Flashtrip Singapura-Kuala Lumpur-Melaka #2

#2 Singapura
Jam 6 pagi saya sudah duduk manis di depan Bandara Husein Sastranegara. Suami saya menyusul kemudian karena setelah mengantar saya dengan motornya, dia diantarkan kembali ke bandara oleh bapak mertua. Pagi2 itu sempat terjadi drama di Antara kami yaitu “bawa tripod atau tidak”. Saya adalah pihak yang ngotot buat bawa tripod karena mau foto2 bareng :p dan suami adalah yang sebaliknya. Alasan si kakak gak mau bawa tripod adalah karena males klo kena cas tripod dan berbagai alasan hiperbolis lainnya. Sedangkan saya, tetep ngotot harus bawa tripod karena kata Mas Anton, teman kami dari Semarang, “tripod mini boleh dibawa di kabin” dan kalaupun pait2nya harus beli bagasi “it’s OK” karena ini adalah perjalanan jauh dan nilai bagasi gak sebanding dg semua effort yang udah kami lakukan selama ini. akhirnya tripodnya dimasukkan ke ransel si kakak.
Kami masuk ke Bandara, melewati counter check in dan petugas imigrasi dengan mulus. Tripod mini (yg kalau dilipat2 memang tidak terlalu panjang tapi tetap lumayan berat) dan berbagai makanan di dalam ransel yang kami bawa lolos masuk kabin pesawat Air Asia :D.

Alhamdulillah maskapai ini on time dan kami terbang jam setengah 8 pagi. Kami dapat kursi 23 B & C, gak dapet window seat. Tapi waktu kami masuk ke pesawat, ternyata kursi 23 A itu kosong. alhamdulillah lagi, kami bisa duduk dengan leluasa dan bisa liat2 langit biru mendung. Oya, kami bayar airport taxnya itu di sales office-nya Air Asia sekitar awal April. Kenapa? Karena kita sekalian mau konfirmasi perubahan jadwal pesawat yang saya dapatkan dari Air Asia via sms (yg awalnya jam setengah 6 pagi jadi jam setengah 8 pagi).

Kami sampai di Changi jam setengah 11 waktu Singapura. Kami langsung ke toilet dan ngisi tumbler yang kami bawa dengan air gratis di samping toilet. Lalu kami langsung ke MRT Station. Karena kami sampai di terminal 1, maka kami harus ke terminal 3 dulu dengan menggunakan Sky Train. Tinggal cari aja papan petunjuk arahnya. Gampang kok. Sampai di terminal 3, kami lagi2 tinggal mengikuti papan petunjuk arah dan sampai di MRT Station. Meski sudah tau kalau kita mau beli EZ link, tetap aja kami masih plonga-plongo takut salah. Haha. Akhirnya saya mendekat ke loket di samping tempat orang nge-tap tiket EZ Link mereka dan bertanya ke petugas ttg EZ Link. Alhamdulillah di sana kita bs beli EZ Link dg harga $12/kartu. 1 kartu hanya utk 1 orang.

Kami langsung meluncur ke Universal Studio yang terletak di Sentosa Island via MRT di Bandara Changi dg menggunakan 2 jalur (mirip bis transJakarta klo lagi transit2) yaitu
Jalur hijau: Changi Airport -> turun di stasiun Tanah Merah -> pilih MRT jalur hijau tujuan akhir Joo Koon -> turun di stasiun Outram Park. Dari sini pindah ke jalur ungu (ada petunjuknya kok): Outram Park -> pilih MRT jalur ungu tujuan akhir Harbour Front -> sampai di mall Vivo City. Dari sini kita bisa ke Pulau Sentosa dengan 3 cara: [1] Naik Cable Car, [2] Naik Skytrain, [3] Jalan kaki lewat Broadwalk.

