Langsung Jatuh Cinta setelah Akad? ah, fiksi… :p

saya jadi pengen ngobrol soal tema ini. gatel sih sebenernya karena udah lama pengen nulis ini.

ada beberapa orang yang ku kenal yang mengatakan bahwa mereka langsung jatuh cinta setelah akad nikah usai terucap. saya yang membaca atau mendengar hal itu hanya bisa mesam-mesem. kenapa? karena saya tidak seperti itu. hahaha

jujur saja, ketika akad selesai terucap dan saya digiring ke garasi, tempat akad berlangsung, saya merasa malu dan ANEH.

tau sendiri lah ya, beberapa menit sebelumnya saya masih Ncuss: sebatang kara di bandung yang kerja di lembaga zakat. lalu setelah dia ngucapin “saya terima nikahnya…. blablabla..” yang ga lebih dari 30 detik itu, saya resmi jadi isterinya. itu kan serem banget ya… dan rada aneh sih buat saya, muehehe. Continue reading

Advertisements

Lensa Untuk Sang Fotografer

Bismillah…

Sebagai isteri saya ingin memberikan sesuatu untuk suami saya. Karena selama ini ia sudah memberikan banyak hal kepada saya: petualangan yang benar-benar baru buat saya dan kesabaran luar biasa saat saya tak berdaya =D. Namun hal ini bukan balas budi, hubungan suami isteri tidak ada hubungannya dengan itu. ikatan ini memberikan kami arti yang lebih luas dan lebih bernilai dibandingkan dengan “hanya” sebuah timbal balik membalas kebaikan.

Well, niat ini sudah saya miliki sejak tahun lalu saat ia bertambah usia menjadi 28 tahun. Waktu itu saya ingin memberikan sebuah lensa 50 mm untuk kameranya. Tapi karena uang saya tidak cukup, saya hanya bisa memberikan ban belakang baru untuk motor pulsar yang hampir selalu menyertai kami kemana pun kami pergi. Itu pun hasil gabungan dari uangnya dan uang saya. Selebihnya ditabung untuk keperluan yang lain. Selain itu, ia menyatakan tidak terlalu butuh dengan lensa fix itu. okey… =D

Saya sendiri masih belum puas memberikan kado untuknya, karena itu saya memutar otak dan mencari tau apa yang ia inginkan. Akhirnya menjelang tahun 2012 berakhir, kakak bilang kalau ia pengen punya lensa wide 12-24 mm. Saat itu saya ga ngerti secara jelas apa bedanya 12-24 mm dengan 80-200mm dan dengan lensa yang agak panjang di rumah. setau saya lensa wide itu ya buat ngambil gambar dengan range yang lebih lebar tapi gatau seberapa lebar =)) Continue reading

Hadiah Terbaik Pernikahan Kami

Bismillah…

Tanggal 25 februari 2012, ia yang tadinya hanyalah kakak kelas, yang saya juga baru tau bahwa dia itu kakak kelas saya ketika ketemu di pernikahan kenalan saya, berubah status jadi suami saya. Dan pada titik terendah dalam 22 tahun hidup saya, dialah yang menemani saya tanpa ada keluhan. Hanya ada kata sabar dan sabar yang ia bisikkan di telinga saya saat air mata saya meleleh karena tak kuasa menahan sakit pasca operasi. Ia juga yang tak protes saya lempari bantal di tengah malam saat masih di rumah sakit, karena saya butuh bantuan untuk meraih segelas air yang jauh dari jangkauan tangan saya. Saya saat itu kehausan, tidak bisa tidur dan sedikit gerakan tubuh membuat saya merintih kesakitan karena luka operasi masih basah, sedangkan ia sudah terlelap karena lelah bolak-balik rumah-kantor-rumah sakit. Dan banyak lagi kesabaran yang ia punya untuk saya, saat saya benar-benar membutuhkannya.

Ia adalah hadiah dari Alloh di 9 bulan tahun ke 22 hidup saya, hadiah yang datang bersamaan dengan status pernikahan yang tersemat di jiwa saya, ruh saya.

Dan kini, satu tahun telah berlalu. 365 hari saya berlalu lalang di “rumah”: menjejaki ruang berfikir, sifat dan karakter, sikap dan perilaku dirinya. Sakit, lelah, sedih, bahagia, senyum dan tawa telah hadir beriringan saat menyesuaikan diri dengan berbagai macam perbedaan di antara kami.

