Rekomendasi Kuliner Asik Murah Meriah Di Kota Bogor

Bogor itu sudah seperti rumah kedua bagi saya dan suami sehingga kami selalu ingin mengunjungi kota hujan ini tiap tahun. Sabtu-Minggu kemarin saya dan suami berkesempatan main lagi ke kota ini. Ini sebenernya bukan holiday tapi lebih ke business trip karena kita ada klien di sana yang minta di foto pernikahannya. Biasanya kami ke Bogor make travel, tapi waktu itu kita milih make jasa kereta api karena klien kami nikahannya hari Minggu. Jadi kita punya banyak waktu buat main-main dulu, kulineran, dan nostalgia dengan Commuter Line Jabodetabek.

Meski kami berdua tinggal 4 tahun di Bogor, saya dari 2006-2010; kalo suami taun 2002 sampe 2007 dan di daerah yang berbeda, kami nggak pernah nyengaja buat kulineran yang ngehits di sana. Maklum, kami sama2 anak kuliahan yang gak pnya duit lebih buat makan yang “aneh2” selain makanan warteg dan gorengan. Sebagai pengobat rasa penasaran kuliner Bogor, kami akhirnya bela2in nyicip kuliner bogor. Nah ini yang bisa kita jamah dalam waktu setengah hari di sana. Continue reading

Boarding Pass ala PT KAI

Saya udah lama nggak menggunakan moda transportasi kereta api. Terakhir saya ambil rute jarak jauh waktu mau ke semeru, thn 2014. Jarak menengah itu waktu saya dan suami pulang dari wedding photoshoot di Bogor tahun lalu. Betapa jarangnya saya berinteraksi dg PT KAI… :mrgreen:

Nah, tgl 23 Maret 2016 (malam kamis) kemarin saya dan suami akhirnya kesampean main ke ujung pulau Jawa, tentu saja dg kereta. Kami naik KA Turangga BDG-SB, lalu melanjutkan perjalanan menuju stasiun Karangasem di Banyuwangi dengan KA Sritanjung pukul 14.00 hari Kamis.

Di stasiun Hall Bandung ini kami kenalan dg sistem Boarding Pass ala PT KAI. Saya sudah tau soal ini wkt nggak sengaja main ke stasiun buat janjian sama suami yg mw jemput beberapa minggu sebelumnya. Waktu itu saya terbengong2 krn loket customer service tiba2 hilang dan digantikan dg 4 komputer, alat scan barcode, dan printer dilengkapi dg tulisan Check in Counter besar-besar di atas. Wow, mirip di Bandara! :D

Saya lalu baca2 petunjuk boarding pass yg dicetak dg standing banner di sebelah check in counter itu. Intinya mah kita nggak perlu nyetak tiket lagi klo udh beli tiket via online atau di channel pembelian lainnya krn kita bs lgsg check in Continue reading

Menikmati 640 Anak Tangga Gunung Galunggung

ini sebenernya foto waktu kita balik. nggak ada foto wkt kita naek karena masih gelap gulita balabala :D

ini sebenernya foto waktu kita balik. nggak ada foto wkt kita naek karena masih gelap gulita balabala :D

Pukul 4 pagi mobil APV kami hasil minjem dari kantor sudah terparkir dengan rapi di kaki Gunung Galunggung. Perjalanan dari Kota Bandung ke Tasikmalaya hanya memakan waktu sekitar 3 jam, sudah termasuk mampir2 dan Tanya jalan. Kami bertujuh segera berhamburan ke kamar mandi karena sudah tak tahan menahan hajat dan ditambah udara dingin yang menusuk-nusuk tulang. Tujuh orang ini tak lain adalah saya dan suami beserta tim yang saya pimpin dan yang sering saya omel2in di kantor plus driver. Sesekali ngajak tim saya yang nampak kurang piknik ini untuk jalan-jalan bukanlah sebuah dosa bukan? :D

Sepagi itu ada satu warung yang masih beroperasi di kawasan parkir kendaraan dan sepertinya memang 24 jam melayani pelanggan sehingga para pengunjung Galunggung tak perlu khawatir dengan masalah perut. Tak lama ada satu mobil lain yang ikut parkir di sebelah mobil kami. Tampaknya mereka juga punya tujuan yang sama dengan kami. Well, ternyata hari Sabtu itu kami tidak sendirian di atas sana. Continue reading

