Semarang-Kendal dan Lawang Sewu

setelah baca berita kecelakaan di Semarang hari ini, saya jadi inget dengan perjalanan saya di semarang beberapa waktu lalu. waktu itu perjalanan saya terasa agak ironis karena sebelumnya suami saya berada di kota ini dan saya tidak bisa membersamainya. Well, ada atau ga ada guenya kayaknya sama aja sih :p. suami saya ke Semarang dari hari Rabu dan baru  pulang hari Minggu siang. Dan saya… ke Semarang Minggu malamnya. What an ironic moment in my life. Dan saya sudah beberapa kali mengalami hal itu. Dia pergi-saya di rumah; dia pulang ke rumah-saya pergi. It’s fine kok. As long he loves what he does.

jalan jelek, difoto dg handycam jd ngeblur gt lah -__-"

jalan jelek, difoto dg handycam jd ngeblur gt lah -__-“

Dan perjalanan saya kali ini menjadi sangat berbeda dengan perjalanan sebelumnya karena saya dari Semarang ke Kendal naik motor! Well,tepatnya dibonceng :p. sebelum2nya saya selalu diantar dengan Estillo nan mungil. Tapi karena driver sangat limited jumlahnya, tadi pagi saya nyobain touring kecil2an bareng mbak nitis, sang Branch manager semarang, dan sigit. Saya pada dasarnya suka naik dibonceng motor. Beberapa perjalanan menakjubkan dalam hidup saya adalah di atas Pulsar 135 LS bareng suami saya. Jadi kali ini saya berfikir “perjalanan akan sangat mengasyikkan!”. Dan kalimat tadi kurang lebih dikabulkan oleh Allah swt XD. Continue reading

Advertisements