pernah kesampean =)). tahan sih cuss… bentar lagi juga bakalan naek itu :p.

lampu2 di parkiran mobil

lampu2 di parkiran mobil

Sebelum masuk, kita beli tiket dulu. Harganya 35rb. Cukup uwow menurut saya. Tapi ya, daripada balik lagi, mending jalan terus aja. Tiket itu hanya tiket masuk ke lokasi pasar malam, karnaval, atau apalah itu namanya. Klo mau nyobain permainan yang lain harus bayar lagi. Ada juga sih yang gratisan, tp cuman sedikit yaitu Galeri Suroboyo. Ini adalah tempat pertama yang akan ditemui klo kamu masuk dg cara yg normal spt pengunjung yg lain. isinya adalah sejarah kota Surabaya, nama+foto walikota dari jaman gatau kapan sampe Ibuk Risma yg sekarang. Lalu ada ruangan yg isinya lukisan pahlawan Sby dan monitor yg muterin film sejarah. Di atas jendela kaca, ada tempelan kertas yg isinya adalah ungkapan2 khas Surabaya, yg sebagian besar adalah Bahasa yg cukup kasar. Kayak “aing-sia”nya Sunda, hehe.

Di ruangan sebelahnya lagi, ada penjelasan motif batik Surabaya yg ditampilkan dg cara yg unik yaitu kita harus baca deskripsinya dengan cermin karena tulisannya kebalik. Sebelum naik ke lantai 2 kita disuguhi dengan ratusan foto yang ditempel di atas langit2 dengan ukuran kecil, sehingga utk melihat lebih jelas pengunjung harus memakai teropong yg telah disediakan di sana. Di lantai 2, kita akan diberi suguhan berupa prototype makanan khas Surabaya (apa jawa timur yak? :v). sampai di sini, saya suka sekali dengan galerinya…

Kemudian kami melanjutkan mainnya karena udah kelamaan di situ. Dari sekian banyak permainan, kami milih Bianglala (10 rb), Roller Coaster mini (15 rb), sama ontang-anting (15 rb). Fyi, saya belum pernah sama sekali nyobain permainan ini. ini adalah flashback kedodolan kami ber-3 di 3 permainan itu.

DSC_0727

bianglala

Bianglala. Setelah nganteri 3 putaran, kami bertiga masuk ke keranjang bianglala. Ketika keranjang mulai bergerak naik, kami saling memandang dan teriak2 “Huwaaa… huwaaa… gerak2 mulu keranjangnya..”. “astaghfirullah… huwaa…” semua tangan berpegangan pada besi bulat di tengah2 keranjang, dan seketika telapak tangan berkeringat dingin. Dan keranjang pun semakin naik ke puncak tertinggi. Ketika kami tepat di ujung bianglala, pas bgt yg keranjang paling bawah itu lagi nurun-naikin penumpang. Kita semakin histeris di atas sana karena goyangannya semakin keras. Sumpah, itu jantung kyk lagi sprint di lapangan Gasibu =)).

Next: Roller Coaster mini. Sebenernya bukan itu namanya, tapi Saya lupa apa julukannya di sana :v. Jadi roller coaster ala Suroboyo Carnival ini ga kayak rollel coasternya Dufan atau Trans Studio. Dia itu kereta2an yang nggak digabungin. Jadi jalannya sendiri2, dan masing2 kereta muat buat 4 orang. Jadilah kami ber4 sama mbak2 pengunjung carnival yg datang sendirian. Suer, ini parah beud… bikin kita teriak2 lebih heboh dari sebelumnya. Sampe mbak erlis yang duduk bareng sama sayah teriak histeris “Cuss… cuss…. Huwaaaa…..” gitu aja diulang2 terutama waktu si keretanya di U-turn atau di turunan dan tanjakan curam. Emang dasarnya kita ga pernah mainan kyk gini sih. Haha.

The Last: Ontang Anting atau di sini namanya Orbiter. Yg merupakan jurus pamungkas di malam itu. Kita diskusinya lumayan lama buat memutuskan naik atau nggaknya wahana ini. harus muter2 dulu, baru balik lagi ke situ. Dan well, akhirnya kita sampai pada keputusan: naik! Dan waktu wahananya aktif, saya teriak sampai ga bisa teriak dan batuk2. Serem gilee kyk mau dilemparin ke fly over deket situ. -__-“

DSC_0751

pasca mainan di orbiter

Mbak erlis yg duduk sendirian cuman bisa merem dan waktu udah keluar dari area ontang-anting. Mbak erlis bilang “wetengku kopyaaakkk…..” =)). arTinya kurang lebih “perutku kegoncang2” eng.. kyknya artinya ga valid deh, tanya ke orang jawa asli aja yak. Saya mah jawa abal2 :p.

Setelah semua gemetar di Badan hilang, kami bergerak ke parkiran motor dan saya dianterin ke hotel. Sebelum bobok, saya makan nasi bebek sambil nonton The Big Bang Theory di laptop. Alhamdulillah kegilaan kami tidak berujung pada demam keesokan harinya. hehe

4 thoughts on “Got Mad In Suroboyo Carnival

Ciyee yang maunya jadi silent readers, tinggalin komen dong ah...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s