RM Legoh: Resto Khas Manado Yang 100% Halal Di Bandung

“Kak, RM Legoh ini makanan khas Manado tauk” kata saya via whatsapp ke suami yang kekeuh bilang kalau rumah makan ini khas Sunda *suami siapa coba itu? :p. suami saya waktu itu lagi nongkrong di BIP (mall di Jl. Merdeka-Bandung), jadi nggak lagi bareng sama saya.
“Hoh? Ada babinya nggak?” Continue reading

Advertisements

Rekomendasi Kuliner Asik Murah Meriah Di Kota Bogor

Bogor itu sudah seperti rumah kedua bagi saya dan suami sehingga kami selalu ingin mengunjungi kota hujan ini tiap tahun. Sabtu-Minggu kemarin saya dan suami berkesempatan main lagi ke kota ini. Ini sebenernya bukan holiday tapi lebih ke business trip karena kita ada klien di sana yang minta di foto pernikahannya. Biasanya kami ke Bogor make travel, tapi waktu itu kita milih make jasa kereta api karena klien kami nikahannya hari Minggu. Jadi kita punya banyak waktu buat main-main dulu, kulineran, dan nostalgia dengan Commuter Line Jabodetabek.

Meski kami berdua tinggal 4 tahun di Bogor, saya dari 2006-2010; kalo suami taun 2002 sampe 2007 dan di daerah yang berbeda, kami nggak pernah nyengaja buat kulineran yang ngehits di sana. Maklum, kami sama2 anak kuliahan yang gak pnya duit lebih buat makan yang “aneh2” selain makanan warteg dan gorengan. Sebagai pengobat rasa penasaran kuliner Bogor, kami akhirnya bela2in nyicip kuliner bogor. Nah ini yang bisa kita jamah dalam waktu setengah hari di sana. Continue reading

Surat Cinta Untuk Kartini: Cerita Cinta Yang Santun

Film ini saya tonton bareng dengan barudak Blogger Bandung di Blitz Megaplex Miko Mall – Kopo Bandung. Sesuai judulnya, film ini tentang kisah cinta – fiksi, tentunya- yang terjadi di jaman ibu kita Kartini. actor utamanya adalah Sarwadi, Duda dari kalangan rakyat jelata yang berprofesi sebagai Pak Pos dan memiiki 1 anak. Pemerannya: Chicco Jericho. Sedangkan Kartini, seperti yang diceritakan dalam sejarah, ialah seorang anak kalangan nitrat yang bercita-cita membuat sekolah untuk perempuan. Pemerannya itu Rania Putrisari, artis pendatang baru yang baru pertama kali main film.

Plot ceritanya cukup simple yaitu cinta antara laki-laki biasa dengan seorang perempuan bangsawan yang gak kesampean. Sarwadi jatuh cinta kepada Kartini ketika melihatnya pertama kali saat mengantarkan surat di rumah Kartini. Sarwadi juga membantu Kartini untuk mencari tempat utk mengajar anak-anak. Tapi kemudian semuanya hancur karena Kartini dikabarkan menjadi isteri ketiga Bupati. Sarwadi lalu pindah ke kota lain bersama anaknya untuk melupakan kenangan bersama Kartini.

Cerita ditutup dengan Continue reading

My Stupid Boss : Film Komedi Yang Nggak Jorok

Jujur, saya jarang nonton film Indonesia di bioskop. Hingga hari ini, jumlah film buatan negeri sendiri yang saya tonton mungkin tidak lebih dari jumlah jari-jari saya. Bahkan film komedi buatan Indonesia is a Big No buat saya. Kenapa? Karena terlalu banyak film komedi buatan negeri ini yang dibalut dengan hal-hal “jorok”. Tau kan maksud saya dengan “jorok”? yaitu yang “nyerempet2” dengan yang berbau seksual, “eksploitasi” lekuk tubuh perempuan (bahkan saya rasa bisa dibilang “pelecehan”) atau makian2 yang tidak pantas didengar. hufft.

