“Banjir” di Solaria -___-”

ini adalah sebuah pengakuan dosa yang sangat-sangat tidak elegan, bahkan menjijikkan. =))

jadi beginih, saya di tanggal 26 Januari tersesat di Bogor utk membantu jadi asisten si Kakak bwt moto di nikahan kakak & adik tingkat beda jurusan saya di IPB. jadi kakak kelas itu menikah dengan adik kelasnya. ya ga usah dijelasin lagi kalik cus, udah pada paham. -__-

malam sebelumnya kita dikasih wisma buat tidur. dan ini adalah momen bersejarah bagi saya. kenapa? karena sebelum2nya kalau nginep sebelum moto nikahan, saya selalu bersama keluarga perempuan atau kalau cukup beruntung tidur di calon kamar penganten bareng si calon pengantennya (ini jarang juga sih). dan inih, saya bisa nginep di kamar yg sama dengan si kakak. what a night… ya meskipun kita tidur di bed masing2 sih karena format kamarnya itu bwt 2 orang di bed yg berbeda. dan karena agak repot klo si single bed itu dipaksain bwt berdua. haha. Alhamdulillah =))

penampakan pelaminan

penampakan pelaminan

pagi2 kitah udah di TKP walimahan yang didesarin bener2 misah laki-laki dan perempuannya. Continue reading

Bandung-Lampung #2 : Perjalanan Pulang

seharusnya dikasih judul yg sama, tapi saya males. :D

4 Januari 2014

jam 6, kami udah mandi dan makan nasi goreng dan teh manis. tidak lupa si kakak saya kasih doping habbatussauda yang sebenernya agak kesiram sama minyak kayu putih. hahaha. jadi ceritanya, waktu kita mampir buat sholat jumat, kita baru tau klo minyak kayu putih yang kita simpen di salah satu tas tumpah ruah dan habis di jalan. basahlah semua isi kantong tas itu: dompet (cuman sebagian sih), dan habbatussauda yang kami simpan di plastik. waktu itu saya langsung mikir: ini ngerembes ke dalem plastic ga ya? kayaknya sih nggak, tapi kayaknya masuk karena gulungan plastiknya udah penuh sama minyak kayu putih. -___-“. akhirnya pagi2 itu si kapsul habbatnya saya keluarin dan digosok2 pake tisu biar ga berasa banget. trus diminum sama si kakak. saya sih ga minum, haha

sekitar jam setengah 9, kami pamit dan menuju Bakauheni kembali.

gerbang kebanggaanya pringsewu. bagus kan? :))

gerbang kebanggaanya pringsewu. bagus kan? :)). jalanan di lampung kurang lebih kayak gitu. mulus. cuman ada yg agak2 berlubang di beberapa kawasan. intinya jalanannya enak, ga sejelek di Banten. hoho

saat kami melewati jalur lintas sumatera menuju Bakauheni, gerimis mulai turun. saya yang bawa si konde di dalam tas langsung ngelepas syal di gulungan leher dan dipakai utk melindungi tas kecil itu. kami waktu itu belum make jas hujan karena baru gerimis.

di jalanan ini lah terjadi insiden yang mengubah arus kas bulan januari. =)) Continue reading

Kalau aku mati, kakak mau nikah lagi?

kita

kita

“kak, kalau nanti aku meninggal duluan. kakak mau nikah lagi ga?”

saya tidak tahu mengapa saya bertanya tentang itu malam tadi. Mungkin karena saya lebih banyak berfikir tentang kematian akhir-akhir ini. saya tau kebersamaan di dunia tidak akan lama. salah satu dari kami pasti akan pergi terlebih dahulu, atau jika beruntung maka kami akan pergi bersama-sama. lalu kembali dipertemukan di surga, jika Allah meridhoi (aamiin ya Alloh).

saya juga berfikir tentang keberlangsungan generasi.
bagi kebanyakan orang yang membaca ini, mungkin mengira saya berfikir terlalu jauh dan mengingat kami baru bersama 23 bulan terakhir. but, who knows jika umur saya tidak akan lama di dunia? hanya Dia yang tau kan? :D

“mm… gatau..”

saya diam mendengarkan sunyi yang kembali mendominasi.

