Menemui Morea, Si Belut Raksasa dari Ambon

Pernah membayangkan gak klo ada Belut segede ular phyton?
saya ga pernah ngebayangin sih, tiba2 aja saya ketemu sama gerombolan belut itu waktu saya ke Ambon beberapa waktu lalu.

Tepatnya di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Ambon. beberapa jam sebelum saya pulang ke Bandung. saya diajak oleh Ibu Dian, seorang ummahat yang setia dengan ambon meski berkali-kali terjadi kerusuhan hebat.
sekitar jam 12 kami sampai di sebuah kolam pemandian yang besar. terlihat beberapa orang sedang melakukan aktivitas khas desa seperti mandi, berenang, keramas, mencuci baju, dan, Wow, jernih sekali airnya. ketika saya menyusuri kolam hingga ke ujung, ternyata kolam ini airnya mengalir sehingga dapat dipastikan airnya akan terus jernih. dan di ujung kolam itu ada beberapa gerombol pohon sagu. yang sudah dimaklumi pohon itu adalah penanda sumber air. mirip-mirip sama pohon kurma di oase padang pasir kyknya ya…

untuk mengundang Morea aka Belut Raksasa ini, kita hanya perlu menyediakan bau amis darah. sehingga kami membeli ikan laut Rp 20.000,- ke penduduk di sekitar situ krn kami tidak menyiapkan sebelumnya. jadi kalau misalnya kita pengunjung bawa ikan sendiri itu tidak apa2. dan kami juga tidak dikenai biaya apa2 saat ke kolam tersebut. para penduduk sudah paham betul maksud dan tujuan para pengunjung. Continue reading

Advertisements

Wisata dan Nyicip Kuliner di Tanah Daeng

masih tentang tanah daeng yang saya kunjungi beberapa waktu lalu.

hari pertama  di Makassar, saya nggak kemana-mana, hanya di kantor untuk coaching penanggung jawab di lapangan. tujuannya agar program yang berjalan di sana berjalan dengan lancar. cuaca di makassar juga lagi “Adem-adem”nya karena dalam satu hari hujan turun 3-4 kali =D. meskipun hujan cukup sering tapi saya tetap merasa gerah =D.

Siang hari itu saya mencicipi sup konro dan coto makassar.
sup konro sebenarnya bukan makanan asing buat saya karena udah pernah nyobain di rest area 57. saya nyicip lagi karena sup konro itu enaaakkk… hehe =P~
klo coto makassar saya nyicipnya pas makan malam, saya kira si coto ini ga jauh2 bentuk dan penampakannya kayak soto di pulau jawa dan soto2 lain yang pernah saya makan.

dan wow, emejing… saya tertipuhh… =)) Continue reading

Di Atas Bumi Jakarta-Makassar

akhirnya….. datang juga waktu saya utk berkunjung ke Makassar.perjalanan ini sebenarnya sudah terjadi di awal bulan, tapi saya baru sempat posting =P.

dan alhamdulillah… keinginan saya utk melihat bumi dari atas kesampean juga karena jadwal pesawatnya jam 4 pagi. di perjalanan dengan pesawat sebelumnya (waktu saya ke Medan) saya hanya bisa liat lampu2 pemukiman penduduk (yang amazing banget itu) ketika take off maupun landing, selebihnya saya hanya bisa melihat gelap karena pesawat berangkatnya malam hari dan saya tertidur. hehe

Di malam perjalanan itu saya hanya tidur 3 jam yaitu di perjalanan bus Bandung-Tangerang dan ketika transit sebentar di rumah saudara teman perjalanan. ketika saya di pesawat, saya tidak tidur sama sekali karena takut kebablasan dan loss moment matahari terbit. mata yang panas-dan-sangat-ingin-nutup itu saya paksa buka dengan memutar2 pandangan ke sekeliling, baca-baca majalah yang disediakan pesawat, dan mencoba melihat langit yang masih gelap dari jendela.

cahaya.. hikari... =))

cahaya.. hikari… =))

Continue reading