Mengintip Secuil Kehidupan Suku Osing Di Desa Adat Kemiren

suku osing (4)

tetap cantik di usia paruh baya dan tanpa make up

Setelah ngos-ngosan dari kawah Ijen, kami semuanya ke Masjid terdekat untuk bersih-bersih, istirahat sejenak dan makan. Awalnya kami akan langsung ke Baluran, tapi karena sudah terlalu siang (dan panas) jadi diputuskan kami mengunjungi Kampung Osing, suku asli Banyuwangi. Setelah berpetualang di pantai dan gunung serta serba-serbi kehidupan di kota, tak ada salahnya untuk mengintip Budaya di kota itu :D.

“Suku Osing ini adalah orang-orang dari Kerajaan Majapahit yang tinggal di Banyuwangi dan tidak ikut pindah ke Bali” kata teman saya waktu kami telah sampai di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Saya manggut-manggut berlagak ngerti padahal saya termasuk ke dalam kategori manusia yang tidak terlalu mudeng soal sejarah Indonesia. Ini secuil cerita ketika singgah sebentar di Desa Kemiren, sungguh cuman sebentar jadi cuman bisa cerita sedikit.

Tari Gandrung Continue reading

Advertisements

[Review] Teh Tarik Mang Khalid, Original Malaysian Food Bandung

DMalaysian Foodi dekat rumah ada rumah makan khusus makanan Malaysia yang baru beberapa bulan lalu dibuka. Si kakak yang sempat liburan di Kuala Lumpur tahun lalu selalu merajuk dan memberi kode agar kami makan malam di sana. Mungkin untuk nostalgia dengan makanan Melayu. Tapi kode2 itu saya cuekin sampai akhirnya tgl 29 Maret, kami melangkahkan kaki di sana. Tepatnya jam 16.40 WIB. Hehe *liat di history foto*

Nama tempat makannya adalah Teh Tarik Mang Khalid, Original Malaysian Food. Saya agak-agak kurang paham kenapa di logo rumah makannya ada tulisan Teh Tarik? Apakah teh Tarik itu berasal dari Malaysia? Setelah saya search di Google, ternyata memang benar, saudara2… bahwa Teh Tarik itu berasal dari Malaysia. Saya kira minuman ini Indonesia punya, hehe.

Alamat rumah makan ini di Jl. Gunung Batu No. 93 B Bandung. 022-6641209. Kalau dari arah Jl. Pasteur, maka rumah makan ini terletak di sebelah kanan jalan. Karena lokasinya ada di tengah-tengah ruko, maka area parkirnya tidak terlalu luas.

Ketika kami parkir motor, saya liat waitressnya yang sebagian besar berjilbab dengan seragam warna merahnya sedang jajan batagor di depan toko. Hehe. Waktu kami sudah memilih kursi tepat di depan kasir, salah satu waitress di depan segera masuk dan mendatangi kami dan mencatat menu makanan. Karena saya masih harus mencerna Bahasa-bahasa yang agak aneh di dalam daftar menunya, saya bilang ke mbaknya “Nanti saya panggil aja mbak kalau sudah selesai milih (dan mikir)”. Mbaknya tersenyum girang Continue reading

Solo Traveller…

Bismillah…

yey akhirnya bisa “main” dg lebih manusiawi di Solo. Dulu sy pernah ke solo, tp cuman survei dan lgsg ke jogja setelah itu capcus balik ke

gembolan main

gembolan main

bdg. Jalan2? Boro-boro… Sebenernya sy ke solo kali ini ga main sih, tp ada acara rakornas gitu. Saya berangkat dari bandung sendirian (aka Solo) dg Lodaya Malam di kamis malam jam 7 malam.

Di kereta inilah sy dpt travel mate yg tidak disangka2 yaitu ustadz solikhin abu izzuddin, penulis buku Zero to Hero. Ustadznya ramah banget, dan ga jaim “cuman” makan nasi bungkus sama telur dadar. Ga sungkan juga buat nyapa duluan, namanya siapa mau kemana asal darimana kerja apa kuliah. Dst. Sy agak2 grogi, excited, sama pengen kabur ke kursi lain. Secara, saya kan bingung ya mw kek gimana klo di samping ustadz gt. apalagi aye beser di gerbong kereta nan dingin. -___-“.

Alhamdulillah sy bs melewati masa kritis sy dg selamat. Sy nyampe di stasiun solo balapan jam 4 pagi. Sy lgsg ke musholla dan shalat malam sebentar, tilawah, abis itu shalat subuh bareng sama penumpang lain yg kebetulan nyubuh di stasiun. Mushollanya nyaman tp klo soal tempat wudhu, masih blm akhwat friendly. So, harus jaga wudhu dr kereta atw wudhu di toilet.