Kita pilih jalan kaki aja yg haratis :p, yaitu keluar dulu dari Mall, ikutin jalan ke sebelah kiri, abis itu liat kanan ada tulisan “Broadwalk”. Jalan kaki di broadwalk ini gak terlalu sengsara kok karena ada travelator (elevator yg mendatar :D). Dan alhamdulillah lagi ada promo “masuk gratis” ke Pulau Sentosa lewat Broadwalk, berlaku hingga Desember 2015. Kita langsung ke lokasi Bola Universal Studio nan legendaris itu dengan mengikuti papan petunjuk arah. Sambil foto2 di depan Trick Eye Museum karena gak sanggup beli tiket masuk :p. setelah berjalan kaki beberapa menit, sampailah kami di Bola itu. Perasaan saya waktu itu cuman “Ooo… begini…” sudah, itu saja =)). Kami foto-foto sebentar, abis itu celingukan bingung mau ngapain, trus si kakak mengusulkan utk mengunjungi objek wisata pantai. Kami ke sana dengan menggunakan skytrain yang bentuknya mirip dengan di Bandara Changi, bedanya cuman yang ini kita bisa duduk di kursi yang disediakan. Yang penting kereta ini gratis :D. Kami turun dan menuju Pantai Siloso. Ketika kami sampai di bibir pantai saya merasa sangat Zonk karena pantainya itu alakadarnya. Beda banget sama yang di Indonesia. Poor you, Singapore… Saat itu saya semakin sebal dengan pengelolaan wisata di Indonesia. Plis atuhlah… yg kyk gini doang aja bisa dikunjungi jutaan orang, masa’ di Indonesia kagak bisaaa?? =_=

Dengan langkah gontai kami kembali ke MRT Harbour Front yang ada di Mall Vivocity dengan menggunakan skytrain tadi. Lalu kami langsung menuju Terminal Bus Queen Street melalui Stasiun MRT Bugis. Tinggal jalan kaki aja kok, klo gak yakin dimana letak stasiunnya bisa liat peta di luar stasiun. Karena hari masih siang dan kami lebih cepat dari jadwal yang kami atur di itin, kami memutuskan utk mengunjungi Masjid Sultan yang terletak tak jauh dari Terminal Queen Street. Kami jalan kaki lagi dari stasiun MRT ke Masjid Sultan dan sholat jamak di masjid ini. saya beruntung karena ruang untuk shalat buat muslimah ada di lantai 2 sehingga saya bisa memotret interior masjid dari atas. Saya sangat mengagumi arsitektur masjid di bagian dalam. Sayangnya masjid ini sedang dalam proses renovasi sehingga kekecean masjid dari luar tidak tampak oleh mata. Ketika saya pulang, Nampak beberapa turis sedang berkunjung dengan diberi jubah berwarna biru tua. Turis pun tidak diperbolehkan utk masuk ke ruangan utama.

Kami lalu bergegas ke Terminal Queen Street dan bus Causeway Link yang kami incar sudah pergi meninggalkan terminal :D. Tapi tenang saja, bus berikutnya datang beberapa menit kemudian, kami langsung bergabung dengan para calon penumpang lain yang sudah mengantri. Kami membeli tiket tepat sebelum masuk ke dalam bus dengan harga $2,5 dengan tujuan Johor Bahru (Larkin). Kami bertolak menuju Johor Bahru pukul 4 kurang 10 menit. Memasuki Johor Bahru, kami harus melewati petugas imigrasi di 2 tempat sehingga kami harus turun dari bus dan masuk ke bus lagi setelah mendapat cap imigrasi di paspor. Untungnya tidak harus naik di bus dg plat nomor yg sama, yang penting dari armada yg sama. Setibanya di JB Sentral, kami coba2 ke stasiun kereta utk menanyakan harga tiket sleeper train (kereta yg bisa bobok2an di dalamnya), ternyata yg tersisa tinggal kabin eksekutif dengan harga RM 170 (kurleb 612.000). oke fiks, batal makek kereta. Lalu kami menghambur ke terminal bus di bawah JB Sentral. Dan setelah nanya kesana-kemari untuk menuju Terminal Larkin, kita lagi-lagi memakai bus Causeway Link :D.

