Jalan-Jalan Di IKEA Alam Sutera

Jpeg

area layanan mandiri

Percaya atau tidak, berkunjung ke IKEA Damansara adalah salah satu rencana saya ketika kami jalan-jalan ke Malaysia 3 bulan lalu. Mungkin terdengar aneh dan kurang kerjaan karena udah ada IKEA di Alam Sutera – Tangerang yang terbilang dekat dibanding yang di Kuala Lumpur. Tapi namanya juga manusia, yang dekat malah tak terjamah dibanding yang jauh dari mata, hehe. Rencana saya ke IKEA Damansara itu jadinya nggak kesampean alias gagal total karena saya udah terlanjur sekarat akibat sakit pinggang kebanyakan jalan kaki. LoL.

Alhamdulillahnya, saya (dan suami) dikasih job motret wedding 2 hari berturut-turut di Tangerang minggu kemarin. Di hari pertama kita cuma motret akad nikah aja jadi ada waktu luang yang cukup banyak buat kita. Nggak pake lama, kita langsung planning buat main ke IKEA. Saya beneran pengen banget ke IKEA karena penasaran setelah liat2 katalognya di web dan saya udah punya beberapa barang lucu tapi tetep fungsional dari IKEA yang bikin rumah saya sedikit lebih baik interiornya.

Sabtu sore, 1 oktober 2016, setelah mandi dan ngecas henpon sebentar, saya dan suami langsung order taksi online dan meluncur dari Hotel Permata Mulia yang letaknya di belakang Tangcity Mall. Kami sudah sampai di IKEA 15 menit kemudian. Kami waktu itu bayar 30ribuan buat taksi klo gak salah *harganya segitu kyknya gara2 si drivernya salah jalan jadi harus puter balik :D*.

Sebelum main ke dalem, kami beli hotdog+es krim yang fenomenal itu. asiknya lagi kemarin masih ada paket kombo hotdog plus eskrim yang harganya 9ribu perak. Well, harga aslinya 12 ribu sih tapi lumayan kan jadi kita bisa beli 3 paket kombo (status penghematan: failed!). antrian di konter makanan mengular panjang, begitupun di mesin es krim.

Setelah kenyang makan, kami bingung di sebelah mana pintu masuk ke area show room. Ternyata kalau mau ke area showroom, tinggal naik escalator pas di depan pintu masuk awal. Katrok, sumpah. Ya mohon maaf, urusan perut didahulukan dulu :p.

Area showroom waktu itu dipenuhi pelanggan, tapi nggak sepenuh Pasar Baru Bandung kalau di weekend, jadi masih bisa bebas jalan-jalan tanpa kena serempet pengunjung lain. Sambil liat2 area showroom yang gedenya luar biasa, saya beberapa kali dengar bagian informasi ngasih pengumuman panggilan “Kepada Bapak XXXX dari Pekalongan, ditunggu bapak XXX di XXXX” entah bapak itu tersesat dan tak tau arah jalan pulang atau memang lagi asik belanja, wkwkwk.

Kami terkagum2 dengan showroom dari area ruang keluarga, penyimpanan di ruangan keluarga, ruang kerja, hingga dunia anak karena inspiratif sekaliii. Showroom ini juga memudahkan saya untuk memberikan visualisasi ke suami saya apa yang saya inginkan di rumah karena kalau cuman foto doang dari google kurang nampol. Kalau di showroom ini kan segala macem bisa dipegang, dibuka-buka, bahkan kasur pun bisa dicobain. Eh, kalimatnya kok rada ambigu begitu ya? -__-“. Kalau nggak inget bahwa kami masih dalam proses mengencangkan ikat pinggang, saya pasti kalap buat beli barang2 di sana. Ngenes sih rasanya karena nggak punya duit, tapi rasanya saya bahagia banget bisa jalan-jalan di sana. Yaelah, jalan-jalan doang cus. Haha. Tapi begitulah enaknya jadi cewek, pegang2 atau liat2 barang yang disukai bisa bikin semangat terus berminggu-minggu :p.