Jam 5 kurang sekian sy dijemput sama panitia lokal dan langsung diajak makan. Tebak Gimana reaksi sy wkt itu? Excited, dan eneg. Bayangin duong makan jam segitu… biasanya juga masih ileran #eh. Sy diajak ke kuliner khas Solo, judulnya Gudeg Ceker Bu Kasno.

penampakan gudeg ceker

penampakan gudeg ceker

sy kagetnya di warung tenda yg bukanya dr jam 2 pagi ini adalah teronggoknya 2 pasangan di lokasi lesehan. Yg cewek bajunya minim: hotpants + tanktop dan ada tato di bagian pundak. Kacaunya adalah si cowoknya itu meluk2 si ceweknya dong sambil ngisep kayak semacam vicks inhaler. Ya ampun, salah gue apa sampe liat adegan geleuh gitu abis shalat subuh? -..- Continue reading

40 Jam Di Perjalanan Jawa Timur

kereta dan cerita perjalanan kita

kereta dan cerita perjalanan kita

Sepertinya saya terlalu banyak cerita tentang perjalanan-perjalanan saya ke luar kota. Tapi mau bagaimana lagi? kadang hampir ¾ bagian dalam satu hari saya habiskan di jalan, selebihnya saya tidur di penginapan atau di kosan orang =D. perjalanan terpanjang saya dengan angkutan publik sebelumnya tercatat hampir 16 jam. Maklum waktu itu lagi puncak arus mudik dan pelabuhan bakauheni-merak sedang sangat padat manusia. Ternyata rekor itu pecah beberapa minggu lalu yaitu saat saya harus mengunjungi Malang, Jawa Timur.

Saat itu moda transportasi yang langsung menuju Malang dari Bandung adalah kereta api. Jadi ya mau gamau saya harus memilih dia, hehe. Lama perjalanan normal Bandung-Malang adalah 15,5 jam dengan kereta Malabar. Dari jam 3 sore saya dan suami, yang selalu menjadi hero di setiap episode hidup saya, sudah duduk manis di stasiun Bandung. Kami duduk-duduk di ruang tunggu sambil nunggu dipanggil sama petugas. Gatau kenapa ya, momen-momen saat saya atau dia mau pergi sendirian ke suatu tempat tertentu menjadi begitu singkat dan berharga untuk dilewatkan dengan biasa2 saja. Sebenarnya sih kami nggak melakukan hal2 aneh, Cuma duduk berdua: Ngobrol, becandaan. Ya semacam itu lah, hehe absurd deh gue. Lalu saya masuk ke stasiun setelah mencium tangannya dan punggung tangan saya dicium olehnya. *ribet deh kalimatnya haha*. Dan ya, cium kening dikit. Wajar kan ya? dia kan suami gueh…

teruuusss? Elo mau pamer?

Ya nggak juga sih… cuman ngerekam momen doang.

Ya itu sama aja, dodol.. -___-“

Perjalanan dengan kereta malabar lancar jaya dari jam setengah 3 sore sampai ba’da maghrib. Ketika sampai di stasiun tasik, tiba-tiba si kereta dieeeem sampe sekitar setengah jam. Continue reading

Wisata dan Nyicip Kuliner di Tanah Daeng

masih tentang tanah daeng yang saya kunjungi beberapa waktu lalu.

hari pertama  di Makassar, saya nggak kemana-mana, hanya di kantor untuk coaching penanggung jawab di lapangan. tujuannya agar program yang berjalan di sana berjalan dengan lancar. cuaca di makassar juga lagi “Adem-adem”nya karena dalam satu hari hujan turun 3-4 kali =D. meskipun hujan cukup sering tapi saya tetap merasa gerah =D.

Siang hari itu saya mencicipi sup konro dan coto makassar.
sup konro sebenarnya bukan makanan asing buat saya karena udah pernah nyobain di rest area 57. saya nyicip lagi karena sup konro itu enaaakkk… hehe =P~
klo coto makassar saya nyicipnya pas makan malam, saya kira si coto ini ga jauh2 bentuk dan penampakannya kayak soto di pulau jawa dan soto2 lain yang pernah saya makan.

dan wow, emejing… saya tertipuhh… =)) Continue reading

Ini Medan, Bung..!

Horaasss…!!

minggu lalu aku ke medan. horaayy… akhirnya keluar juga dari kubangan pulau Jawa. kubangan? maksud lo? =p. itu pertama kali menjejakkan kaki di medan dan pertama kali naek pesawat. excited? absolutely ;D

waktu mau naek pesawat, segala macem diurus sama bapak2 yang ikutan ke sana (kami bertiga, satu cewek dua cowok). jadi aku tinggal terima masuk, nunggu, terus naek pesawat. =P alhamdulillah adegan tinggal landas bersama air asia berjalan lancar dengan melupakan insiden delay 30menit karena ada penumpang yg membatalkan keberangkatan setelah dia masuk ke dalam pesawat. sampai di medan kira2 pukul 22.30 dan sampe ke hotel jam setengah 12an. bapak-bapaknya langsung pergi nyari makan, kalau aku nelpon orang rumah (si kakak) dan langsung tidur. di ruangan ada 2 kasur single, dan aku cuman make satu di pojok kanan. yaiyalah, masak kepala di kasur kanan, badan dan kaki di sebelah kiri? =)). berasa garing banget di kamar. jomblo freelance mode on =D

nah di medan ini ada banyak hal unik bin aneh yang aku temui. yang paling mencolok adalah logat medan dan bahasanya. dan yang ga kalah geje adalah lalu lintas di kota medan. Continue reading