Mengejar Matahari

Maaf, ini masih tentang perjalanan di Yogyakarta. abis ini saya janji bahas yang laen.

Selasa, 26 mei 2014

Sebelum subuh kami sudah bangun dari tidur. Jam setengah 3. Ngantri mandi, dan berangkat ke rowo jomblo eh Rowo Jombor Klaten sekitar jam setengah 4. Kali ini Ummi Ida, Azka, dan Revo ikut bersama kami. Sampai di lokasi, pas banget adzan subuh. Kami melipir ke masjid dulu yang ternyata di desa kayak gitu masjidnya uwow banget. Dan kata salah satu jamaah shalat yang perempuan, masjid ini dibangun dengan swadaya penduduknya padahal jumlah penduduk di situ ga nyampe 50 KK. Sayang saya lupa motret masjidnya. Huhu…

Di Rowo Jombor ini kita nungguin Sunrise. Saya udah siap2 bawa tripod. Ya kali hasilnya jadi lebih bagus gitu klo make tripod. Eh gataunya malah ribete puoollll… *tendang tripod ke rawa*. ribetnya itu terutama waktu mau ngejar nelayan yang nyari udang. yasudahlah, mending saya motret biasa aja. Dan well, keren memang sunrise di sini. Ga nyangka. Padahal “cuman” di rawa, bukan di pantai atau di puncak gunung 5000 dpl *gunung apa yg angka ketinggiannya bulet kyk gitu? :p*

matahari2 Continue reading

Advertisements

Wisata Budaya Yogyakarta

kita segerbong

kita segerbong

Dari Solo ke Yogya kami menggunakan kereta. Semacam KRL kali ya klo di Jakarta dan sekitarnya.

Kami 23 orang, dan cuman saya yang perempuan. Tapi si Ryan anak Medan pernah bilang gini ke saya. “lho kakak kan bukan cewek. Penampilan aja yang pake kerudung.” Asyem ni anak -..- *lumurin balsem*.

tiket setinggi kepala. uwak hamid tingginya kyknya 180an. :D

tiket setinggi kepala.
uwak hamid tingginya kyknya 180an. :D

Perjalanan bersama Pramex itu sekitar 1 jam. Keretanya ….. panas…!!! karena hanya ada kipas angin, pintunya otomatis ketutup klo mau jalan, dan jendela hanya dibuka yang bagian atas. bayangin ndiri lah gimana rasanya. Tapi seru kok karena bareng2 segerbong, membully yang jomblo. etapi saya waktu itu fokus ngejar tilawah yang belum tersentuh sejak pagi sih… hehe. :v

Sampai di Stasiun Tugu, kita dijemput sama tuan rumah dan langsung ke rumah Pak Cah (kisah bersama keluarga pak Cah ada di sini). Sore itu agenda kami hanya menghabisi dagangan ibu penjual sate keliling. Rasanya lumayan. Gatau sapa yang bayarin. Wkwk. Malamnya kenalan season 3 bersama personel yang baru datang dari bekasi, magetan, dll.

Senin

Sebelum Subuh datang seonggok manusia bernama uchi (siapa uchi sudah diungkap di sini) yang ngejar kereta sepulang dari tugas Batam. Alhamdulillah uchi bawa makanan banyak. Cokelat. Aaakkk…. Saya memang selalu meleleh klo dikasih cokelat, makanya si kakak sering ngerayu beliin cokelat klo saya lagi ngambek atau nangis. Haha :p. beberapa jam kemudian datanglah Mbak Nur dari Jakarta. Jadi yang perempuan ga garing2 amat, ber4. Lumayan dari manyun.hehe

Tema hunting hari ini adalah Budaya Yogyakarta. ^^

Saya adalah orang yang mungkin kurang bisa mengerti tentang budaya. Continue reading

Jogja dan Sebuah Tragedi

27 Maret 2013

Saya dan si kakak (suami sayah, red) berangkat ke jogja naik bus kramat jati. Kami ke jogja dalam rangka Milad kedua sebuah komunitas fotografi yang bernama ToekangPoto. Komunitas ini berdiri setelah bencana merapi melanda Yogyakarta. Pada momen itu beberapa orang dengan minat fotografi bertemu dan sepakat mendirikan sebuah komunitas fotografi. Komunitas ini juga sebuah wadah bagi mereka yang ingin belajar fotografi tanpa harus memotret model2 wanita dengan baju-baju seksi dan gaya yang “tidak senonoh”. Ada yang berminat? *lho, promosi.. :p

Bus berangkat jam 18.35 WIB tapi karena sebuah kesalahan teknis yang sangat tidak profesional bus balik lagi ke poolnya setelah sampai di BIP. 1 jam terbuang percuma. Bus itu seharusnya sampai di jogja sekitar jam 5 subuh tanggal 28 April tapi karena kesalahan tadi dan macet di sudut jawa barat, bus baru berhenti di Sekitar Prambanan jam setengah 8.

28 Maret 2013 Continue reading

sebentar di kotamu

Jogja, akhirnya aku dataaanggg…….!! *disorakin sama orang sekampung*

sebenarnya bukan pertama kali menginjakkan kaki di kota ini. waktu itu setelah di semarang selama kurang lebih tiga hari, sebelum pulang ke bandung menyempatkan diri ke jogja : numpang makan dan cuci muka di sini. =D

beberapa hari yg lalu aku ke jogja bareng keluarga bandung. berenam di mobil avanza, berangkat malam sabtu tgl 14 desember. di depan bapak sama astri, di tengah ibu sama adek, dan di belakang bersama toples makanan aku dan kakak. kebayang ga gimana sempitnya di belakang? buat aku sih ga gitu ngaruh, tapi kasian sama si kakak. dia kan gede badannya, ga kayak aku =)). aku malah bisa tidur lelap karena ada bantal empuk =)) *digaplok*. si kakak yg kasian (lagi), di peristirahatan kedua si kakak muntah. mungkin karena di belakang itu guncangannya begitu dahsyat kalau ada lubang atau polisi tidur. aku kasih madu anget n dikasih cemilan. alhamdulillah enakan.

di jogja, hari sabtu sama minggu full acara keluarga : nikahan adat jawa. hari senin-selasa baru deh bisa jalan2. tapi kondisi badanku waktu itu ngedrop : batuk+ pilek lumayan parah ditambah kualitas pendengaran yg menurun entah kenapa pasca pulang dari anyer tgl 13 malem. waktu yg singkat menjadi semakin singkat karena kondisi itu.

objek wisata pertama yg dikunjungi adalah candi prambanan yg letaknya selemparan batu dari rumah saudara yang kami singgahi. masuknya juga ga bayar karena dianterin sodara yg udah kenal sama penjaga di sana =D. awalnya ku kira candi itu kayak gimana, ternyata seperti tumpukan batu, hehe. aku yg udah bawa2 kamera, jadi ga gitu nafsu motret karena batuk2 parah sampai muka panas dan badan menghangat. padahal udah lama pengen ke sinih… –“. keinginan ke ratu boko tak bisa direalisasi juga karena kondisi badan yg tidak fit juga harga tiket yg mahal : 45rebu,haha. lain waktu.. lain waktu… =3 Continue reading