Saya juga berlatih untuk merelakan ia pergi saat saya ingin dia ada di sini saja, di rumah saja. Satu-dua-atau 10 hari di luar kota tak jarang membuat saya manyun sendiri. Tapi toh saya akhirnya Continue reading

Nikah Kok Ngutang ???

pada suatu hari di jalan turangga, tersebutlah sepasang suami-isteri yang baru menapaki 11 bulan kehidupan rumah tangga. tampak sang suami menjemput…!%#*&*&$() blablabla.. *ga bakat nulis dengan bahasa mendayu-dayu :))*

jadi beberapa waktu yang lalu, 2 mingguan klo ga salah, ada sebuah kejadian yang mengungkap rahasia awal pernikahan kami. lucu sebenernya klo diinget-inget. aku posting di sini untuk jadi kenang-kenangan. :))

senin sore aku dijemput seperti biasa di depan indomaret deket kantor, di jalan Turangga. suasana adem karena abis ujan lebat di bandung. motor pulang ke rumah lewat rute gatot soebroto-asia afrika-braga-kebon jukut-pajajaran-kompleks sukaraja.
nah, waktu motor udah sampe di belokan asia-afrika, tiba-tiba si kakak bilang
“alhamdulillah utangnya udah lunaaasss..”
alhamdulillah. emang utang yang mana kak?Continue reading

Iri Itu Hanya Masalah Sudut Pandang

lagi pengen nulis rada2 berbobot di blog ini, meski temanya tetep random. engg… ga yakin juga sih ini bakalan jadi berbobot atau nggak tulisannya. melihat track record menulis sayah yang kayaknya mandeg di tahap ngegeje. =,=
oke, lanjut.

sayah (kata saya selalu dibubuhi huruf “H” di belakangnya agar tidak terkesan sangat formal, red) pernah merasa iri dengan beberapa orang di kehidupan saya. dan jujur saja, iri ini pun kadang tidak termasuk ke dalam hal yang boleh diirikan di agama islam. =..=

  1. entah itu hanya perkara keliling eropa, sedangkan sayah masih bertengger di Indonesia, khususon kota Bandung.
  2. entah itu hanya perkara S2-S3, sedangkan sayah puas dengan S.Gz yang menempel erat di belakang nama sayah.
  3. atau sekedar jumlah anak yang ada di tengah-tengah keluarga, sedangkan saya masih berdua kemana-mana dengan suami.
  4. atau malah hanya sekedar keliling indonesia, yang lagi-lagi dibandingkan dengan kondisi pribadi yang masih stagnan di Bandung. paling hanya sekali ke Medan

hingga suatu ketika Continue reading

Postwedding Gagal

jadi ceritanya, kata orang-orang, suami sayah itu fotografer. punya side job jadi fotografer nikahan orang. which is suka nyuruh-nyuruh orang yang baru nikah itu buat foto postwedding yang posenya unyu-unyu. sayah sendiri pernah liat beberapa album di henponnya. atau pas lagi iseng, buka2 album yang masih anget dari cetakan. ya namanya juga cewek, keinginan punya foto unyu2 gitu kadang muncul juga. meskipun kadang saya suka ngutuk diri sendiri :

“hadeuh, cuss… poto kek gitu ga penting2 amat kalee…” kata salah satu karakter diri sayah sih gitu. yang dengan segera dibantah oleh karakter saya yang laen. “ya kan pengen ada kenang2an buat anak cucu nanti. ininih poto unyu2 waktu masih muda dulu” hehe. dan pertentangan antara dua karakter itu masih ada hingga sekarang. ga jelas sapa yg menang. muahahaha

pas di gombong itu, hari sabtu siang abis dari nikahannya ajeng, kami capcus ke benteng van der wijck. sebagai obat karena ga bisa masuk ke benteng van der berg-nya jogja pas dulu itu,hehe. sampe Benteng sekitar jam 12 kurang. sepiiiiii banget… cuman ada 5 orang-an dan rombongan anak SD yg ga seberapa jumlahnya.

sambil nunggu sholat dzuhur, aku iseng bilang “Kak, poto berdua yuk… kan jarang poto berdua.” *kayaknya tampang gue waktu itu memelas bener :))

“hmm… yaudah.. terserah elu aja dah…”

asyem. *lempar sendal* Continue reading