Ketika mendengar “My Stupid Boss” pun saya sedikit pesimis karena yang main itu mbak BCL dan mas Reza Rahardian. Saya agak jenuh dengan kemunculan Mas2 ini di film2 Indonesia. Kayak nggak ada actor lain gituuu… hehe. begitu juga dengan mbak BCL. Doi kan Drama Queen banget. Apakah mereka bisa menghidupkan karakter di buku My Stupid Boss? *gaya nulisnya udah kayak kritikus film banget ya gue? Padahal belum baca keseluruhan buku itu, haha :p

Nah, kemarin saya dikasih pilihan sama suami: “mau nonton X-Men: apocalypse atau My Stupid Boss?” saya langsung memilih MSB karena saya cukup tertarik ketika melihat trailer film ini yang gentayangan di newsfeed facebook. Lalu kami nonton film ini di Braga malam sabtu bersama puluhan penonton yg memadati ruang bioskop. Saya bahkan tidak melihat ada kursi yang kosong. 2 baris kursi paling depan (yg buat saya adalah The worst seat karena harus rada ndongak klo nonton pun penuh sama penonton.

Film ini, seperti novelnya yg berjudul sama, bercerita tentang Diana (BCL) yang bekerja di sebuah perusahaan di Malaysia dengan Bos yang super unik. Continue reading

Nonton Film The Imitation Game

poster film

Kyaa… Benedict Cumberbatch.

Emang sih mainstream banget ngefans sama Benedict. Kyknya sebagian besar sherlockian yang cewek2 selalu bertebaran lope2 klo ngeliat si om-om ganteng inih. Hehe. Karena film Sherlock terbaru baru ada tahun depan, jadi film ini sebagai pelipur lara utk melihat aktingnya Om Ben (sok kenal). Eh kenapa jadi kyk benyamin gini yak XD.

Awalnya yang ngompor-ngomporin saya utk nonton film ini adalah si kakak. Katanya ini ttg perang-perangan. Waktu denger kata “perang”, saya langsung bilang “ah gamau ah, perang2an teruuss… “

“Ih, ini bukan perangnya, tapi ttg pemecahan kode sandinya Jerman. Pernah denger enigma gak?”

“gatau..”

“enigma itu bla.. bla.. bla…”

“ya… ya… aku mah ga mudeng.”

“ah, susah emang nerangin beginian sama kamu”

Haha…

Keesokan harinya si kakak bilang dengan suara keras “wih… ratingnya The imitation game 9 dong di IMDB”

Ah, masa’ sih. Ga mungkin banget ratingnya 9. Ratingnya 7,5 atau 8 aja udah bagus bingit. Saya cuman mbatin dalam hati.

Tapi karena saya juga sedang lelah dengan usaha utk pembelian rumah, saya terhasut utk nonton Om Ben di film teranyarnya. Beside… saya juga udah lama gak liat dia acting. Terakhir cuman di The Hobbit, yang mukanya gak keliatan itu. -__-“

Tgl 9 Februari akhirnya kami sudah nongkrong di depan Cihampelas Walk, Mall-nya anak-anak gaul Bandung. Capcus ke lantai 2, dan langsung beli tiket. @35 rb jadi totalnya 70rb. Sisa 30 rb buat beli jajan di Yogya lantai bawah. Setelah sholat maghrib, kami langsung balik lagi ke lantai 2 dan nungguin film yang based on true story ini dimulai.

tiket 2 film terakhir yg ditonton. nomor bangkunya sama persis! XD

tiket 2 film terakhir yg ditonton. nomor bangkunya sama persis! XD

Continue reading

Basah Kuyup Demi The Hobbit 3

the hobbit. sumber di wikimedia.org

sekarang nonton bioskop sudah menjadi semacam rutinitas kami tiap bulan. pertama utk refreshing, kedua untuk quality time. nah, The Hobbit 3 adalah film terakhir yg ingin kita tonton di tahun ini karena kita ngikutin sekuelnya dari awal.si kakak udah beli tiket untuk nonton sejak siang hari di XXI Cihampelas Walk, sebuah mall atau kawasan wisata yang sangat populer di Kota Bandung. Jadwal nontonnya kita sengaja ngambil yg jam 20.30 WIB karena jam segitulah yang paling masuk akal jika melihat jam pulang kantor saya. kenapa milih XXI Ciwalk? karena bioskop ini salah satu yg kondisi lokasinya tidak menyeramkan bagi para penonton yg sudah selesai nonton dan akan ke tempat parkir. kami hampir midnight gitu kan baliknya? :D.

Kami punya pengalaman nonton midnight begini di beberapa bioskop: misalnya di XXI BTC di Jalan Pasteur dan bioskop Mall Paris van Java di Jl. Sukajadi. dua bioskop ini horor banget rute jalan kaki dari Lantai atas sampai ke tempat parkirnya. kita harus melewati koridor toko dengan cahaya yang remang-remang. toko2 itu juga dipenuhi dengan manekin yg jika kita salah fokus atau gimana, seperti sedang Continue reading