RM Legoh: Resto Khas Manado Yang 100% Halal Di Bandung

“Kak, RM Legoh ini makanan khas Manado tauk” kata saya via whatsapp ke suami yang kekeuh bilang kalau rumah makan ini khas Sunda *suami siapa coba itu? :p. suami saya waktu itu lagi nongkrong di BIP (mall di Jl. Merdeka-Bandung), jadi nggak lagi bareng sama saya.
“Hoh? Ada babinya nggak?” Continue reading

Advertisements

Wajah Baru Bandara Husein Sastranegara – Bandung

Dulu, Bandara Husein ini kayak terminal bis. Kecil dan sederhana banget isinya. Seinget saya, bandara ini gate-nya cuman ada 1, jadi nggak bakalan nyasar ke gate laen, haha. Ruang tunggunya juga kecil. Bagian imigrasi cuman ada 1 petugas. Tempat pengambilan bagasi juga cuman ada 1. Nah, bulan April taun lalu waktu saya jalan-jalan ke Singapura, bandara ini masih dalam proses renovasi yaitu penambahan bangunan di sebelah kanan bandara eksisting. Jadi waktu itu kita masih make bangunan Bandara lama.

Rasa penasaran saya terhadap perubahan Bandara Husein terpenuhi minggu lalu waktu saya dan suami jalan-jalan ke Malaysia (lagi) dan lewat bandara ini. Tahun ini para penumpang sudah bisa menggunakan bangunan baru Bandara Husein yang penampakannya sudah seperti Bandara modern :D. sedangkan bangunan lama bandara sekarang masih dalam proses renovasi, jadi gentian gitu renovasinya biar operasional bandara tetap bisa berjalan dengan normal.

Bangunan Lama (2015) dengan Bangunan Baru (2016) Bandara Husein Sastranegara

Bangunan Lama (2015) dengan Bangunan Baru (2016) Bandara Husein Sastranegara

Ketika masuk ke Bandara, kita disambut dengan pintu keberangkatan di bagian kiri dan pintu kedatangan di bagian kanan. Continue reading

Mural Hunting #1: Woman Portraits – Bandung

5 tahun saya tinggal di Bandung (hampir 4 tahun numpang di rumah dinas mertua di kota dan sekarang di rumah sendiri, di Bandung Coret :p) membuat saya sering memperhatikan kondisi jalan dan arsitektur di Bandung. Memang sih yang saya liat kebanyakan ya itu-itu aja yaitu rute berangkat-pulang kerja dan beberapa – puluh – kali jalan menuju mall atau tempat makan yang ngehits se-Kota Bandung :D. Dari situ saya memperhatikan bahwa Bandung punya komunitas Mural yang cukup aktif bergerak. Abaikan dulu tentang ijin atau nggaknya mereka pada pemilik dinding yang mereka coret-coret, karena saya nggak tau.

Kata Wikipedia, Mural adalah cara menggambar atau melukis di atas media dinding, tembok atau permukaan luas yang bersifat permanen lainnya. Berbeda dengan grafiti yang lebih menekankan hanya pada isi tulisan dan kebanyakan dibuat dengan cat semprot maka mural tidak demikian, mural lebih bebas dan dapat menggunakan media cat tembok atau cat kayu bahkan cat atau pewarna apapun juga seperti kapur tulis atau alat lain yang dapat menghasilkan gambar.

Hal unik dari komunitas Mural di Bandung ini adalah mereka sering kali mengganti mural yang mereka buat di dinding tertentu dengan mural lainnya pada periode tertentu – yang hanya mereka yang tau kapan. Beberapa kali saya melihat mural yang dilukis dengan sangat cantik, konsepnya bagus dan dengan ukuran yang sangat besar. Tapi sayang saya cuman melihatnya tanpa mengabadikannya dengan kamera. Lalu mural itu hilang dan diganti dengan mural yang lain. Huhu.. sayang banget. Makanya sekarang saya jadi termotivasi untuk mengabadikan mural-mural kece di Kota Bandung. Dan mungkin saja di kota atau negara lain. Continue reading

Review Hotel Golden Flower – Bandung

Bismillah…

Udah lama gak nulis ttg hotel yg pernah disinggahi. Sekarang saya mw kasih sedikit review ttg hotel ini mumpung saya lagi duduk cantik menikmati hidup di pojokan ballroom hotel ini yg koneksi wifinya kenceng.