IKEA serius banget memberikan kenyamanan yang luar biasa buat pengunjung: berbagai macam keranjang belanja: dari yang bentuknya plastic, dorongan kecil, hingga keranjang dorong besar yang bisa muat banyak barang. Kita juga dikasih tools yang isinya denah, dan table kosong yang bisa diisi list barang-barang yang pingin dibeli, ada pensil kecil juga yang tersedia untuk jadi alat tulisnya. IKEA juga ngasih semacam penggaris dari kertas buat ngukur dimensi barang-barang yang dijual.

Selesai eksplor area showroom, kami turun ke area layanan mandiri, saya semakin ternganga liat deretan lorong yg isinya penyimpanan barang-barang yang dipamerin di showroom tadi. Buatan manusia aja bisa bikin kita terkagum2 begini ya, gimana ciptaan Yang Maha Kuasa… Huhu.

Nggak kerasa kami keliling IKEA dalam waktu lebih dari 3 jam. Kaki pegel buat jalan-jalan di atas keramik mulusnya tapi bahagia. Thanks to hotdog dan eskrim yang membuat kami gak kelaparan di dalam. Dan seperti keajaiban, kami berhasil keluar dari racun dunia bernama IKEA hanya dengan membeli printilan seharga kurang dari 200 ribu. Percayalah, di antara iming-iming sale dan cantiknya barang-barang di sana, pergulatan batin seorang perempuan di dalam sana sungguh luar biasa XD. Tapi sebagai gantinya, kami sudah memiliki beberapa wishlists yang suatu hari kami harap bisa dibawa pulang ke rumah. Sekarang fokus buat ngumpulin recehan dulu, haha.

Sedikit tips untuk yang mau cuci mata atau jalan-jalan di IKEA

  • Bikin dulu tujuan kamu mau ngapain di sana. Jalan2 doang, survey, nyari inspirasi, atau beneran mau ngabisin duit.
  • Kalau mau belanja, dilist dulu barangnya apa aja.
  • Kalau orangnya impulsive pake banget dan gak bisa nahan diri mending kartu kredit atau kartu debit disimpen di rumah XD
  • Makan dulu sebelum main. IKEA adalah medan pertempuran bagi (khususnya) para perempuan, jadi pastikan perut kenyang.
  • Bawa air minum. Suer, ini penting banget buat saya. Kebayang kan kamu keliling 3 jam lebih tanpa minum dan bakalan repot banget klo dikit-dikit harus mampir ke restoran. Plus ini bikin kita lebih hemat. Budget beli minuman bisa dialokasikan buat beli barang2 sale IKEA yang harganya bisa under 15ribu :p
  • Kalau mau motret, pake henpon aja. Saya gak liat ya ada peraturan nggak dibolehin motret pake kamera, dslr, atau semacamnya. Tapi satpam IKEA suka menghampiri pengunjung yang kepergok lagi motret pake mirrorless atau dslr atau teman2nya. Satpamnya gak minta fotonya diapus kok, cuman nyuruh agar kamera disimpen di tas :D.

Duh, saya kyk udah sering banget jalan2 di IKEA pake ngasih tips2 segala, padahal baru sekali :p.
Eh iya, ada yang keracunan IKEA seperti saya jugakah di sini? Share dong pengalaman main di IKEAnya :D.

25 thoughts on “Jalan-Jalan Di IKEA Alam Sutera

  1. Kami penggila IKEA saban berkelana di Eropa kalau punya waktu luang dan lucunya selalu ada waktunya di Belanda.

    Rupanya orang Belanda jatuh hati pada efektifnya barang2 dan penataan ruangan ala IKEA mengingat rumah di Belanda kecil2 pan.

    Alhamdulillah sudah ‘backpacking’ di Ikea Amsterdam, Rotterdam dan Groningen.

    Suka semuanya, hihi.

Ciyee yang maunya jadi silent readers, tinggalin komen dong ah...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s