burung

FSKM #3 Wisata Murah Di Batu Caves

FSKM = Flashtrip Singapura-Kuala Lumpur-Melaka :p
***

Di hari kedua kami gak mandi dengan layak, cuman ngelap2 pake tisu basah. Meskipun katanya di TBS ini kita bisa mandi, tapi waktu saya ngeliat kamar mandinya saya jadi rada2 gak tega karena terlalu bersih, hehe. Jadi ya sudahlah, saya optimalkan tisu basah dan air pancuran buat wudhu, cuci muka dan gosok gigi :D. Kami sholat subuh dulu di musholla TBS jam 6 pagi, setelah itu langsung capcus ke Stasiun Bandar Tasik Selatan yang terhubung langsung dengan TBS. tinggal jalan kaki di jembatan yang mirip2 sama skywalk =D kira2 3-5 menit. Saat itu hari masih gelap meski sudah hampir jam setengah 7. Kami langsung ke loket untuk beli tiket kereta langsung ke Batu Caves dengan harga masing2 @ RM 2.4.

Kami langsung ke peron kereta dengan mengikuti petunjuk arah yang tertera dg jelas dan bergabung dengan calon penumpang yg lain. Di stasiun ini meski tidak “semewah” di Singapura, tetap ada fasilitas schedule board kereta sehingga kita tidak perlu bertanya2 kapan keretanya datang. Kereta waktu itu datang tepat pada pukul 06.29 waktu Kuala lumpur (tidak ada perbedaan waktu antara Singapura dan Malaysia). Kami transit dulu di stasiun KL sentral, lama perjalanan kira2 30 menit. Lalu kami lanjut ke kereta menuju Batu Caves dengan lama perjalanan kira2 10 menit. Setelah sampai di stasiun Batu Caves, si kakak “mandi”, ganti baju, dan mengganti sandal jepitnya dengan sepatu. Sedangkan saya mengisi botol air kami penuh2 di keran air di dekat toilet. Sayangnya air di stasiun Batu Caves ini rasanya kurang enak, berbeda sekali dengan yang kami ambil di Bandara Changi kemarin. Continue reading

hello world.
captured by wicak

[EF #17] From Doctor, Nutritionist to Social Worker

When I was a kid, I wanted to be a doctor. It was greatly influenced by Susan & Ria Enes with their famous song at that time “Cita-citaku” :p. I know, It’s a very mainstream dream until now :p.

This dream made me love everything about science, biology to be exact, until I was at senior high school. I got the first rank in every daily test or every end of semester. Times passed,,, I read more books and got a lot of informations from seniors at my shool. Then, I was hypnotized by a title called “Nutritionist”. It was kinda cool, wasn’t it? Then I suddenly changed my mind XD

I took SPMB test after I’ve known that I graduated from high school. I didn’t prepare SPMB like my friend did. I just copied my friend’s preparation books and solved every questions in my home. Yes, I did it my self, without mentor nor teacher. At that time, I felt “nothing to lose” and have no burden whether I passed the test or not.

The D-Day came and I went to UNILA (University of Lampung) to take the test with my friends. I chose IPB as my number one choice and Biology in UNILA as my second one. I passed the test with smile in my face while I didn’t answer all questions because SPMB was not about how many you answer questions but it was, and it IS always about the strategy! I had to calculate how many questions that I answer correctly and I was absolutely sure about it. So, I counted on what I was expert on: Math, Biology, Bahasa. I just answer 4 question in Physics, and 10 questions in Chemistry =)). Continue reading

aku tuh gak bisa diginiin!

Aku Tuh Gak Bisa Diginiin!

Saya adalah makhluk yang hidup dengan kekuatan mood, sehingga produktivitas saya sering kali dipengaruhi oleh level mood saya. Dan… hal yang membuat mood saya turun drastis adalah ketika saya merasa tidak nyaman :p. Tidak nyaman = bête = empet ngeliat kerjaan = nggak ngapa2in *cekek diri sendiri*. Parahnya, ada banyak hal yang membuat saya tiba-tiba merasa tidak nyaman. Tapi kali ini saya akan kerucutkan ke tiga hal saja yaitu:

Gerah
Ini adalah salah satu sisi buruk saya: tidak tahan panas. Padahal saya hidup di negara tropis dengan sinar matahari melimpah ruah dan tentu saja ditunjang dengan lingkungan rumah dan pekerjaan yang minim pohon. Waktu saya merasa kegerahan, maka semua panca indera saya akan fokus pada usaha untuk mendinginkan tubuh. Ketika saya tidak berhasil melakukannya maka saya jadi gelisah, ribut sendiri, pusing, mual-mual, yang kemudian berakhir pada hancurnya mood. Apapun bisa saya tahan, sakit hati, sakit gigi, disakiti, dikhianati *ini mah curhat* kecuali kepanasan atau kegerahan #akutuhgakbisadiginiin

aku tuh gak bisa diginiin!

aku tuh gak bisa diginiin!