Saya tadi malem bobok di kamar no. 531, lantai 5. Deket sama fasilitas spa, gym, sama kolam renang. Saya nginep di sini krn ada annual event di tempat kerja sayah, jd gratisan, hhehe. Alhamdulillah kesampean jg main ke sini krn bbrp bulan terakhir sy penasaran sama isi hotel ini yg letaknya dekat dg Masjid Raya Bandung aka alun2 Bandung dan setiap hari sy lewati klo balik dr kantor.

Kita mulai dari kamar aja yg pasti jadi indikator utama kenyamanan sebuah hotel. Kamar no. 531 itu klo gak salah masuk ke kategori Grand Deluxe atau eksekutif king *sy ngasi konklusi itu setelah ngoprekin web hotel ini 😅). Harusnya sy nginep di ruangan ini bareng 2 orang lain, tp salah satu orang lebih milih nemenin temennya di lantai 3. It’s fine, saya malah seneng #eh.

image

Continue reading

Eksplor Stone Garden, Padalarang-Bandung

Ada yang pernah denger Stone Garden? Atau malah udah pernah ke sana? Ini tempat wisata yg cukup melejit popularitasnya beberapa waktu ke belakang lho… :D. Sekarang saya mau kasih tau nih klo saya hari minggu kemarin main ke sana. Semoga bisa jadi referensi wisata yg murah di Bandung Raya :D. Stone Garden atau Taman Batu terletak di daerah Citatah, Padalarang. Disebut Stone Garden karena tempat wisata tersebut didominasi dengan batu-batu besar yang konon adalah peninggalan dari jaman megalitikum *sambil buka Wikipedia :p*.

Saya memutuskan datang ke Stone Garden sendirian karena si kakak masih di Jakarta dan temen2 yang diajakin tiba2 membatalkan *pelototin satu-satu*. Dari Kota Bandung ke Stone Garden saya menggunakan jasa Kereta KRD Ekonomi Bandung dengan rute Cicalengka-Padalarang karena lebih efisien dari waktu, biaya, dan tenaga daripada naek angkot. Bagi teman2 yg dari Jakarta atau kota2 lain, KRD ini melewati Stasiun Bandung kok. Jadi gampang banget ke stone garden :D. Harga tiket KRD ini paling mahal 4.000 – 5.000 perak. Saya sendiri ke Padalarang naik dari stasiun Cimindi (CMD). Jadwal kereta KRD Bandung 2015 ada di bawah ya ;) Continue reading

Me Time Di Alun-Alun Bandung

Sejak hari kamis kemarin, saya lagi jadi jomblo freelance karena suami lagi sibuk menjamu temannya yg datang dari Surabaya. Saya harus menanggung ‘beban’ ini sejak si kakak semakin serius dan ditunjuk jadi Pak Lurah (or president, chief, whatever u named it) di tOekangpoto, komunitas fotografinya. Tak ayal saya harus melipir berangkat-pulang ke kantor naik angkot. Waktu perjalanan yg hanya 25 menit dengan motor membengkak 3x lipatnya setiap naik angkutan umum ini. ditambah dengan ongkos sekali jalan yg bikin dompet meringis. 11-12 rb x 2 (pagi dan sore) dikali berapa hari aktivitas ini berulang. Klo diambil jumlah hari maksimal (22 Hari Kerja) itu bisa buat isi bensin si motor di Shell buat sebulan (anter-jemput kantor, keliling bandung, jengukin rumah yg belum bisa ditempatin dan lain-lain). kebayang kan gimana tidak efisiennya naek angkot? #okecukupsudahcurcolnya :p

Nah, waktu hari Kamis kemarin saya kebetulan bawa kamera ke kantor buat pemotretan sebuah project hasil kerjasama kantor saya dengan sebuah Bank di salah satu taman di Bandung, lumayan bisa kabur bentar dari belakang meja sampe jam 11 siang. Jadi waktu saya balik ke rumah, si kamera otomatis harus saya bawa. Ransel dan laptop 14 inchi yg lumayan berat saya tinggal saja di loker di kantor. Dan waktu itu saya langsung berinisiatif untuk mengambil rute angkot yg lain, yg biasanya naik angkot hijau St. Hall-Gedebage, saya ngambil angkot merah tujuan Cicadas-Elang (jalan dikit ke depan Trans Studio Mall).

Angkot ini melewati salah satu icon kota Bandung yang semakin ngehits beberapa bulan terakhir yaitu Alun-ALun Bandung :p, jadi saya langsung turun di samping alun-alun, dekat Yogya Kepatihan. Saya waktu itu memilih rute ini karena saya pikir alun-alun adalah tempat yang cocok untuk menjalani “Me Time” Continue reading