http://movie.co.id/wp-content/uploads/2015/08/Poster-Film-Surat-Cinta-Untuk-Kartini.jpg

Surat Cinta Untuk Kartini: Cerita Cinta Yang Santun

Film ini saya tonton bareng dengan barudak Blogger Bandung di Blitz Megaplex Miko Mall – Kopo Bandung. Sesuai judulnya, film ini tentang kisah cinta – fiksi, tentunya- yang terjadi di jaman ibu kita Kartini. actor utamanya adalah Sarwadi, Duda dari kalangan rakyat jelata yang berprofesi sebagai Pak Pos dan memiiki 1 anak. Pemerannya: Chicco Jericho. Sedangkan Kartini, seperti yang diceritakan dalam sejarah, ialah seorang anak kalangan nitrat yang bercita-cita membuat sekolah untuk perempuan. Pemerannya itu Rania Putrisari, artis pendatang baru yang baru pertama kali main film.

Plot ceritanya cukup simple yaitu cinta antara laki-laki biasa dengan seorang perempuan bangsawan yang gak kesampean. Sarwadi jatuh cinta kepada Kartini ketika melihatnya pertama kali saat mengantarkan surat di rumah Kartini. Sarwadi juga membantu Kartini untuk mencari tempat utk mengajar anak-anak. Tapi kemudian semuanya hancur karena Kartini dikabarkan menjadi isteri ketiga Bupati. Sarwadi lalu pindah ke kota lain bersama anaknya untuk melupakan kenangan bersama Kartini.

Cerita ditutup dengan Continue reading

salah satu adegan ketika Bossman meminta anak buahnya utk melakukan hal "impossible" :))

My Stupid Boss : Film Komedi Yang Nggak Jorok

Jujur, saya jarang nonton film Indonesia di bioskop. Hingga hari ini, jumlah film buatan negeri sendiri yang saya tonton mungkin tidak lebih dari jumlah jari-jari saya. Bahkan film komedi buatan Indonesia is a Big No buat saya. Kenapa? Karena terlalu banyak film komedi buatan negeri ini yang dibalut dengan hal-hal “jorok”. Tau kan maksud saya dengan “jorok”? yaitu yang “nyerempet2” dengan yang berbau seksual, “eksploitasi” lekuk tubuh perempuan (bahkan saya rasa bisa dibilang “pelecehan”) atau makian2 yang tidak pantas didengar. hufft.

Ketika mendengar “My Stupid Boss” pun saya sedikit pesimis karena yang main itu mbak BCL dan mas Reza Rahardian. Saya agak jenuh dengan kemunculan Mas2 ini di film2 Indonesia. Kayak nggak ada actor lain gituuu… hehe. begitu juga dengan mbak BCL. Doi kan Drama Queen banget. Apakah mereka bisa menghidupkan karakter di buku My Stupid Boss? *gaya nulisnya udah kayak kritikus film banget ya gue? Padahal belum baca keseluruhan buku itu, haha :p

Nah, kemarin saya dikasih pilihan sama suami: “mau nonton X-Men: apocalypse atau My Stupid Boss?” saya langsung memilih MSB karena saya cukup tertarik ketika melihat trailer film ini yang gentayangan di newsfeed facebook. Lalu kami nonton film ini di Braga malam sabtu bersama puluhan penonton yg memadati ruang bioskop. Saya bahkan tidak melihat ada kursi yang kosong. 2 baris kursi paling depan (yg buat saya adalah The worst seat karena harus rada ndongak klo nonton pun penuh sama penonton.

