Menikmati 640 Anak Tangga Gunung Galunggung

ini sebenernya foto waktu kita balik. nggak ada foto wkt kita naek karena masih gelap gulita balabala :D

ini sebenernya foto waktu kita balik. nggak ada foto wkt kita naek karena masih gelap gulita balabala :D

Pukul 4 pagi mobil APV kami hasil minjem dari kantor sudah terparkir dengan rapi di kaki Gunung Galunggung. Perjalanan dari Kota Bandung ke Tasikmalaya hanya memakan waktu sekitar 3 jam, sudah termasuk mampir2 dan Tanya jalan. Kami bertujuh segera berhamburan ke kamar mandi karena sudah tak tahan menahan hajat dan ditambah udara dingin yang menusuk-nusuk tulang. Tujuh orang ini tak lain adalah saya dan suami beserta tim yang saya pimpin dan yang sering saya omel2in di kantor plus driver. Sesekali ngajak tim saya yang nampak kurang piknik ini untuk jalan-jalan bukanlah sebuah dosa bukan? :D

Sepagi itu ada satu warung yang masih beroperasi di kawasan parkir kendaraan dan sepertinya memang 24 jam melayani pelanggan sehingga para pengunjung Galunggung tak perlu khawatir dengan masalah perut. Tak lama ada satu mobil lain yang ikut parkir di sebelah mobil kami. Tampaknya mereka juga punya tujuan yang sama dengan kami. Well, ternyata hari Sabtu itu kami tidak sendirian di atas sana.

Lalu kami berenam (driver kami memutuskan untuk melanjutkan tidur di mobil) mulai menapaki tangga menuju puncak Gunung Galunggung. Karena waktu kami mendaki belum genap waktu subuh, kami masih punya sangat banyak waktu sehingga perjalanan menanjak sangat pelan dan damai :D. sesekali kami melihat ke belakang untuk melihat lampu-lampu Kota Tasik yang nampak semarak di kejauhan.

Tak butuh waktu lama, mungkin sekitar 30 menit, kami sudah sampai di atas gunung yang tingginya 2.167 mdpl, tepat di samping kawah Gunung Galunggung yang mempesona. Kami segera mencari tempat untuk sholat subuh berjamaah lalu berdiam diri sambil menahan terpaan angin dingin dari 8 penjuru mata angin untuk menanti matahari terbit.

Sayangnya pagi itu matahari tertutup kabut dan mendung, jadi kami hanya cengengesan dengan tatapan what-we-will-do-here- klo-sunrisenya-gak-ada? tapi kami tak kehabisan ide karena beberapa dari kami ada yang baru pertama kali naik gunung. Sesi pagi yang sudah mulai diguyuri matahari pagi diisi dengan foto-foto.

Saya yang penasaran dengan kawah Gunung Galunggung pagi itu lebih banyak menjulur-julurkan kepala. Nampak di bawah sana air belerang di kawah Galunggung berwarna hijau eksotik. Dan ternyata rombongan yang bertemu di parkiran mobil sekitar 1 jam yang lalu sudah ada di bawah. Weleh, saya aja bingung gimana rutenya menuju ke bawah sana.

kaldera aka kawah Gunung Galunggung

kaldera aka kawah Gunung Galunggung

Oya, di dekat kawah itu ada musholla yang dijaga oleh seorang bapak hingga sekarang. Kabarnya anak dan istrinya selalu mengunjungi bapak itu beberapa kali dalam satu bulan. masyaAllah, bakti seorang istri kepada suami ya…

postwedding photoshoot ala ala

postwedding photoshoot ala ala. saking udah mati gaya di atas

Pukul 7.30 WIB kami sudah kembali menuruni 640 anak tangga menuju area parkir mobil. Alasannya simple: kami sudah tidak bisa menahan untuk buang air kecil dan tidak ada toilet dalam bentuk apapun di atas Β =)). Alasan yang lainnya adalah kami akan mengunjungi rumah salah satu dari kami yang asli Tasikmalaya dan kami sudah harus sampai di rumah masing-masing di sore hari. Di perjalanan ini kami bertemu dengan sekumpulan monyet penghuni gunung. jaga barang-barang bawaan ya agar nggak diambil sama si monyet. Keriuhan monyet2 ini mengingatkan saya pada pendakian saya dan suami di Batu Caves, Malaysia. Seru!

ber 5 lagi

ber 5 lagi

another view of tangga

another view of tangga

tangga nampak tak berujung, padahal nggak selebay yang difikir kok

tangga nampak tak berujung, padahal nggak selebay yang difikir kok

Akhirnya kami meninggalkan area Gunung Galunggung setelah menikmati gorengan dan minuman hangat yang disajikan oleh warung yang telah hidup denyut nadinya sejak matahari bersinar. Harganya tidak mahal, masih sangat affordable.

Oya, Bagi bapak-ibu yang doyan traveling dan mau ajak anak-anak ke Gunung Galunggung, menurut saya aman kok. Asal jangan subuh-subuh aja dibawa naeknya karena dingin banget :D. Yang penting orang tua harus selalu mengawasi anaknya karena nggak ada pagar pembatas ke kawah dan kondisi tangga yang beberapa ruas pegangannya ada yang udah rusak plus banyak monyet klo udah terang ^^.

Maybe saya akan ke sana Tasikmalaya lagi, untuk mengunjungi objek wisata lain yang tak kalah menarik. Misalnya Kampung Naga, yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya, dalam hal ini adalah adat sunda. Menarik kan? :D

Salam jalan-jalan dan tafakur alam,
Ncuss

25 thoughts on “Menikmati 640 Anak Tangga Gunung Galunggung

Ciyee yang maunya jadi silent readers, tinggalin komen dong ah...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s