Nggak Mandi
Nah, ini mungkin kelebihan saya. Saya itu gak bisa klo gak mandi 2x/hari. Waktu mandi paling krusial adalah waktu sore hari. Saya akan kelojotan dan kejang-kejang di kasur waktu tidur kalau saya belum mandi sebelumnya. Dan sudah dipastikan saya gak akan bisa tidur dengan nyaman. Continue reading

kereta yg bolak-balik Vivo City - Sentosa

Flashtrip Singapura-Kuala Lumpur-Melaka #2

#2 Singapura
Jam 6 pagi saya sudah duduk manis di depan Bandara Husein Sastranegara. Suami saya menyusul kemudian karena setelah mengantar saya dengan motornya, dia diantarkan kembali ke bandara oleh bapak mertua. Pagi2 itu sempat terjadi drama di Antara kami yaitu “bawa tripod atau tidak”. Saya adalah pihak yang ngotot buat bawa tripod karena mau foto2 bareng :p dan suami adalah yang sebaliknya. Alasan si kakak gak mau bawa tripod adalah karena males klo kena cas tripod dan berbagai alasan hiperbolis lainnya. Sedangkan saya, tetep ngotot harus bawa tripod karena kata Mas Anton, teman kami dari Semarang, “tripod mini boleh dibawa di kabin” dan kalaupun pait2nya harus beli bagasi “it’s OK” karena ini adalah perjalanan jauh dan nilai bagasi gak sebanding dg semua effort yang udah kami lakukan selama ini. akhirnya tripodnya dimasukkan ke ransel si kakak.
Kami masuk ke Bandara, melewati counter check in dan petugas imigrasi dengan mulus. Tripod mini (yg kalau dilipat2 memang tidak terlalu panjang tapi tetap lumayan berat) dan berbagai makanan di dalam ransel yang kami bawa lolos masuk kabin pesawat Air Asia :D.

Alhamdulillah maskapai ini on time dan kami terbang jam setengah 8 pagi. Kami dapat kursi 23 B & C, gak dapet window seat. Tapi waktu kami masuk ke pesawat, ternyata kursi 23 A itu kosong. alhamdulillah lagi, kami bisa duduk dengan leluasa dan bisa liat2 langit biru mendung. Oya, kami bayar airport taxnya itu di sales office-nya Air Asia sekitar awal April. Kenapa? Karena kita sekalian mau konfirmasi perubahan jadwal pesawat yang saya dapatkan dari Air Asia via sms (yg awalnya jam setengah 6 pagi jadi jam setengah 8 pagi).

Kami sampai di Changi jam setengah 11 waktu Singapura. Kami langsung ke toilet dan ngisi tumbler yang kami bawa dengan air gratis di samping toilet. Lalu kami langsung ke MRT Station. Karena kami sampai di terminal 1, maka kami harus ke terminal 3 dulu dengan menggunakan Sky Train. Tinggal cari aja papan petunjuk arahnya. Gampang kok. Sampai di terminal 3, kami lagi2 tinggal mengikuti papan petunjuk arah dan sampai di MRT Station. Meski sudah tau kalau kita mau beli EZ link, tetap aja kami masih plonga-plongo takut salah. Haha. Continue reading

sini, mas...sinih... *kemudian muntah :))*

Flashtrip Singapura-Kuala Lumpur-Melaka #1

#1 Cerita di balik perjalanan

Hello world… *ngetik sambil rada2 merem*

Jumat-Senin (17-20 April 2015) kemarin saya dan suami menjelajahi 2 negara tetangga. Ya, berdua saja. Perjalanan ini sudah lama kami rencanakan yaitu disponsori oleh tiket murah dari Air Asia yg kami beli Desember 2014 lalu, hehehe.