Eksplor Stone Garden, Padalarang-Bandung

Ada yang pernah denger Stone Garden? Atau malah udah pernah ke sana? Ini tempat wisata yg cukup melejit popularitasnya beberapa waktu ke belakang lho… :D. Sekarang saya mau kasih tau nih klo saya hari minggu kemarin main ke sana. Semoga bisa jadi referensi wisata yg murah di Bandung Raya :D. Stone Garden atau Taman Batu terletak di daerah Citatah, Padalarang. Disebut Stone Garden karena tempat wisata tersebut didominasi dengan batu-batu besar yang konon adalah peninggalan dari jaman megalitikum *sambil buka Wikipedia :p*.

Saya memutuskan datang ke Stone Garden sendirian karena si kakak masih di Jakarta dan temen2 yang diajakin tiba2 membatalkan *pelototin satu-satu*. Dari Kota Bandung ke Stone Garden saya menggunakan jasa Kereta KRD Ekonomi Bandung dengan rute Cicalengka-Padalarang karena lebih efisien dari waktu, biaya, dan tenaga daripada naek angkot. Bagi teman2 yg dari Jakarta atau kota2 lain, KRD ini melewati Stasiun Bandung kok. Jadi gampang banget ke stone garden :D. Harga tiket KRD ini paling mahal 4.000 – 5.000 perak. Saya sendiri ke Padalarang naik dari stasiun Cimindi (CMD). Jadwal kereta KRD Bandung 2015 ada di bawah ya ;) Continue reading

Touring Bandung-Ujung Genteng #2

2 januari 2015

Pas jam 3 sore, saya terbangun di antara dengkuran halus si kakak di belakang telinga saya. Baru saja saya melek, terdengar teriakan orang di sekitar pantai dan suara sapu di halaman penginapan.

“jangan-jangan udah cerah nih…” pikir saya. Saya langsung menyibak tirai jendela dan benar! Matahari sudah mulai menghangatkan tanah meski masih malu2. Saya langsung beres2 dan tidak lupa membangunkan kakak yg nampak masih menikmati tidur siangnya.

Kami sore itu langsung menuju ke Pantai Pangumbahan, pantai yang terkenal dengan episode pelepasan tukik di sore hari. Saya tentu tidak mau ketinggalan momen itu karena saya pergi ke Ujung Genteng ini memang pingin liat tukik itu. Penasaraaann… :p

Kami naik motor menuju pantai tsb, tanya saja dengan penduduk asli situ pasti mereka tau dan gak pelit ngasih petunjuk arah. Jalan menuju pantai tsb ternyata sangat menantang (jika tidak mau dibilang jelek, wkwkwk) karena didominasi oleh bebatuan yg ukurannya ga nanggung2 dan saya liat sekilas sih sepertinya cukup tajam. Saya rada khawatir sama ban motor karena bisa-bisa bannya meletus. hehe. Tak hanya itu, di  beberapa ruas jalan kami juga disambut dengan genangan air banjir setinggi betis laki-laki dewasa. Lagi2 saya parno klo misalnya motor yang kami naiki tiba2 tumbang dan baju, kamera, serta gopro pinjeman yg saya pegang itu rusak semua -___-“. Alhamdulillah berkat kelihaian si kakak bawa motor, kami selamat sampai tujuan.

Sesampai di sana saya langsung ke loket, beli tiket yang harganya rp 10.000/orang. Mengenai tiket, sebelum saya ke sini saya dapat isu bahwa harga tiket untuk melihat proses bertelurnya penyu di malam hari adalah Rp 150.000/orang, saya langsung melihat spanduk kecil di samping loket utk memastikan isu itu. Dan ternyata benar… Harganya 150 rb/orang. Cih.