Film ini, seperti novelnya yg berjudul sama, bercerita tentang Diana (BCL) yang bekerja di sebuah perusahaan di Malaysia dengan Bos yang super unik. Continue reading

Pengalaman Nyebelin Di Klinik Dokter THT

saking gak ada foto di RS, bikin beginian aja biar jadi blogger kekinian :)) :p

saking gak ada foto di RS, bikin beginian aja biar jadi blogger kekinian :)) :p

Sudah lama telinga kanan saya rada budeg, klo diitung per kemarin berarti sudah 3 mingguan. Saya udah niat mau ke dokter THT karena karena saya pikir telinga ini sudah tidak berada di jalan yang benar. Saya mulai searching lah di internet dengan keyword “ rekomendasi dokter THT perempuan Bandung” “dokter THT Perempuan Bandung” dan keyword lain yang serupa. Hasilnya? Hampir nol. Saya malah bingung sendiri nyari tempat praktek dokter yang deket sama kantor karena saya buta peta dan gak terlalu mudeng sama kota Bandung. Oya, saya mencari dokter THT perempuan karena saya make kerudung plus suami saya juga nggak ngebolehin saya ke dokter laki-laki. *ya lagian kalaupun suami saya ngebolehin, sayanya juga gak mau :p*

Saya lalu nemu nama dokter perempuan di RSHS dengan jadwal praktek yang friendly buat saya. Jadi waktu itu saya nyoba ijin 3 jam ke obos saya ke RS itu. Saya lupa kalau RSHS ini pusat peredaran pasien di Kota Bandung dan sekitarnya. Meski saya gak make BPJS (biar cepet, ceritanya), ternyata menunggu dokter di RSHS seperti menunggu bintang jatuh… gak hanya itu, ternyata saya malah di PHP in. setelah nunggu 30 menit, saya nanya ke nurses station apakah dokter XXX sudah datang. Eh susternya bilang: “Dokter XXX gak ada.. lagi keluar kota.”

What the Continue reading

Mengintip Secuil Kehidupan Suku Osing Di Desa Adat Kemiren

suku osing (4)

tetap cantik di usia paruh baya dan tanpa make up

Setelah ngos-ngosan dari kawah Ijen, kami semuanya ke Masjid terdekat untuk bersih-bersih, istirahat sejenak dan makan. Awalnya kami akan langsung ke Baluran, tapi karena sudah terlalu siang (dan panas) jadi diputuskan kami mengunjungi Kampung Osing, suku asli Banyuwangi. Setelah berpetualang di pantai dan gunung serta serba-serbi kehidupan di kota, tak ada salahnya untuk mengintip Budaya di kota itu :D.

“Suku Osing ini adalah orang-orang dari Kerajaan Majapahit yang tinggal di Banyuwangi dan tidak ikut pindah ke Bali” kata teman saya waktu kami telah sampai di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Saya manggut-manggut berlagak ngerti padahal saya termasuk ke dalam kategori manusia yang tidak terlalu mudeng soal sejarah Indonesia. Ini secuil cerita ketika singgah sebentar di Desa Kemiren, sungguh cuman sebentar jadi cuman bisa cerita sedikit.

Tari Gandrung Continue reading

Akhirnya Tracking Di Kawah Ijen!

tim kawah ijen. yg sampai ke bawah cuman 3 perempuan dan 1 orang guide yg berkaus merah.

tim kawah ijen. yg sampai ke bawah cuman 3 perempuan dan 1 orang guide yg berkaus merah.

Hari Sabtu Pukul 1 dini hari kami sudah terjaga. Saya waktu itu sudah ingin melambaikan tangan ke kamera karena kami baru sampai di tempat transit kami saat ini beberapa jam yang lalu. Kami pun baru tidur mendekati pukul 12 malam. Praktis, badan kami masih berteriak ingin terus istirahat.

Meski begitu kami tetap bersiap, memasukkan semua barang2 kami ke elf dan menuju Paltidung, Basecamp sebelum kami naik menuju Kawah di Puncak Gunung Ijen. Perjalanan menuju Paltidung ternyata cukup lama, sekitar 1jam. Jadi kami masih bisa meneruskan tidur di dalam elf. Saya tidak merasakan apa-apa ketika elf naik turun bukit menuju Paltidung. Saya tidur. Pulas.

