Nonton Film The Imitation Game

poster film

Kyaa… Benedict Cumberbatch.

Emang sih mainstream banget ngefans sama Benedict. Kyknya sebagian besar sherlockian yang cewek2 selalu bertebaran lope2 klo ngeliat si om-om ganteng inih. Hehe. Karena film Sherlock terbaru baru ada tahun depan, jadi film ini sebagai pelipur lara utk melihat aktingnya Om Ben (sok kenal). Eh kenapa jadi kyk benyamin gini yak XD.

Awalnya yang ngompor-ngomporin saya utk nonton film ini adalah si kakak. Katanya ini ttg perang-perangan. Waktu denger kata “perang”, saya langsung bilang “ah gamau ah, perang2an teruuss… “

“Ih, ini bukan perangnya, tapi ttg pemecahan kode sandinya Jerman. Pernah denger enigma gak?”

“gatau..”

“enigma itu bla.. bla.. bla…”

“ya… ya… aku mah ga mudeng.”

“ah, susah emang nerangin beginian sama kamu”

Haha…

Keesokan harinya si kakak bilang dengan suara keras “wih… ratingnya The imitation game 9 dong di IMDB”

Ah, masa’ sih. Ga mungkin banget ratingnya 9. Ratingnya 7,5 atau 8 aja udah bagus bingit. Saya cuman mbatin dalam hati.

Tapi karena saya juga sedang lelah dengan usaha utk pembelian rumah, saya terhasut utk nonton Om Ben di film teranyarnya. Beside… saya juga udah lama gak liat dia acting. Terakhir cuman di The Hobbit, yang mukanya gak keliatan itu. -__-“

Tgl 9 Februari akhirnya kami sudah nongkrong di depan Cihampelas Walk, Mall-nya anak-anak gaul Bandung. Capcus ke lantai 2, dan langsung beli tiket. @35 rb jadi totalnya 70rb. Sisa 30 rb buat beli jajan di Yogya lantai bawah. Setelah sholat maghrib, kami langsung balik lagi ke lantai 2 dan nungguin film yang based on true story ini dimulai.

tiket 2 film terakhir yg ditonton. nomor bangkunya sama persis! XD

tiket 2 film terakhir yg ditonton. nomor bangkunya sama persis! XD

masih make seragam nasional :v

masih make seragam nasional :v

Alhamdulillah selama nonton film ini, saya gak bosen. Durasinya juga gak terlalu lama, Cuma 2 jam. Tokoh utamanya namanya Alan Turing. Seorang jenius matematika dan jago teka-teki silang. Karakter Alan Turin mirip2 dengan Sherlock Holmes yang jenius, meremehkan orang lain, dan tidak bisa berbahasa layaknya orang normal. Misalnya waktu Hugh ngasih saran untuk pengembangan mesin yang lagi dikerjain sama Alan, dia bukannya bilang terimakasih tapi malah bilang “ini bukan ide yang terlalu buruk” :v. Jujur saya suka dan menikmati karakter tokoh kayak gini. Kalau ada yang suka nonton The Big Bang Theory, karakter Alan Turing dan Sherlock sama kayak Sheldon di serial TV amerika itu.

Eniwei, saya suka banget sama film The Imitation Game. Selain karena wajah Benedict yg berseliweran, saya juga merasa terpuaskan dengan aksen british yang kental. aarrghh… british accent is sexy! apa lagi ya? Plot filmnya juga berubah2, maju-mundur maju-mundur cantik, tapi tetep enak diikuti. Plot mundur itu menceritakan kehidupan masa kecil-nya Alan Turing. Plot maju itu menceritakan bagaimana Alan dan teman-temannya berusaha memecahkan kode sandi dari Jerman yang dibuat oleh alat bernama Enigma. Kodenya berupa huruf acak yang selalu berubah ritmenya setiap pukul 12 malam. Kalau teman-temannya berusaha dengan cara manual, maka Alan ini ingin membuat Mesin yang dapat memecahkan kode dari Enigma secara otomatis. Karena inilah, si Alan gak mau kerjasama dengan yang lain dan sibuk sendiri bikin rancangan mesin itu. Sehingga si Alan dimusuhi teman-temannya dan juga atasannya. Tapi kemudian Alan ditunjuk oleh Winston Churchill jadi ketua kelompok dan dia memecat 2 orang temannya dan hire orang lain. seru deh…

Setelah itu akhirnya mesinnya jadi dan mereka tahu bahwa ketika mereka bisa memecahkan kode sandi. masalah gak selesai di situ, klo mereka langsung ngasih tau ke atasannya bahwa mereka udah bisa baca kode sandi tentara Jerman dan tiba2 mengubah arah konvoi pasukan atau bantuan logistik. maka orang Jerman pasti akan menduga bahwa kode mereka sudah bisa dipecahkan dan mereka bisa mengubah desain enigma mereka sehingga usaha mereka (yg ternyata memakan waktu lebih dari 2 tahun itu) akan mulai dari NOL lagi. Mereka dengan berat hati merahasiakan hal itu dan mereka ber-5 lah yang merancang siapa saja yang dibiarkan terbunuh oleh tentara Jerman dan pasukan mana saja yang akan dibantu untuk dimenangkan dengan memberi tahu strategi Jerman yg sudah mereka pecahkan dengan mesin mereka. Dan percaya atau tidak hal ini mereka lakukan dengan pertimbangan statistik agar tentara Jerman tidak curiga.  Well, salah satu dari mereka adalah jenius matematika kan? Kalau kata Alan sih : “our bloody statistics”.

Banyak konflik lain juga sih di sini. Tapi akhirnya Inggris menang dan katanya penemuan mesin itu mempersingkat waktu perang hingga 2 tahun. Satu lagi, kisah cintanya juga bikin perihh… *halah*. Namun sayang film ini diakhiri dengan epilog bahwa Alan Turing bunuh diri setelah melalui 1 tahun rehabilitasi hormon. Kenapa? karena dia homoseksual. Di jaman itu, perilaku homoseksual adalah hal ilegal dan dapat dihukum mati. Ternyata jaman dulu Inggris (dan mungkin negara2 barat lain) punya nilai-nilai moral yang sama dengan di negara kita.

Dan kata tulisan di film itu, mesin yg dibuat Alan Turing adalah yang mengilhami para ilmuwan utk membuat mesin lain bernama komputer.

Mengenai Alan Turing, begitulah kebanyakan nasib orang2 jenius yang tidak memiliki Tuhan. Kasian ngeliatnya. Mereka berjasa besar atas berkembangnya ilmu pengetahuan dan kemajuan peradaban manusia, tapi pada akhirnya amal mereka di dunia tidak memiliki harga di akhirat.

Di akhir film saya sedih. Ya, sedih aja gitu. Tapi juga puas nonton filmnya. *galau* :D

9 thoughts on “Nonton Film The Imitation Game

Ciyee yang maunya jadi silent readers, tinggalin komen dong ah...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s