Basah Kuyup Demi The Hobbit 3

the hobbit. sumber di wikimedia.org

sekarang nonton bioskop sudah menjadi semacam rutinitas kami tiap bulan. pertama utk refreshing, kedua untuk quality time. nah, The Hobbit 3 adalah film terakhir yg ingin kita tonton di tahun ini karena kita ngikutin sekuelnya dari awal.si kakak udah beli tiket untuk nonton sejak siang hari di XXI Cihampelas Walk, sebuah mall atau kawasan wisata yang sangat populer di Kota Bandung. Jadwal nontonnya kita sengaja ngambil yg jam 20.30 WIB karena jam segitulah yang paling masuk akal jika melihat jam pulang kantor saya. kenapa milih XXI Ciwalk? karena bioskop ini salah satu yg kondisi lokasinya tidak menyeramkan bagi para penonton yg sudah selesai nonton dan akan ke tempat parkir. kami hampir midnight gitu kan baliknya? :D.

Kami punya pengalaman nonton midnight begini di beberapa bioskop: misalnya di XXI BTC di Jalan Pasteur dan bioskop Mall Paris van Java di Jl. Sukajadi. dua bioskop ini horor banget rute jalan kaki dari Lantai atas sampai ke tempat parkirnya. kita harus melewati koridor toko dengan cahaya yang remang-remang. toko2 itu juga dipenuhi dengan manekin yg jika kita salah fokus atau gimana, seperti sedang melihat kita :)). oya, ditambah dengan suasana yg sunyi senyap sehingga kami bisa mendengar dengan jelas suara sepatu dan sandal kami. saya waktu itu sampai merasa sedang syuting film The Walking Dead, dan dalam imajinasi saya di belokan depan kami tiba2 dicegat oleh rombongan zombie. iya, saya lebay -___-” :)). bioskop lain yg cukup “ramah” kondisinya adalah di 21 Braga City Walk, harganya juga paling murah di antara yg lain. cuma Rp 25.000,- di weekdays.

Sekitar ashar, Bandung hujan deras di hampir seluruh kawasan Kota bandung dan disertai angin puting beliung di kawasan Bandung Timur. hujannya benar-benar deras sampai maghrib. hujan mulai mereda saat saya selesai shalat berjamaah di masjid kantor. tapi ternyata si hujan tetap awet, bahkan hingga tengah malam. karena kami udah kepalang tanggung beli tiket jadi kami langsung menuju Ciwalk lengkap dengan jas hujan. perjalanan dari turangga ke jl. cihampelas cukup lama yaitu sekitar 40 menit. dan selama itu pula saya terguyur hujan. yg dodol adalah saya lupa bawa kaos kaki cadangan =..=. saya hanya berdoa agar saya tidak sakit gara2 inih. hehe.

selfie dengan kaos kaki basah di balik totebag :v. oya, ini di masjid.

selfie dengan kaos kaki basah di balik totebag :v. oya, ini di masjid.

sampai di Ciwalk, baju dan rok tidak ada yang basah, hanya kaos kaki saya yg basah kuyup dan agak kotor karena cipratan lumpur dari ban belakang. yasudahlah, kami akhirnya jalan2 dulu agar kaos kaki saya agak kering. xixixi. jam 20.25 WIB kami masuk ke studio 1. ternyata yg nonton tidak terlalu banyak. tidak seperti yg saya bayangkan karena menurut saya film ini cukup fenomenal dan ditunggu2 olehΒ  banyak orang.

kursi. banyak yg kosong. sesaat sebelum film dimulai.

kursi. banyak yg kosong. sesaat sebelum film dimulai.

Film The Hobbit 3 ini tidak sesuai dengan ekspektasi saya. filmnya kurang greget, karena saya gak gitu dapet feeling five armies-nya >,<. dan permata warna putih yg menjadi The heart of the mountain-nya juga gak jelas diapain. terakhir nongol cuman pas dikantongin sama Sang Pembunuh Naga. memang, saya tidak menyesal nonton film ini tapi… buat saya seharusnya film terakhir dari trilogi ini bisa lebih spektakuler, kyk The Lord of the rings lah….wkwk.

oya, saya agak sedih waktu adegan Legolas ngeliat Tauriel yang memeluk Kili yg sudah mati. tatapannya itu lho… so deep… jadi pingin pukpuk si ganteng legolas *kemudian ditoyor sama si kakak*. oya, ngemeng-ngemeng soal legolas aka orlando bloom, di beberapa scene doi tampak lebih tua dari seharusnya. om-om banget mukanya. haha.

suasana parkiran jam 11 lewat sekian

suasana parkiran jam 11 lewat sekian

kami balik jam 11 malam, dan disambut gerimis mengundang di jalan. alhamdulillah sekarang saya agak demam. :)).

12 thoughts on “Basah Kuyup Demi The Hobbit 3

  1. Wah.. penilaian kita mirip ya.. Film ini menyajikan pemandangan yang indah, tapi jalinan ceritanya membosankan banget. Bahkan saya akhirnya buka hp dan internetan. Lalu, 30 mnt sebelum usai, saya keluar ke toilet dan ga balik lagi. Ampun deh…
    Tapi anak-anak saya menilai film ini seru banget. Beda selera :)

Ciyee yang maunya jadi silent readers, tinggalin komen dong ah...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s