Meski perjalanan dijadwalkan pukul 2, nyatanya kami baru mulai bergerak bersama ratusan orang lain ke atas pukul 2.30 WIB. Suasana di Paltidung ini dingin, kontras sekali dengan keganasan matahari Banyuwangi yang sudah 2 hari ini kami rasakan. Tapi dinginnya masih belum menyamai “nyes”nya Dieng waktu saya dan teman2 The Rok Travelers (traveler perempuan yang selalu memakai rok panjang kemanapun) naik ke Gunung Prau. Saya waktu ke Kawah Ijen gak memakai sarung tangan dan masih merasakan hangat ketika tangan saya masukkan ke dalam jaket gunung yang saya pakai. Berbeda dengan ketika di Gunung Prau: meski saya sudah menggunakan sarung tangan berbahan polar yang hangat tapi tetap saja dingiiinn… Continue reading

3 Hal Yang Bisa Ditemui di Hutan Mangrove Blok Bedul, Taman Nasional Alas Purwo

selamat datang di blok bedul

selamat datang di Blok Bedul

Saya benar-benar blank soal Taman Nasional Alas Purwo, saya cuman tau Baluran. Titik. Apalagi soal Blok Bedul. Pernah denger aja nggak. Mungkin teman-teman juga merasakan hal yang sama. Iya kan? Kan? #maksa

Saya dan teman-teman saya waktu itu sampai di sana sudah pukul setengah 4 sore dan disambut dengan pohon mangrove plus tanah berpasir yang bersih. Kami lalu menuju dermaga dengan jalan kaki untuk menyeberang ke pulau sebelah. Nah, ternyata di blog bedul ini kami setidaknya bisa menemui 3 hal:

1. Jembatan Kayu dan Kepiting Bercapit Merah
blok bedul (3)Kami mengikuti jalan dan tak lama kami bertemu dengan jembatan kayu yang melintasi kawasan mangrove dan bangkai perahu. Di kanan-kiri kami bibit mangrove sedang tumbuh dan di setiap sentimeter tanah di bawah jembatan ada kilauan berwarna merah yang bergerak-gerak cepat. Setelah saya cek dan tengak-tengok apa itu yg warna merah ternyata itu kepiting kecil dengan capit berwarna merah. Uniknya capit berwarna mencolok itu berukuran sangat besar dibandingkan dengan capit yang lain. setelah aware dengan keberadaan kepiting ini, saya baru sadar ternyata sejak awal tadi ada ribuan kepiting ini yang berseliweran di bawah dan samping kanan kiri jembatan yang sedang kami tapaki bersama #asek Continue reading

Sensasi Kuliner Belalang Goreng

kepala belalang

kepala belalang

“Cobain aja….” Kata Pak Ruli yang lagi duduk-duduk cantik bareng dengan bapak-bapak yang lain di rumput pinggir jalan. Waktu itu kami sedang dalam perjalanan menuju Taman Nasional Alas Purwo. Karena hari sudah siang, kami melipir dulu di pinggir jalan untuk makan siang, Elf kami pun sudah parkir dengan cukup elegan di sisi jalan aspal yg lain.

Eh?
Saya waktu itu ragu-ragu campur excited dengan kuliner yang selama ini cuman saya baca di internet. Bungkusan plastik kecil yang diangsurkan oleh Pak Ruli saya ambil dan di dalamnya teronggok belalang yang telah digoreng garing. Sebagian besar sudah tak utuh lagi tubuhnya, saya memegang bagian kepala belalang dengan telunjuk dan jempol tangan kanan.

Makan nggak nih?
Teman-teman saya yg perempuan juga tampak ragu-ragu. Sebagiannya malah menggeleng keras-keras melihat onggokan snack siang hari saat itu. Saya liat bapak-bapak ngemilin belalang goreng ini sambil ngobrol-ngobrol, seolah-olah mereka lagi makan kuaci atau keripik kentang. Continue reading