“emang boleh..?” Continue reading

Touring Bandung-Lampung #1

Menuju Negri Menara Siger

Menuju Negri Menara Siger

ini adalah tour terpanjang dan tergila buat saya.

awalnya saya cuman iseng ngusulin ide naek motor ke lampung ke kakak dan saya agar ragu bakalan dikabulin karena pada pekan terakhir bulan Desember 2013 lalu itu saya dan si kakak ke cilegon buat motoin nikahan temen sekomunitas tOekangpoto (baca ceritanya di mari). dan sayangnya perjalanan ini harus dipenggal jadi 2 karena perjalanan ketika berangkat dan pulang cerita dan insiden yg terjadi itu beda banget. :D begini ceritanya Continue reading

huru hara di KM 2 Jakarta

seperti biasa, sebelum sampai ke bahasan utama, prolognya akan cukup panjang. =P

Akhir desember kemarin saya membersamai si kakak moto  nikahan temen di komunitas tOekangpoto. well, saya lebih banyak berfungsi sebagai tukang kondangan dan ngabisin makanan sih di sono. seperti di pernikahan2 yang lain, muahaha.

kami ke lokasi nikahan dengan mobil rentalan di tetangga yg bermerek Avanza. di dalam mobil itu ada 5 orang. di depan ada mas yudi yg berperan sebagai driver dan mas mai yg menemani di sampingnya, di baris kedua ada saya dan si kakak, dan di baris ketiga ada yogi bersama koper dan ransel2 kami.

for your info, mas yudi dan mas mai ini berasal dari JOgja. dan kami janjian di Bandung dan rumah dinas mertua saya sebagai meeting pointnya. mas mai naek motor dari Jogja ke Bandung dan udah nyampe di rumah dari malem kamis. jadi dia bisa istirahat sama keliling dulu di bandung sama si kakak. kebetulan si kakak udah cuti bersama akhir tahun di kantornya sedangkan saya masih setia bolakbalik kantor sampai tanggal 31 *curhat*. dan si mas yudi sang driver itu baru berangkat dari Jogja hari Jumat pagi dan sama dengan mas mai: naek motor metik. subhanallah ini bapak2 yang dari Jogja. saya kan jadi pengen nyobain naek motor dibonceng ke Jogja #eh -___-” Continue reading

Cowok Jantan Ga Bawa Koper*

backpacker-an dulu

backpacker-an dulu

Saya setuju pake empat jempol di seluruh anggota badan saya. tapi lagi2 ini murni pendapat saya, bukan pandangan ilmiah, dan tidak bisa jadi referensi tugas akhir mahasiswa manapun di Indonesia.

contoh kasus yang akan saya angkat adalah acara National Leaders Conference yang diselenggarakan di Puncak Cipanas selama 4 hari 3 malam awal bulan Desember lalu. Memang tidak semua orang tahu tentang acara ini karena agenda ini khusus untuk karyawan di tempat saya bekerja dan holding company di sekitarnya.

Dalam acara ini, sudah ditentukan dresscode tiap sesi acara, dari blazer resmi sampai baju kasual. setelah menelaah rundown dan aturan dresscodenya, saya segera merancang kombinasi baju dan kerudung sesimpel mungkin dan yang paling efisien. saya sempat bikin rancangannya di secuil kertas dan memastikan agar kombinasi pakaian itu tidak terlalu mencolok. ya biar ga keliatan banget lah klo kerudung yang hari ini dipake, langsung dipake lagi besok pagi. elegan dikit gitu lho.. haha

tapi catatan itu kemudian saya rombak habis2an di pagi hari karena saya mendelete gaun yang memiliki volume besar dan menggantinya dengan yang bisa dilipat lebih ramping. hal itu tentu saja memiliki efek domino pada kombinasi kerudung yg saya bawa. hadeuh, rempong emang jadi cewek. =))

Alhamdulillah, di H-2jam barang bawaan saya utk 4 hari 3 malam sudah tersusun rapi di ransel Deuter 28L, dan masih bersisa ruang untuk menyimpan kaos yang dibagikan di acara itu. oya, tentu saja di ransel itu sudah termasuk peralatan mandi (yg ternyata ga perlu dibawa krn udh lengkap di hotelnyaaa..!!), sepatu pantopel, 6 komik kindaichi dan 1 novel From Beirut To Jerussalem. haha Continue reading