[Review] Teh Tarik Mang Khalid, Original Malaysian Food Bandung

DMalaysian Foodi dekat rumah ada rumah makan khusus makanan Malaysia yang baru beberapa bulan lalu dibuka. Si kakak yang sempat liburan di Kuala Lumpur tahun lalu selalu merajuk dan memberi kode agar kami makan malam di sana. Mungkin untuk nostalgia dengan makanan Melayu. Tapi kode2 itu saya cuekin sampai akhirnya tgl 29 Maret, kami melangkahkan kaki di sana. Tepatnya jam 16.40 WIB. Hehe *liat di history foto*

Nama tempat makannya adalah Teh Tarik Mang Khalid, Original Malaysian Food. Saya agak-agak kurang paham kenapa di logo rumah makannya ada tulisan Teh Tarik? Apakah teh Tarik itu berasal dari Malaysia? Setelah saya search di Google, ternyata memang benar, saudara2… bahwa Teh Tarik itu berasal dari Malaysia. Saya kira minuman ini Indonesia punya, hehe.

Alamat rumah makan ini di Jl. Gunung Batu No. 93 B Bandung. 022-6641209. Kalau dari arah Jl. Pasteur, maka rumah makan ini terletak di sebelah kanan jalan. Karena lokasinya ada di tengah-tengah ruko, maka area parkirnya tidak terlalu luas.

Ketika kami parkir motor, saya liat waitressnya yang sebagian besar berjilbab dengan seragam warna merahnya sedang jajan batagor di depan toko. Hehe. Waktu kami sudah memilih kursi tepat di depan kasir, salah satu waitress di depan segera masuk dan mendatangi kami dan mencatat menu makanan. Karena saya masih harus mencerna Bahasa-bahasa yang agak aneh di dalam daftar menunya, saya bilang ke mbaknya “Nanti saya panggil aja mbak kalau sudah selesai milih (dan mikir)”. Mbaknya tersenyum girang dan segera bergabung dengan teman-temannya di luar. Haha.

Rumah makan ini memang terbilang sepi di sore hari. Tapi kalau malam sudah datang, saya melihat para tamu sampai diberikan tempat duduk berupa meja bundar plus payung di areal parkir plus lilin yang menyala. Kayaknya sih cukup tenar di kalangan pemuda Kota Bandung. Saya melihat “fenomena” ini ketika tidak sengaja pulang ke rumah malam2 dan lewat depan rumah makan ini.

Setelah pusying pala berbi memilih makanan, saya akhirnya memilih Nasi Beriani Ayam Merah plus es Teh Tarik, sedangkan si kakak memesan Nasi Beriani Ayam Goreng dan es Teh Tarik. Kami tidak memilih makanan lain karena perut tidak terlalu lapar akibat sebelumnya sempat ngemil batagor di jalan, haha *dodol banget emang si kita*.

daftar menu makanan

daftar menu makanan

Interior rumah makan ini tidak istimewa, so so banget. Hanya ada beberapa baris meja dan kursi yang berbaris rapi dan TV LCD yang menampilkan tayangan Indovisi*n. Alhamdulillah TV itu tidak diisi dengan adegan di sinetron Joda Akbar. Saya bisa mual sebelum makan :p.

Malaysian Food (3)

The Teh Tarik

Makanan yang kami pesan tidak terlalu lama untuk disiapkan. Sepertinya rumah makan ini berusaha menerapkan sistem fastfood agar pelanggan tidak lumutan nunggu makanan *sotoy*. Pertama kali yang datang tentu saja teh Tarik, saya langsung menyeruput teh itu dan WoW! It was delicious, tasty, and yummy! :D. Sukaaa…. Banget sama rasanya. Awalnya saya hanya berharap rasa teh yang saya pesan itu tidak mencederai memori saya tentang rasa teh Tarik yang pernah saya cobain. Tapi the fact was more beautiful *naonlah? :v*

Kemudian maincourse kami pun datang dengan penampilan yang kurang baik dari segi garnish dll. Nasi yang berwarna putih, campur kuning dan merah itu tidak tercetak dengan baik terlihat dari satu sudut yang “runtuh”, hehe.

Let’s try… kata saya dalam hati.

nasi

nasi

Saya langsung menyantap nasinya dan tentu saja membandingkannya dengan sisa2 memori saya tentang nasi beriani ketika main di Medan 2 tahun lalu. And yes, it was also delicious. Bumbu khasnya meresap di tiap butir nasi yang pulen. Sayang nasinya tidak panas, pun tidak terlalu hangat. Definisi Ayam Merah yang ada di menu itu ternyata adalah ayam balado :v. Ah elah… Bahasa… gue kira apaan. Dan sambalnya tidak terlalu pedas doong…. Bahkan jika menuruti nafsu tidak normal saya terhadap sambal, sambal itu saya golongkan ke dalam kategori tidak pedas. Hehe.

malaysian food 4

the “bon” :p

Untuk semua makanan yang kami pesan, kami membayar Rp 76.000,-. Yah, tidak terlalu mahal lah ya.

Di akhir review, saya memberi 3 bintang untuk rumah makan ini. Tapi saya mau kok balik lagi, nyobain suasana malamnya yang sepertinya (agak) romantis. :v

Catatan: Ini pertama kalinya saya review tempat makan. Mohon sarannya para suhu… :D

33 thoughts on “[Review] Teh Tarik Mang Khalid, Original Malaysian Food Bandung

  1. Teh Tarik dari Malaysia yah, Mbak? Aku pikir dari Suku Melayu, soalnya di Medan kan pusat Kerajaan Deli dulunya.. Hihihi.. :P

    Teh tariknya sendiri gimana? Kemanisan ngga? Kira-kira banyakan teh atau susunya nih?

    • klo kata mbah gugel mah gitu, beb. haha
      iya, aku pernah 2x ke medan. pinginlah main ke sana lagi. haha

      teh tariknya kyknya banyakan susunya deh. tapi buatku sih nggak kemanisan karena aku suka manisss :)))

Ciyee yang maunya jadi silent readers, tinggalin komen dong ah...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s