Januari-Maret adalah bulan-bulan kami melakukan pengiritan dan penghematan besar2an di segala sektor. Apalagi di bulan yang sama kami juga harus berfikir dan mengeluarkan banyak dana utk KPR rumah kami. Alhamdulillah, banyak rejeki yang mengalir baik yang direncanakan dan tidak disangka-sangka. Segala puji bagiMu ya Allah, Sang pengatur rejeki.

Meski tiket sudah dibeli jauh-jauh hari, kami baru buat jadwal alias itinerary perjalanan H-2 minggu. Saya sampai “mual” baca2 blog orang utk mengatur jadwal kami dengan efisien baik dari segi dana dan waktu. Sempat ada drama ngeyel2an sama si kakak saat pembuatan jadwal ini, tapi karena saya lebih banyak baca blog, lebih rajin nulis dan mencatat semua yang sy dpt, maka si kakak mau gak mau ngikutin apa yang saya atur.

Kami memilih rute Singapura-Kuala Lumpur-Melaka karena:

  1. Singapura: waktu itu destinasi yang ada tiket murahnya cuman itu yang “menarik mata” saya dan cocok utk kami sebagai traveler kere pemula. Jadi, perjalanan ini itung2 adalah pemanasan untuk perjalanan2 lain yang lebih jauh *ya kali kan… :p*.
  2. Kuala Lumpur: deket sama singapura dan saya teracuni karena hasil baca2 aka riset di internet. :D
  3. Melaka: awalnya saya gak kepikiran buat ke kota yang saya baru denger inih. Tapi si kakak dengan ngototnya bilang mau ke sinih karena kota ini konon adalah UNESCO World Heritage. Trus ada wisata sungainya, jadi sebelum ke Venesia, cobain dulu di Melaka. Yasudah, saya ikut aja. Saya mah seneng klo suami saya seneng. Da aku mah apa atuh, cuman istri sholehah *aaamiinnnn :v :p*

Begini garis besar itinerary perjalanan kami dari Bandung-Singapura-Kuala Lumpur-Melaka-Singapura: Continue reading

sidqi

EF #15 Almost Drown

What game?

Wait… I have to think longer. Because… Pity me, I lost a lot of memories about my childhood time when I was in elementary school. It was a very long story and might be a terrified story so I’ll tell you in other post… if I remember, hehe :D

I had a lot of games when I was kid. Baseball, “benteng”, “engklek”, “enggrang”, marbles, hide and seek, “jelangkung” (?), “Qyu-Qyu” (?), and more… xixixi. But I think what was my favourite is all about our beloved river.

When I was 6-15 years old, I live in a house near a river. It was clean enough and used to be a site to laundry for most of people in my village. And as long I remember, I suddenly became a “member” of laundry gang. In the morning, we would have a small running competition to the river to get the best place to do our laundry. Hehe. It was not only done by girls, but also boys.

The reason why we did it because we wanted to take bath in the river after we got all our dirty clothes clean and perfumed. Haha. A small game we played is who clean up all their clothes first. The uniqueness is there is no reward for the winner. Whoever is the first, she/he would take a bath longer than anyone else. Hahahaha.

Another game we played in our beloved river was swimming with banana tree trunk. Not extreme enough? We played it when the river was in almost-flood-situation =)). What was the worse? I couldn’t swim well like my friends. And I can’t :v.

At that time, we would take the trunk to upstream and ride it until downstream. For they who couldn’t find a trunk, they would swim with us. We’d do it over and over again until our parents found us with their angry face. Some of us were also got beaten with a stick by their parents =)).

What I remember until now about this game is I almost drown when I swam. Lucky me, my friend catched me at the right time before I swept away. Fufufu.

It is always fun to recall what I did in that river. I also remember that one of my friend’s mother teached us to do “Ciblungan”. You know,,, ciblungan is playing music with water in river. With a certain motion with your hand, you can make a cheerfull music only with water. It was, and it is, very cool I think. :D. Unfortunately, our beloved river is in severe condition now and no longer a friendly playing place for kids. Huhuhu.

But kid nowadays aren’t interested in this kind of games tough. Fufufu. The most of them are addicted to online games and gadgets in their very early age. It causes them to move less and also less sociable to their peers. Although socialization is very important to build their personality for their future #eaaak. Anyway, this thing is just a phenomenon… I believe that there are a lot of kids who have a healthy life in both physical and mental like what we had in the past *brb recheck my own age :p*.