Kami sampai di Terminal Larkin sekitar jam setengah 7 sore (langit masih terang). Dan kami langsung beli tiket Bus menuju Kuala Lumpur yaitu di Terminal Bersepadu Selatan dg jadwal 22:30, harga RM 34. Setelah itu kami keliling2 di dalam bangunan Terminal Larkin yg seperti pasar untuk mencari tempat makan yang murah meriah :p. Kami akhirnya memilih restoran 24 jam dan menyantap nasi beriyani+daging kambing+es teh Tarik. Harganya @ RM 14. Saya gak sanggup ngabisin nasi yang porsinya kebangetan. Lalu kami mandi dulu di kamar mandi (bayar RM 1, klo cuman mau pee bayarnya 0.3 sen) setelah itu sholat di masjid di lantai atas gedung terminal. Alhamdulillah tempat sholat laki2 dan perempuan dipisah dg hijab yg sangat tebal, dari langit2 hingga lantai. Lalu kami nunggu bus di lantai bawah dg sebelumnya membeli air minum di toko makanan (1,5 Lt harganya RM 2).

Bis berangkat tepat pukul 22.30, sepanjang jalan saya tidur pulas di bus eksekutif dengan formasi kursi 2-1 ini. Busnya sama persis dengan bus Damri Royal Class tapi menurut saya lebih bagus Damri karena ada fasilitas chargeran dan lebih elegan :D. Kami sampai di Terminal Bersepadu Selatan (TBS) pukul 02.00 dengan wajah yg tadinya kucel dan ileran yg kemudian berubah menjadi wajah yg terpesona dg keindahan tubuh terminal ini. It was a WOW banget waktu menginjakkan kaki di TBS. Terminal rasa Bandara Soekarno Hatta  dan gak bisa dibandingin sama terminal Pulogadung, Lebakbulus, atau Leuwi Panjang =)).

Seluruh kawasan indoor TBS ini full-AC sehingga para penumpang dari dan ke TBS ini tidak kegerahan, malah sebaliknya… kedinginaaannn, bbrrr… Fasilitas ruang tunggu penumpang, toilet dan musholla (dipisah antara laki2 dan perempuan) juga sangat bersih membuat saya dan si kakak sangat nyaman menunggu subuh di terminal. Fyi, waktu sholat subuh di Malaysia adalah jam 6 pagi =v. Di terminal ini juga tersedia peta digital yang dapat membantu orang2 untuk menuju lokasi di dalam area terminal. Untuk memudahkan para pengguna, terminal ini juga dilengkapi schedule board semua armada bus yang beraktivitas di terminal tsb lengkap dg jurusan, on time atau tidak, dan ada di gate berapa. Sama persis dengan layar2 monitor di bandara. Selain itu, terminal ini juga terhubung langsung dengan stasiun kereta sehingga sangat praktis untuk para traveler. *lagi jadi SPG Terminal :p*

Episode ini saya tutup dengan pertanyaan:
Ya ampuunn,, kapan Indonesia punya terminal sekece TBS iniihhh ya Alloh…. ??? >,<

21 thoughts on “Flashtrip Singapura-Kuala Lumpur-Melaka #2

  1. Mereka sudah beberapa langkah lebih maju dalam pengelolaan transportasi dan pariwisata ya Mbak *ikutan takjub*. Teman saya juga ada yang wisata ke negara-negara tetangga dan katanya memang jauh banget bedanya dengan yang di dalam negeri. Yah, semoga kita bisa menyusul, karena kalau di sini sudah sebaik yang di sana, di sana mah lewaaaaat :hihi.

  2. Pantai ala kadarnya itu bisa mengundang turis bejibun, promosinya hebat singapura.
    Terminal TBS oke banget, Pemda di Indonesia bahkan mungkin tidak punya mimpi memiliki terminal sekeren itu.

    • iya, Pak. cuman seupil doang pantainya. tapi memang bersih sih, ndak ada sampah sedikit pun.

      terminal ini yang bikin saya kangen sama negri sana. impian bgt klo di indonesia ada terminal kyk ginih.

Ciyee yang maunya jadi silent readers, tinggalin komen dong ah...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s