Ur Flavor Market : Pasar yang Membuat Saya Tobat

Jpeg

Panggung yang masih kosong

Sabtu kemarin saya berhasil menyeret suami saya ke Trans Studio Mall-Bandung. Yang terkenal itu lho dan dari kantor saya sebenernya tinggal salto, tapi saya jarang2 ke sana #ngek :p. Saya ke sana buat ikutan event bareng Blogger BDG klo suami saya aka si kakak cuman mau nongkrong sama minum kopi. Jadi saya jam 3 ngacir ke pelataran TSM dan si kakak saya tinggalin di Lantai 1.

Ternyata Ur Flavor Market ini udah penuh dan rame banget jam 3 siang itu. Di sana sini stand makanan berjajar rapi, terdengar MC sedang wawancara beberapa owner stand. Seru banget suasananya.

Setelah cipika-cipiki sama beberapa punggawa Blogger BDG kami registrasi dan duduk manis di depan panggung utama. Sekitar jam 15.45 WIB acara dimulai sama duo MC yang kompak. Dan dimulailah ngobrol2 asik bareng 3 narasumber Mas Agung (food explorer), Teh Ika (Dapur Hangus) dan dr. David Sang Owner DF Clinic.

Dari Panggung Utama ini kami belajar…
Tentang hobi yang akhirnya jadi profesi, Dari Mas Agung, kejadiannya mirip2 sama suami saya yang skrg menekuni bidang fotografi meski dia backgroundnya IT. Dari Teh Ika kami belajar tentang food photography, yg sampai sekarang masih menjadi obsesi saya. Maklum, selama ini saya lebih banyak motretin pengantin. Beda bangetlah ya genre Wedding sama Food :v.

Jpeg

3 narasumber. ki-ka: Teh Ika, dr. David, Mas Agung

Kalau dari dr. David, saya seperti ditendang jauh ke waktu dimana saya masih belajar tentang Ilmu Gizi selama hampir 3 tahun (1 tahun awal di IPB belajarnya kayak SMA kelas 4 :D). Lalu penjelasannya mengenai makanan, diet seimbang, lemak trans, minyak kelapa sawit dan minyak kelapa seperti sebuah tamparan telak di wajah saya. Kenapa? Karena saya udah tau semuanya sejak lebih dari 5 tahun yang lalu!

Sesi ngobrol plus tanya jawab dari beberapa blogger yang sebenarnya tidak lebih dari 1 jam itu sangat membekas di hati saya. Penjelasan Pak Dokter yang gamblang dan frontal praktis bikin saya menunduk dan ngaku: “Iya gue udah salah banget sama badan gue sendiri” Meski berat badan masih normal, tapi saya tau betul klo ada lemak yang harus diberantas, kolesterol yang harus diturunkan, dan mungkin asam urat yang sudah mulai menumpuk. Sore itu saya berteriak (dalam hati): “Saya tobat dari dosa2 kuliner”.

Tapi ternyata tobat itu susah ya….
Godaan stand makanan di Ur Flavor Market itu membuat saya gatel pengen nyobain. Apalagi saya dapat voucher untuk nyobain makanan di salah satu stand. saya sama si kakak keliling nyari standnya dan voila… Voucher yang tulisannya “FECA POP” yang saya kira stand minuman semacam pop ice ternyata adalah stand donat. DONAT! And guess what? Saya baru setengah jam yang lalu bilang sama suami “Pingin donat…”. What a miracle! Lalu suami saya pun ikutan ngiler sama stand makanan cumi-cumi. Dan bener lho… enak banget cumi2nyaaaa….

Makasih Allah SWT, makasih Blogger BDG, makasih Ur Flavor Market, makasih owner Feca Pop yang berbaik hati ngasih saya semua varian donat yang tersisa (enak lho donatnya! Cek IGnya aja sis klo mau order).

Jpeg

Dogh-Nuts

Trus gimana soal Tobat saya?
Tetap jalan dong… Kan kata dr. David klo kita makan banyak gorengan atau tepung di suatu waktu makan, maka kita harus kompensasi kesalahan kita dengan banyak makan buah dan sayur di waktu makan yang lain :p.

Saya jadi inget sama hadist ini:
“Maka ikutilah perbuatan jelek dengan perbuatan baik niscaya akan menghapuskannya (dosa perbuatan jelek tersebut-pent)” (Hadits Riwayat Tirmidzi dari Abu Dzar dan Mu’adz bin Jabal dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Shahihul Jami’).

Karena makanan gorengan dan tepung2an yang berlebihan itu gak baik banget buat tubuh, jadi saya besoknya menggempur sistem pencernaan dengan makan buah naga banyak-banyak. Mumpung murah dan berlimpah XD.

Xoxo,
Ncuss

24 thoughts on “Ur Flavor Market : Pasar yang Membuat Saya Tobat

  1. Mungkin nanti bisa kolaborasi. food bloggger dan weddding fotografer.Jadi pengantinnya suruh pose sambil makan aja hihihi asal ga belepotan dan ngerusak makeup, ya. Hayo gimana kalo pengantinnya mupeng dan pengen makan terus? *apaan sih*

Ciyee yang maunya jadi silent readers, tinggalin komen dong ah...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s