Tapi setelah saya pikir2, mungkin itu ada tujuan khususnya yaitu menjaga agar tidak terlalu banyak pengunjung yang datang wkt si penyu bertelur. Kebayang kan klo misalnya yg cewek2 di sini lagi ngelahirin trus ada rombongan makhluk asing yg dateng untuk ngeliat proses kalian ngeden. Kan gak bagus buat psikologis si ibu dan telur anak. Hehe. Saya sih setuju2 aja, tapi saya jadi ngelus dada agar legowo karena saya belum jadi manusia yang mencapai financial independence #halah pret

Waktu kami sampai lokasi itu, pengunjungnya masih sepiii… Baru ada beberapa mobil dan komunitas motor vespa yang entah bagaimana caranya bisa selamat dan utuh kendaraannya sampai sana. Hehe. Saya dan kakak langsung ke lokasi pantai dan well… Pantainya biasa saja saudara-saudara… Terus terang saya mikir “seriusan pantainya inih? -__- ” kalau gak ada si tukik2 itu saya gak mau balik lagi ke Ujung Genteng. Serius. Kalau kalian mau wisata pantai, mending kalian ke pantai lain aja. Misalnya Pantai Santolo, yang hingga sekarang masih jadi the best beach ever di Jawa Barat. Nggak kalah sama Pantai Liang di Ambon. Atau klo gak, ke Pantai Ranca Buaya yang konon jadi lokasi syutingnya Perahu Kertas (yg saya gak pernah nonton filmnya).

Jam 5, pengunjung yg awalnya hanya belasan berubah menjadi ratusan orang. Dan meski sudah ada papan peringatan untuk tidak main2 di laut masih ada saja anak-anak alay (yg sebenarnya sudah sangat bangkotan untuk disebut sebagai anak-anak) yang mandi2an. Padahal ombaknya itu nyeremin banget, bisa buat surfing kali itu… -__-“. Saya cuman duduk-duduk di batang pohon yang sudah lapuk, jauh dari bibir pantai sambil ngobrol2 sama si kakak.

Sekitar jam setengah 6, beberapa petugas terlihat membawa bak berwarna hitam dan beberapa orang di antaranya membuat garis yg tidak boleh dilewati oleh pengunjung karena di situ adalah wilayah si tukik2nya mau dilepas. Ingat ya saudara2, pengunjungnya itu ratusan mulai dari anak-anak, abg alay, mahasiswa, sampai om2 dan tante2. Oya, ada juga bapak2 biksu yang menjadi guide rombongan bule.

Saya kan terobsesi buat ikut megang tukiknya ya kyk di blognya orang2 (haha), tapi melihat kondisinya sangat crowded begitu, saya langsung pesimis. Kayaknya gue salah milih waktu buat main ke sinih =..=. Jadilah saya waktu itu cuman ngeliatin si tukiknya dilepasin sama petugasnya. Huhuu… *lambai2kan tangan ke tukik yg lucu*

Sedikit tips buat kalian yg pingin ngeliat tukik dg lebih leluasa: Pilihlah lajur sebelah kiri ketika ada adegan pelepasan tukik karena petugasnya gak akan sampai ke ujung sebelah kanan. Dan saya ada di ujung kanan… =__=

Kalau ingin melepaskan tukik kyk di blog2nya orang, mending ke pantainya jangan di long weekend kyk saya kemaren. Dijamin cuman bisa gigit jari kyk sebagian besar orang indonesia sekarang ini.

Mending kalian nunggu sampai berjamur di pantai daripada loss moment karena adegan pelepasan tukik itu gak sampe 5 meniiiittt…. :v

Setelah itu saya dan si kakak langsung balik lagi ke penginapan karena takut hujan lagi dan macet karena pengunjungnya ada ratusan dengan puluhan mobil dan motor. Saya waktu itu cuman pasrah aja, abis pelepasan tukik yang menyedihkan itu, saya gak ngarepin apa2 lagi, saya cuman pingin makan abis itu mandi, shalat, bobok.

Kami langsung ke gerobak nasi goreng yg kami lewati waktu mau ke pangumbahan, rencananya mau beli nasi goreng. Eee… Gataunya, waktu kita sampe sana langit di ujung barat yang pas banget di depan nasi goreng itu, lagi siap2 ngelukis sunset. Masyaallah… #wowmazing banget. Saya seumur2 ke pantai, baru pertama kali ini dikasih hadiah sunset yang luar biasa keren kyk gini sama allah. Alhamdulillah…

Setelah saya kasih pesenan ke abang nasgor, saya langsung nyusul kakak yg udah jongkok sama nungging2 duluan buat motret sunset.