What we can do for the next generation is teach them how to enjoy their life without ignoring their surrounding environment :D

sidqi

sidqi

 

****

This is my post for EF #15. Wanna join us? Click here….

NB: when you see this post, i am on my way to Singapore with my husband. so, i can’t respons quickly to ur comments. *kyk ada yg mau komen aja, hahaha*

lg konferensi pers kali yak

Nonton Bareng Kang Aher, Film HOS TJOKROAMINOTO

IMG_20823663050292

saya ada di barisan belakangnya… *gak penting*. foto dari FBnya kang aher

Setelah 2x gagal nonton bareng orang nomor satu di Jawa Barat, akhirnya tadi malam kesampean juga. Lalala.. yeyeye… :p. Saya dulu gagal nonton karena pasti lagi perdin ke luar pulau T.T. Klo gak salah dulu film yg ditonton itu 99 Cahaya di Langit Eropa, satunya lagi saya lupak. Kali ini pun awalnya terancam gagal juga karena ada rencana perdin ke Cilegon yang sebenernya saya rada males sih ke Cilegon, panas bok. Tapi alhamdulillah, perdinnya ditunda sampe akhir bulan. Hehe.

Singkat cerita saya dan si kakak cabut dari kantor saya jam 5 sore langsung ke Ciwalk. Kami langsung ke lantai 2 lewat lift dan ngambil tiket dari panitia karena si kakak memang dapet jatah 2 tiket dan dapet teater bareng sama Bapak Gubernur yang keren itu. Xixixi. Abis itu kami turun ke lantai dasar buat wudhu di toilet karena meskipun mushollah-nya bagus, tapi tempat wudhunya itu gak akhwat-friendly bgt. Jadinya saya wudhu di toilet, dan toilet yg ada keran airnya itu ada di lantai bawah :D.

Sekitar jam setengah 7, bioskop dibuka dan kami masuk. Eh gak taunya di bioskop itu saya ketemu sama obos-obos besar di kantor -___-“. Waktu saya nyari2 nomor kursi kami, ternyata udah ditempatin bapak2 gitu. Cih, jadinya saya nongkrong aja di kursi di belakangnya Kang Aher sambil nungguin si kakak yang lagi motretin Kang Aher dari berbagai sisi. Saya cuman ngarep ada sempilan foto saya di belakang kanga her…. yang pastinya tidak akan terjadi karena ruangan yg minim cahaya dan si kakak gak bawa flash, cuman bawa lensa fix 35 mm :v.

Sebelum film dimulai, ada Bu Christine Hakim yang memberikan semacam opening speech setelah menyapa Kang Aher dan orang2 yang duduk di sampingnya.
“Saya sangat bersyukur karena terlibat tiga kali dalam pembuatan film sejarah. Cut Nyak Dien 30 tahun yg lalu, Sang Kiyai 2 tahun yg lalu, dan sekarang HOS Tjokroaminoto. Saya dapat merasakan perjuangan para pahlawan Negara kita… “
Kemudian beliau cukup panjang memberikan wejangan kepada kita yang ada di ruangan itu bahwa dulu sebelum ada HP, para pahlawan bangsa dapat mempersatukan gerakan merebut kemerdekaan dari sabang sampai merauke. Namun sekarang, ketika kita dengan mudah sekali berinteraksi dengan orang lain dengan berbagai gadget yang kita punya saat ini malah terjadi fenomena putusnya komunikasi. Indeed, ma’am :(

Kalimat yg paling saya suka adalah

“Kita harus bersatu, berjamaah, menyatukan visi dan misi untuk memajukan bangsa” –Christine Hakim

Film pun dimulai tanpa ada iklan sebelumnya *penting*. Film ini menceritakan tentang kehidupan HOS Tjokroaminoto sejak beliau masih di sekolah rakyat. Film ini dimulai dengan adegan Tn. Tjokro yang sedang berada di Penjara Kalisosok dengan setting tahun 1921. Saat itu ditunjukkan bahwa Tn. Tjokro adalah sosok yang tidak mau dianggap rendah oleh kaum Belanda, tegas, serta bangga dengan Islam dan darah Jawa yang mengalir di dalam tubuhnya. Adegannya keren, Continue reading