Di penghujung hari kala itu, saya menyadari satu hal bahwa allah memberi hadiah pada saya, pada kami, setelah banyak menghadapi hujan deras plus angin kencang, banjir, jalan jelek, pant*t dan pinggang somplak. Untuk masalah beginian aja kami sabar, masa’ untuk ujian hidup yang lain kami jadi lembek… Ya gak? Eh, iya gak sih? #halah

Lalu kami melenggang ke penginapan bersama nasi goreng yg masih panas dan hati yg dipenuhi lukisan sang maha. Klo gak malu sih pingin joged-cuci-kucek-jemur sambil nyanyi lalala… Yeyeyeye…. :v

Malam itu berakhir dengan perut kenyang dengan 1 porsi nasi goreng. Jarang2 saya sanggup ngabisin bungkus nasgor porsi kuli. Besok paginya, kami langsung cabut ke bandung. Kira2 kami balik jam setengah 7 dan sampe rumah jam 2 siang lewat sekian menit.

Sayonara ujung genteng…Saya balik lagi ke sini klo udah punya mobil. Hehehe.

Rincian Biaya Motor Touring Bandung- Pantai Ujung Genteng Sukabumi

Hari 1
Bensin Shell Super 100.000
Air minum 8.000
Makan Siang di RM Padang 30.000
Mangga 2 kg 25.000
Sub total hari 1: 163.000
 
Hari 2
Retribusi Masuk ke Pantai Ujung Genteng 8.000
Penginapan 250.000
Ngemil Mie Rebus 15.000
Tiket Masuk ke Pantai Pangumbahan 20.000 (@ 10rb)
Air minum 600 ml  4.000
Bayar Parkir  5.000
Nasi Goreng 2 porsi 22.000
Pocari Sweat dll 19.000 (ceritanya jajan haha)
Sub total hari 2: 343.000

Hari 3
Bensin pertamax 50.000
Sarapan roti sobek & susu 22.000
Makan siang 32.000
Sub total hari 3: 104.000

Total pengeluaran: Rp 610.000

Banyak juga ya… pantesan bokek. haha

Touring Bandung-Ujung Genteng #1

kami di pantaiii...

kami di pantaiii…

Kami, saya dan si kakak, membuka tahun 2015 dengan tidur di awal waktu. Bobok sebobok-boboknya, gak keganggu sama sekali dengan kembang api. Saya juga tidak terobsesi utk menonton kembang api karena hasrat saya mengenai kembang api sudah terpenuhi beberapa waktu lalu di sini.

saya dan si kakak sudah jauh-jauh hari merencanakan utk main ke Pantai Ujung Genteng di awal tahun. Saya malah udah siap2 buat ngajuin cuti demi touring ini. Tapi ternyata tempat kerja saya inih ngasih libur bersama dong… jarang-jarang banget! Alhamdulillah. Rencana kita fiks lanjut!

Fyi, Pantai Ujung Genteng ini letaknya di Sukabumi. Mungkin kalau cuman denger “sukabumi”, orang2 mikirnya “ah, deket ini mah…” padahaaall… ini sukabumi yang di ujung dunia jawa baraatttt. Tepos dah itu pant*t sampai sana. Detilnya saya ceritain nanti.

 Kamis, 1 Januari 2015

Pagi-pagi saya sibuk nyuci baju karena udah numpuk dan mengingat hari minggu nanti saya mau istirahat aja, gamau megang2 cucian :p. jam 9 pagi saya mandi, beres2. Si kakak juga dari pagi udah ngoprekin si Rebi yang sehari sebelumnya udah “jajan” di Kawasaki Jl Pajajaran. Jam setengah 10-an barang2 ditata sama si kakak di bagasi motor (gaya bener sebutannya bagasi, padahal temen2 nyebutnya magic com :v).

Yang dibawa itu: Continue reading